DSSA Suntik Dana Rp8,53 Triliun ke Pengendali EXCL Pasca Akuisisi
JAKARTA - PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) baru-baru ini telah menyelesaikan proses akuisisi terhadap PT Bali Media Telekomunikasi (BMT), yang merupakan salah satu pemegang saham pengendali dari PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL). Setelah proses tersebut selesai, emiten yang berada di bawah naungan grup Sinar Mas ini langsung melanjutkan langkahnya dengan kembali menggelontorkan dana sebesar Rp8,53 triliun kepada anak perusahaan barunya tersebut.
Aksi akuisisi BMT yang bernilai USD238,4 juta atau berkisar Rp4,2 triliun tersebut dieksekusi DSSA lewat dua entitas anak usahanya, yakni PT DSST Mas Gemilang dan PT Sinarmas Sukses Sejahtera.
Transaksi atas pengambilalihan 100% saham BMT dari tangan PT Infinity Investama dan PT Prima Mas Abadi ini telah dipublikasikan melalui keterbukaan informasi di BEI pada Kamis (2/7/2026).
Hanya berselang 4 hari kemudian, atau tepatnya pada 6 Juli 2026, DSST bergerak cepat untuk mengeksekusi penambahan modal ditempatkan serta disetor penuh di dalam BMT.
Corporate Secretary DSSA Susan Chandra mengonfirmasi bahwa nilai dari suntikan dana segar tersebut menyentuh angka Rp8.539.999.121.000 atau setara dengan 502,56 juta dolar AS.
Guna dari dana jumbo tersebut adalah untuk menyerap seluruh saham baru yang diterbitkan BMT sebanyak 8.539.999.121 lembar saham.
Sebagaimana dilansir dari berita sumber, Corporate Secretary DSSA Susan Chandra menyampaikan:
"Uraian singkat mengenai Transaksi Material: Peningkatan Modal PT Bali Media," tulis Susan dalam keterbukaan informasi Perseroan, Selasa (8/7/2026).
Strategi ini diambil oleh DSSA dengan tujuan memperkokoh struktur bisnis, memperlebar jangkauan kapabilitas operasional sekaligus teknologi, serta mengakselerasi integrasi dari ekosistem layanan digital mereka.
Langkah akuisisi terhadap BMT ini secara otomatis memberikan eksposur tidak langsung bagi DSSA ke tubuh PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL). Hal ini terjadi karena BMT bertindak sebagai salah satu pemegang saham pengendali yang menguasai sekitar 24,57% saham di EXCL.
Jika ditinjau dari kategorinya, kucuran dana sebesar Rp8,53 triliun ini dikelompokkan ke dalam Transaksi Material yang mengacu pada POJK 17/2020.
Nilai transaksi ini setara dengan 21,22% dari total ekuitas konsolidasian milik DSSA per tanggal 31 Maret 2026. Dikarenakan rasio angka tersebut posisinya masih berada di bawah angka 50%, perusahaan tidak diwajibkan untuk mengantongi persetujuan lewat RUPS.
Transaksi ini juga menyandang status sebagai Transaksi Afiliasi. Kendati demikian, pihak manajemen yang dijelaskan oleh Susan menegaskan bahwa proyek transaksi ini sama sekali tidak mengandung unsur benturan kepentingan.
Setelah dilakukannya peningkatan modal ini, volume kepemilikan saham DSST di dalam BMT melonjak dari yang semula 11.193.772.119 lembar menjadi total 19.733.771.240 lembar saham.
Secara persentase, kepemilikan saham DSST tidak berubah yaitu tetap bertahan di angka 99,99%. Sementara sisa porsi sebesar 0,01% dipegang oleh PT Sinarmas Sukses Sejahtera.
Pihak DSSA pun memberikan kepastian bahwa aksi korporasi berskala besar ini tidak akan membawa dampak yang negatif terhadap kondisi keuangan grup.
Mengacu pada laporan proforma per tanggal 31 Maret 2026, nilai aset konsolidasian tercatat tetap berada di angka USD4.596,3 juta dengan liabilitas sebesar USD2.228,0 juta.
Selain itu, pendapatan usaha senilai USD693,2 juta serta perolehan laba tahun berjalan sebesar USD118,5 juta juga diproyeksikan akan tetap stabil.