Konsumsi Protein Naik, WMPP Raih Laba Rp130,3 Miliar Kuartal I 2026

ILUSTRASI, WMPP catat laba bersih Rp130,3 miliar pada kuartal I 2026 didukung kenaikan konsumsi protein hewani. (Sumber Gambar : Net)
Kamis, 09 Juli 2026 | 12:15:24 WIB

JAKARTA – Perusahaan di bidang konsumer dan agrikultur, PT Widodo Makmur Perkasa Tbk. (WMPP) sukses mencatatkan peningkatan pendapatan dan kembali meraih keuntungan pada tiga bulan pertama tahun 2026 setelah sebelumnya merugi, yang mana hal ini didukung oleh tren kenaikan konsumsi protein hewani di tanah air.

Chief Executive Officer (CEO) WMPP Tumiyono berpandangan bahwa prospek industri pangan di Indonesia masih amat menjanjikan, terutama karena didorong oleh melonjaknya kebutuhan masyarakat atas protein hewani seperti telur, daging ayam, serta daging sapi. 

Momentum positif tersebut kian diperkuat oleh konsentrasi pemerintah dalam memperkokoh sektor pangan nasional.

Merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah oleh tim riset internal perseroan, tingkat konsumsi daging sapi dan kerbau di tahun 2026 diestimasi menembus 986.170 ton, atau naik berkisar 14% bila disandingkan dengan tahun 2025. 

Di sisi lain, tingkat konsumsi daging ayam diprediksi menyentuh 4,99 juta ton pada tahun ini, atau tumbuh hampir 5% dari tahun sebelumnya.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Pertumbuhan konsumsi protein tersebut menjadi peluang besar yang dimanfaatkan grup Widodo Makmur untuk meningkatkan volume penjualan, khususnya pada bisnis unggas yang saat ini menjadi tulang punggung perusahaan," ujarnya melalui keterangan tertulis dikutip, Rabu (8/7/2026).

WMPP mengumpulkan pendapatan konsolidasi mencapai Rp287,7 miar pada kuartal pertama 2026, atau melesat 40,9% dibanding periode yang sama di tahun lalu. 

Capaian positif ini utamanya dipicu oleh melonjaknya angka penjualan di sektor peternakan unggas (poultry), selaras dengan prospek permintaan protein hewani yang terus menguat.

Sektor bisnis poultry menjadi penyumbang terbesar bagi pendapatan perseroan dengan persentase 85,54%, diikuti oleh bisnis pengolahan daging (meat processing) senilai 11,52%, peternakan sapi (cattle livestock) sebesar 1,96%, dan lini bisnis komoditas sebesar 0,99%.

Di waktu yang sama, WMPP sukses memulihkan kondisi finansialnya dengan menorehkan laba bersih senilai Rp130,3 miliar, berbalik dari kondisi rugi bersih sebesar Rp71,8 miliar pada periode yang sama tahun lampau. 

Tumiyono menjabarkan bahwa selain didukung oleh peningkatan penjualan, perseroan juga sukses memacu efisiensi operasional sehingga sanggup mendongkrak profitabilitas.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Perbaikan rasio Beban Pokok Pendapatan yang membuat Perseroan berhasil mencatat laba kotor ini menunjukkan Perseroan sudah lebih efisien dalam menjalankan usahanya. Hal ini juga seiring dengan perbaikan kinerja Perseroan yang ditopang oleh berbagai katalis positif dari industri pangan global dan dalam negeri yang membuat pendapatan Perseroan mengalami peningkatan, khususnya di segmen poultry," imbuhnya.

Peningkatan efisiensi tersebut terlihat dari laba kotor yang melesat hingga 156,1% secara year-on-year menjadi Rp3,2 miliar pada kuartal I/2026.

Restrukturisasi dan Rights Issue

Bukan cuma karena penjualan yang membaik, WMPP juga mulai memperlihatkan pemulihan kondisi finansial setelah mengeksekusi restrukturisasi kewajiban bersama mitra krediturnya. 

Hal tersebut tampak dari current ratio perusahaan yang naik menjadi 1,4 kali pada kuartal I/2026, jauh lebih sehat ketimbang angka 0,7 kali pada periode yang sama di tahun kemarin.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Perbaikan ini merupakan dampak dari restrukturisasi kewajiban Perseroan yang telah disepakati dengan seluruh kreditur," kata Tumiyono.

Untuk langkah ke depan, WMPP bakal meneruskan strategi efisiensi lewat peningkatan utilisasi pada fasilitas produksi yang sudah dimiliki. 

Perseroan juga memproyeksikan penguatan modal kerja melalui langkah divestasi aset-aset yang tidak lagi produktif sekaligus membuka peluang kemitraan dengan pihak lain maupun investor strategis.

Sebagai bagian dari upaya memperkokoh struktur permodalan, WMPP bersama dengan anak usahanya, PT Widodo Makmur Unggas Tbk. (WMUU), Juga bersiap melakukan aksi korporasi lewat Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue. 

WMPP memproyeksikan pelepasan sebanyak-banyaknya 8,5 miliar saham baru, sementara WMUU bakal melepas hingga 6 miliar saham baru.

Widodo menegaskan bahwa dana tunai yang didapat dari rights issue tersebut bakal dialokasikan sebagai tambahan modal kerja demi memacu pertumbuhan bisnis sekaligus memperkokoh daya saing perseroan di tengah prospek permintaan protein hewani yang masih terus merangkak naik.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Aksi korporasi Perseroan baik WMPP maupun WMUU merupakan langkah penting karena hasil dananya akan dipakai sebagai tambahan modal kerja Perseroan sehingga diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan positif kinerja Perseroan dan memperkuat daya saing dalam industri," terangnya.

Reporter: Gemilang Ramadhan