Bogor – RS Azra resmi menghadirkan Bogor Sleep & Snoring Clinic, layanan khusus untuk diagnosis dan penanganan berbagai gangguan tidur, termasuk mendengkur (snoring) dan obstructive sleep apnea (OSA). Kehadiran layanan ini menjadi komitmen RS Azra dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih komprehensif sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kualitas tidur sebagai bagian dari gaya hidup sehat.
Peresmian Bogor Sleep & Snoring Clinic ditandai dengan prosesi pemotongan pita yang dihadiri oleh Komisaris PT. ASP, Dra. Laila Azra, Direktur PT. ASP, Rangga Hidayat, General Manager PT. ASP, Maryanto Banu Siswanto, Direktur RS Azra, dr. Irma Rismayanty, MM, serta jajaran manajemen dan dokter spesialis RS Azra. Momen ini menjadi simbol dimulainya layanan Sleep Clinic di RS Azra yang diharapkan dapat menjadi solusi bagi masyarakat Bogor dan sekitarnya dalam mendeteksi serta menangani berbagai gangguan tidur secara lebih dini dan komprehensif.
Direktur RS Azra, dr. Irma Rismayanty, MM, menyampaikan bahwa tidur berkualitas merupakan bagian penting dari kesehatan.
“Tidur bukan hanya waktu untuk beristirahat, tetapi juga proses pemulihan tubuh. Sayangnya, banyak orang masih menganggap mendengkur sebagai hal yang biasa, padahal bisa menjadi tanda gangguan tidur yang berisiko menimbulkan berbagai komplikasi kesehatan. Melalui Bogor Sleep & Snoring Clinic, kami ingin masyarakat mendapatkan akses diagnosis dan terapi yang tepat sejak dini,” ujar dr. Irma.
Gangguan tidur yang tidak ditangani dapat meningkatkan risiko hipertensi, penyakit jantung, stroke, diabetes, penurunan konsentrasi, hingga rasa kantuk berlebihan di siang hari yang dapat memengaruhi produktivitas maupun keselamatan.
Sebagai layanan unggulan, Bogor Sleep & Snoring Clinic menyediakan Sleep Test (Polysomnography), yaitu pemeriksaan yang menjadi gold standard dalam mendiagnosis berbagai gangguan tidur. Pemeriksaan ini merekam aktivitas tubuh selama tidur, seperti pola pernapasan, kadar oksigen, denyut jantung, aktivitas otak, gerakan mata, dan aktivitas otot, sehingga dokter dapat menentukan diagnosis dan terapi yang tepat, termasuk untuk sleep apnea.
Menurut dr. Dhini Vien Arista, Sp.THT-KL, mendengkur bukanlah kondisi yang boleh dianggap sepele.
“Banyak orang menganggap ngorok hanyalah kebiasaan saat tidur. Padahal, mendengkur bisa menjadi tanda adanya penyempitan saluran napas atau bahkan sleep apnea. Jika dibiarkan, kondisi ini tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga dapat mengganggu kualitas hidup, produktivitas, bahkan keharmonisan rumah tangga karena kualitas tidur pasangan ikut terganggu. Harapan kami, masyarakat semakin sadar bahwa ngorok bukanlah hal yang normal dan perlu diperiksa agar dapat ditangani sejak dini,” jelas dr. Dhini.
Layanan ini direkomendasikan bagi masyarakat yang mengalami mendengkur keras, sering terbangun saat tidur, merasa lelah meski sudah tidur cukup, mengantuk berlebihan di siang hari, atau mengalami henti napas saat tidur berdasarkan pengamatan pasangan maupun keluarga.
Didukung oleh tim dokter multidisiplin dan fasilitas diagnostik modern, Bogor Sleep & Snoring Clinic memberikan pelayanan menyeluruh mulai dari konsultasi, Sleep Test (Polysomnography), diagnosis, hingga terapi yang disesuaikan dengan kondisi setiap pasien.
Melalui hadirnya Bogor Sleep & Snoring Clinic, RS Azra berharap semakin banyak masyarakat memahami bahwa kualitas tidur merupakan bagian penting dari kesehatan. Dengan deteksi dini dan penanganan yang tepat, berbagai gangguan tidur dapat diatasi lebih awal sehingga risiko komplikasi dapat diminimalkan dan kualitas hidup masyarakat semakin meningkat.