DSSA Suntik Modal Rp 8,53 Triliun ke Bali Media Telekomunikasi
JAKARTA - PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mempublikasikan adanya transaksi afiliasi dalam bentuk peningkatan modal kepada perusahaan anak, PT Bali Media Telekomunikasi (BMT) dengan nilai mencapai Rp 8,53 triliun. Agenda ini dieksekusi oleh DSSA lewat anak usaha langsungnya, yaitu PT DSSST Mas Gemilang pada tanggal 6 Juli 2026 yang lalu.
Corporate Secretary DSSA Susan Chandra mengungkapkan bahwa langkah ini menjadi inisiatif strategis demi mengokohkan struktur usaha, menambah kapabilitas bisnis, sekaligus membangun landasan pertumbuhan masa depan yang tangguh.
Penambahan kapital bagi BMT ditujukan agar anak usaha tersebut memperoleh daya pendanaan yang jauh lebih kokoh.
Melalui skema tersebut, BMT diproyeksikan mendapat keleluasaan finansial yang lebih luas dalam mengeksekusi strategi usaha, mendanai investasi, mencukupi operasional kerja, serta mematangkan beraneka proyek strategis yang selaras terhadap peta jalan jangka panjang korporasi, sebagaimana dilansir dari berita sumber "Perseroan, melalui DSST, melaksanakan transaksi ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat fondasi bisnis, memperluas kapabilitas operasional dan teknologi, dan mempercepat integrasi ekosistem digital untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang," kata Susan dalam keterbukaan, Rabu (8/7/2026).
Sebelum agenda penambahan modal bergulir, DSST mempunyai kepemilikan saham sejumlah 11.193.772.119.000 lembar atau sebanding dengan 99,99% porsi saham di BMT.
Usai penyuntikan kapital selesai dilaksanakan, total saham milik DSST bertambah hingga menyentuh 19.733.771.240.000 lembar saham, dengan angka persentase kepemilikan yang stagnan di level 99,99%.
Di sisi lain, Susan memaparkan bahwa agenda ini sama sekali tidak membawa pengaruh buruk bagi performa finansial maupun keberlanjutan roda operasional emiten.
Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas, Adrian Djie menilai bahwa langkah korporasi yang dieksekusi oleh PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) ini potensinya condong netral bagi performa emiten dalam periode pendek, sebagaimana dilansir dari berita sumber "Tambahan modal tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat struktur bisnis, memperluas kapabilitas operasional dan teknologi, serta mempercepat integrasi ekosistem layanan digital guna mendukung pertumbuhan jangka panjang," ujar Adrian.
Adrian selanjutnya menyematkan rekomendasi trading buy terhadap saham DSSA, dengan memasang target harga pada posisi Rp 825 per lembar saham.