Perut Terasa Gatal Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius, Simak Penyebabnya
- Senin, 05 Januari 2026
JAKARTA - Perut gatal sering dianggap hal sepele, padahal bisa menjadi gejala masalah kesehatan yang lebih serius.
Rasa gatal bisa muncul karena alergi, gigitan serangga, atau infeksi kulit ringan. Dalam kondisi tertentu, gatal perut juga menandakan adanya penyakit internal.
Dermatitis kontak adalah salah satu penyebab umum gatal pada perut. Kulit bereaksi terhadap bahan iritan seperti logam, sabun baru, produk pembersih, atau detergen. Akibatnya, kulit menjadi kering, gatal, dan kadang memerah di area yang terkena.
Baca Juga8 Destinasi Underrated Dunia Menyimpan Surga Tersembunyi Untukmu Liburan Seru
Selain itu, kondisi kulit kronis seperti eksem atau psoriasis dapat menyebabkan perut gatal terus-menerus. Eksem muncul karena reaksi terhadap alergen, bahan iritan, atau stres, menyebabkan kulit kering, pecah-pecah, dan gatal.
Psoriasis terjadi saat sel kulit tumbuh berlebihan akibat sistem kekebalan terlalu aktif, menimbulkan bercak merah bersisik dan gatal yang dapat memburuk seiring waktu.
Faktor Kehamilan dan Perubahan Hormon
Ibu hamil sering mengalami perut gatal seiring pertumbuhan janin. Perubahan hormon dan peregangan kulit meningkatkan risiko munculnya stretch mark. Kondisi khusus seperti PUPPP atau kolestasis intrahepatik pada kehamilan (ICP) juga bisa menimbulkan gatal parah yang membutuhkan perhatian medis.
ICP terjadi karena penumpukan empedu dalam tubuh dan berpotensi meningkatkan risiko lahir mati. Gejala ICP mencakup gatal parah di tangan dan kaki, urine gelap, feses pucat, dan kulit kuning. Jika dicurigai mengalami gejala ini, dokter mungkin menyarankan induksi untuk melindungi bayi.
Perubahan hormon lain selama kehamilan juga berpengaruh pada kelembapan kulit. Kulit kering akibat hormon dapat memperparah rasa gatal. Dengan demikian, perawatan kulit yang tepat dan konsultasi rutin sangat dianjurkan selama masa kehamilan.
Infeksi, Obat, dan Gangguan Sistemik
Beberapa infeksi bisa memicu gatal di perut, seperti kurap, impetigo, cacar air, atau campak. Parasit seperti kutu dan scabies juga menyebabkan ruam dengan rasa gatal yang intens. Gatal akibat infeksi biasanya disertai ruam, lepuh, atau cairan yang keluar dari kulit.
Obat-obatan tertentu juga dapat memicu gatal sebagai efek samping. Antibiotik, obat kardiovaskular, antidepresan, antiepileptik, opioid, dan hormon termasuk obat yang bisa menyebabkan kulit terasa gatal. Reaksi gatal yang parah kadang disertai ruam menyebar, demam, atau lepuh, sehingga memerlukan perhatian medis segera.
Selain itu, penyakit ginjal kronis dapat menimbulkan perut gatal akibat akumulasi limbah dalam darah. Gejala lain penyakit ginjal termasuk kelelahan, kram otot, pembengkakan pada kaki, dan peningkatan frekuensi buang air kecil. Mengabaikan tanda-tanda ini dapat berujung pada komplikasi serius dan gagal ginjal.
Perubahan Fisiologis dan Faktor Usia
Menopause menurunkan kadar estrogen pada perempuan, sehingga kulit menjadi lebih kering dan mudah gatal. Hipotiroidisme atau tiroid yang kurang aktif juga menyebabkan kulit kering, gatal, dan rambut tipis. Kondisi ini memengaruhi metabolisme tubuh dan fungsi kulit secara keseluruhan.
Kulit kering akibat penuaan atau gangguan hormon sering muncul bersamaan dengan masalah lain, seperti penurunan energi atau kesulitan berkonsentrasi. Gatal yang berulang pada usia lanjut perlu evaluasi medis. Pencegahan dan perawatan kulit rutin membantu mengurangi risiko komplikasi lebih lanjut.
Gigitan serangga tetap menjadi penyebab lokal yang umum. Nyamuk, kutu, dan kutu busuk dapat menimbulkan benjolan merah dan gatal di perut. Bentuk gigitan berbeda-beda, misalnya kutu meninggalkan pola zig-zag atau bercak kecil yang gatal di area tertentu.
Kanker, Herpes Zoster, dan Perawatan Kulit
Beberapa jenis kanker atau terapi kanker seperti kemoterapi dan imunoterapi dapat menimbulkan gatal di perut. Obat pereda nyeri dan perawatan hormon juga berpotensi menyebabkan iritasi kulit. Herpes zoster menimbulkan rasa terbakar atau kesemutan di satu sisi tubuh, disertai lepuh beberapa hari kemudian.
Perut gatal ringan biasanya hilang dalam beberapa hari dengan perawatan sederhana. Menggunakan pakaian longgar, salep antigatal, atau antihistamin bisa membantu mengurangi rasa tidak nyaman. Namun, jika gatal menetap lebih dari dua minggu, pemeriksaan dokter diperlukan untuk menyingkirkan alergi, infeksi, atau penyakit kronis lainnya.
Dengan memahami penyebab perut gatal yang beragam, tindakan pencegahan dan perawatan bisa lebih efektif. Deteksi dini terhadap gejala serius meningkatkan peluang pengobatan yang berhasil. Kombinasi perawatan kulit, pemeriksaan medis, dan gaya hidup sehat menjadi kunci untuk mengatasi masalah ini secara optimal.
Alif Bais Khoiriyah
Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Digitalisasi Pembelajaran Dorong Kreativitas Guru dan Siswa Indonesia
- Selasa, 06 Januari 2026
Prabowo Syukuri Kritik Sebagai Pengingat Pemerintahan Indonesia Yang Maju
- Selasa, 06 Januari 2026
Berita Lainnya
Digitalisasi Pembelajaran Dorong Kreativitas Guru dan Siswa Indonesia
- Selasa, 06 Januari 2026
Prabowo Syukuri Kritik Sebagai Pengingat Pemerintahan Indonesia Yang Maju
- Selasa, 06 Januari 2026



.jpg)




