Bertemu Tony Blair, Danantara Sebut Prospek Investasi RI Makin Positif
JAKARTA - Kunjungan mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair ke kantor Danantara Indonesia dinilai menjadi sinyal positif bagi prospek investasi Indonesia. Dalam pertemuan dengan jajaran Danantara pada Selasa (7/7/2026), Blair disebut menyampaikan tingginya minat investor global untuk menanamkan modal di berbagai proyek strategis nasional.
Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan, antusiasme yang disampaikan Blair menunjukkan Indonesia semakin diperhitungkan sebagai tujuan investasi di tengah investor internasional.
Menurutnya, pembentukan Danantara juga mendapat respons positif karena dipandang sebagai mitra strategis sekaligus pintu masuk bagi investor asing yang ingin berinvestasi di Indonesia, sebagaimana dilansir dari berita sumber "Minat tinggi investor yang disampaikan Tony Blair dalam kunjungannya menegaskan bahwa Indonesia berada di radar utama investor global. Kami melihat antusiasme yang sangat besar investor untuk berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi kami," ujar Rosan dalam keterangannya, Rabu (8/7).
Rosan menilai posisi Danantara kini memiliki daya tarik yang kuat di mata investor global. Hal itu didukung oleh portofolio aset dan proyek strategis yang dinilai mampu menarik investasi asing dalam skala besar.
Menurut Rosan, tingginya minat investor tersebut juga mencerminkan kepercayaan terhadap prospek ekonomi Indonesia yang ditopang fundamental ekonomi yang dinilai kuat.
Dukungan yang disampaikan Blair, lanjutnya, menjadi validasi atas upaya pemerintah membangun iklim investasi yang semakin kondusif.
Ia menambahkan, investor global tidak hanya membidik peluang investasi jangka pendek, tetapi juga menunjukkan komitmen untuk berinvestasi dalam jangka panjang di Indonesia.
Karena itu, Danantara berkomitmen memanfaatkan momentum tersebut dengan mempercepat realisasi berbagai kerja sama investasi dan mendorong percepatan proyek-proyek strategis nasional.
Rosan menegaskan Danantara siap menjadi penghubung bagi masuknya modal internasional ke Indonesia, seiring sentimen pasar yang disebut terus membaik terhadap langkah-langkah pemerintah dalam memperkuat iklim investasi.