Proyek PSEL Bali Resmi Dimulai untuk Dukung Pengelolaan Sampah Nasional

ILUSTRASI, Penandatanganan Perjanjian Jual Beli Listrik menandai dimulainya Proyek PSEL Bali di Denpasar Selatan. (Sumber Gambar : Net)
Jumat, 10 Juli 2026 | 11:14:38 WIB

DENPASAR - PT PLN (Persero) memberikan dukungan penuh terhadap langkah Pemerintah untuk mendorong transformasi berskala nasional dalam Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

Wujud dukungan dari PLN tersebut ditandai lewat prosesi penandatanganan Sponsor Agreement serta Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) yang dilangsungkan dalam rangkaian acara Peresmian Pembangunan PSEL Bali di wilayah Denpasar Selatan pada Rabu (8/7).

Komitmen strategis ini disepakati oleh PLN yang bertindak sebagai offtaker, bersama PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) selaku induk perusahaan yang mengoordinasikan seluruh entitas pelaksana proyek PSEL di tanah air, serta PT Weiming Nusantara Bali New Energy yang menjadi Badan Usaha Pengembang dan Pengelola (BUPP) PSEL Bali.

Pada momen yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengutarakan bahwa pendirian PSEL ini menjadi tonggak krusial demi memperkokoh manajemen pengelolaan sampah di tingkat nasional.

Langkah nyata Pemerintah tersebut kini semakin diperkuat lewat keputusan regulasi berupa Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 mengenai Penanganan Sampah melalui Pengolahan Sampah menjadi Energi Terbarukan Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.

"Saya menyampaikan terima kasih kepada Danantara Indonesia, pemerintah daerah, PLN, dan seluruh pihak yang bekerja bersama mewujudkan dimulainya pembangunan PSEL Bali. Program ini dapat berjalan karena hambatan regulasi yang selama bertahun-tahun memperlambat penyelesaian persoalan sampah mulai kami sederhanakan melalui deregulasi. Dengan aturan yang lebih jelas, kerja sama yang kuat, dan tata kelola yang baik, saya yakin pengelolaan sampah dapat kami percepat untuk memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan," ujar Zulkifli sebagaimana dilansir dari berita sumber pada Kamis (9/7/2026).

Di tempat yang sama, Chief Executive Officer Danantara Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani mengemukakan bahwa dimulainya proyek PSEL ini merupakan bentuk realisasi dari instruksi Presiden Prabowo Subianto demi mempercepat penanganan problem sampah nasional.

"Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, masalah sampah adalah tantangan kami bersama yang harus diselesaikan secepat mungkin, sehingga tidak menjadi beban bagi generasi mendatang. PSEL hadir untuk mengatasi dampak sampah terhadap lingkungan hidup, kesehatan, dan keselamatan dengan menggunakan teknologi yang sudah terbukti. Pelaksanaan PSEL oleh Danantara Indonesia tidak hanya dilakukan secara cepat, tetapi juga dengan penuh kehati-hatian dan standar tata kelola tertinggi," kata Rosan sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Bagi wilayah Provinsi Bali sendiri, pendirian fasilitas PSEL menjadi sebuah kebijakan strategis untuk meningkatkan mutu lingkungan sekaligus menjaga keberlanjutan industri pariwisata yang notabene menjadi motor penggerak utama ekonomi daerah. 

Selaras dengan pandangan itu, Gubernur Bali, I Wayan Koster mengutarakan bahwa pengerjaan PSEL Bali merupakan momen penting dalam memperkuat sistem penataan sampah di Pulau Dewata.

"Kalau ini selesai, bukan saja ekosistem lingkungan yang akan bagus, sehat untuk kehidupan masyarakat, tetapi citra pariwisata Bali akan meningkat," kata Koster sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Sementara itu, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo memaparkan bahwa peralihan manajemen sampah menjadi sumber energi baru merupakan jalan keluar krusial untuk menghadirkan solusi lingkungan yang berkelanjutan, sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi warga.

"PSEL merupakan wujud transformasi dalam pengelolaan sampah. Melalui kolaborasi yang kuat, sampah tidak lagi dipandang sebagai beban, tetapi dapat diolah menjadi sumber energi yang memberi manfaat. PLN siap mendukung program ini dengan memastikan energi yang dihasilkan dapat terserap secara andal ke dalam sistem kelistrikan sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara luas," ujar Darmawan sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Infrastruktur PSEL Bali ini diproyeksikan memiliki daya tampung penanganan sampah berkisar antara 1.200–1.650 ton per hari, dengan kapabilitas produksi daya listrik mencapai 30 megawatt (MW).

Proyek di Bali ini sekaligus menjadi bagian dari peta jalan pengembangan PSEL di 11 titik lokasi yang ditargetkan mampu melumat hingga 14.928 ton sampah setiap harinya, dengan total potensi kapasitas setrum yang dihasilkan menyentuh angka 310,3 MW.

Akselerasi PSEL di pelbagai wilayah ini diharapkan menjadi tindakan konkret dalam membenahi manajemen persampahan nasional, sekaligus menyuplai energi bersih yang berdaya guna bagi masyarakat luas. 

PLN terus menyokong gerakan ini dengan menggaransi bahwa pasokan listrik yang diproduksi oleh instalasi PSEL bakal tersambung secara optimal ke jaringan listrik nasional, agar faedahnya dapat menjangkau masyarakat secara lebih masif.

Reporter: Gemilang Ramadhan