OJK Catat Indeks Saham Syariah Indonesia Turun Menjadi 196,59

ILUSTRASI, Indeks Saham Syariah Indonesia turun ke level 196,59 pada Juni 2026, menurut data OJK. (Sumber Gambar : Net)
Rabu, 08 Juli 2026 | 12:54:42 WIB

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memaparkan perkembangan terkini mengenai sektor jasa keuangan syariah di tanah air sepanjang paruh pertama tahun 2026. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dilaporkan mengalami penurunan hingga di atas 30 persen.

Berdasarkan data dari OJK, ISSI mengalami penurunan sebesar 36,30 persen ke level 196,59 pada akhir Juni 2026 dari posisi sebelumnya yang berada di angka 215,57 pada akhir Mei 2026. 

Di sisi lain, nilai kapitalisasi pasar tercatat menyusut menjadi Rp 4.922,12 triliun, dari bulan lalu yang sempat menyentuh angka Rp 6.135,77 triliun.

Sementara itu, total nilai Asset Under Management (AUM) reksa dana syariah hingga akhir Juni 2026 bertengger di angka Rp 81,64 triliun. Angka capaian ini terpantau menyusut apabila dikomparasikan dengan bulan sebelumnya yang menyentuh nominal Rp 83,71 triliun.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber "Meski terdapat penurunan pada kinerja Indeks Saham Syariah Indonesia dan Asset Under Management reksa dana syariah, sukuk korporasi berhasil tumbuh 15,23 persen secara year to date (ytd) menjadi Rp 101,64 triliun," kata Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Hernawan Bekti Sasongko dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK Juni 2026 yang digelar secara daring, Selasa (7/7/2026).

Secara rinci, nilai untuk instrumen sukuk korporasi pada Juni 2026 terkumpul sebesar Rp 101,64 triliun, menunjukkan tren kenaikan dari bulan sebelumnya yang berada di posisi Rp 95,89 triliun. Untuk instrumen sukuk negara terpantau tidak bergerak di angka Rp 1.793,39 triliun pada Juni 2026, setara dengan perolehan pada Mei 2026.

Perbankan Syariah 

Di sektor lain, performa industri perbankan syariah memperlihatkan total kepemilikan aset sebesar Rp 1.047,03 triliun sampai dengan Mei 2026. Perolehan angka ini menyusut jika disandingkan dengan bulan sebelumnya yang mengantongi Rp 1.055,26 triliun.

Sementara itu, pangsa pasar (market share) dari perbankan syariah bertengger di angka 7,26 persen hingga Mei 2026, mengalami penurunan dibanding bulan April 2026 yang sempat menyentuh 7,46 persen. Walau demikian, OJK mengonfirmasi adanya performa yang positif pada sektor pembiayaan syariah.

sebagaimana dilansir dari berita sumber "Per Mei 2026, pembiayaan perbankan syariah tumbuh 10,32 persen year on year (yoy), sedangkan piutang pembiayaan syariah tumbuh 10,87 persen (yoy)," ujar Hernawan.

Nilai total pembiayaan pada perbankan syariah per Mei 2026 menyentuh angka Rp 729,45 triliun atau mencatatkan kenaikan sebesar 10,32 persen. Angka pencapaian tersebut terpantau lebih tinggi bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang berada di posisi Rp 723,60 triliun.

Hernawan memaparkan bahwa OJK terus memegang komitmen kuat untuk memajukan serta memperkokoh sektor jasa keuangan syariah di Indonesia karena mempunyai potensi yang amat besar. 

OJK pun secara berkelanjutan mendorong penguatan literasi serta edukasi keuangan syariah kepada seluruh lapisan masyarakat sebagai langkah konkret memperluas inklusi keuangan syariah.

Reporter: Gemilang Ramadhan