JAKARTA - Setiap momentum Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama selalu diwarnai dengan berbagai kegiatan sosial. Namun, tahun ini ada pesan yang terasa lebih kuat: mengajak semua pihak berkontribusi nyata bagi sesama, terutama mereka yang membutuhkan. Donor darah pun kembali menjadi salah satu agenda utama, memperlihatkan komitmen Kementerian Agama dalam memperluas aksi kemanusiaan yang manfaatnya bisa dirasakan masyarakat luas.
Kegiatan yang digelar di Jakarta ini diikuti oleh Aparatur Sipil Negara (ASN), pimpinan lembaga, dan keluarga besar Kemenag. Tidak hanya sekadar seremoni, donor darah hadir sebagai bentuk kepedulian nyata, sekaligus refleksi bahwa HAB bukan hanya perayaan, tetapi momentum penguatan solidaritas.
Aksi Kemanusiaan yang Menjadi Tradisi
Baca JugaPemerintah dan Pemprov Jambi Dorong Pelestarian Sembilan Budaya Lokal Menjadi Warisan Takbenda
Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag, Helmi Halimatul Udhma, menjelaskan bahwa donor darah sudah menjadi program rutin yang diselenggarakan setiap tahun melalui kerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI). Program ini dirancang agar manfaatnya bisa menjangkau masyarakat luas, terutama yang membutuhkan bantuan darah di rumah sakit.
“Sebetulnya gerakan ini setiap tahun sudah kami lakukan, dan Alhamdulillah, bekerja sama dengan PMI. Semua berjalan dengan baik dan setiap tahun targetnya terus meningkat,” ujar Helmi.
Ia menuturkan, pada pelaksanaan tahun sebelumnya DWP Kemenag berhasil mengumpulkan 200 kantong darah. Melihat antusiasme peserta yang semakin besar, tahun ini target ditingkatkan menjadi 250 hingga 300 kantong. Harapannya, semakin banyak orang yang terbantu dari darah yang terkumpul.
“Mudah-mudahan hari ini mencapai target. Ini memang program DWP Kemenag yang setiap tahun kami lakukan dengan sasaran masyarakat umum, khususnya keluarga besar Kementerian Agama yang selama ini aktif berdonor,” katanya.
Donor Darah untuk Penyintas Bencana
Pada peringatan HAB ke-80 ini, donor darah diangkat dengan tema kepedulian terhadap penyintas bencana. Di tengah berbagai musibah yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, setetes darah menjadi bentuk kehadiran dan dukungan bagi warga terdampak.
Helmi menekankan bahwa bantuan tidak selalu harus hadir langsung di lokasi bencana. Melalui donor darah, para peserta tetap bisa berkontribusi memberi harapan dan memperpanjang usia orang lain.
“Kita mungkin tidak hadir langsung di lokasi bencana, tetapi kita bisa berkontribusi untuk umat melalui donor darah. Insya Allah darah ini bermanfaat untuk para penyintas bencana,” ucapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada DWP Kemenag yang konsisten menginisiasi kegiatan sosial setiap tahun. Menurutnya, program seperti ini bukan hanya tentang pengumpulan darah semata, melainkan juga mengajak masyarakat menumbuhkan empati.
“Kami berharap kegiatan ini berjalan dengan baik, mencapai target, dan benar-benar bermanfaat bagi umat,” katanya.
Melibatkan Seluruh Jajaran Kemenag
Program donor darah kali ini tidak hanya berlangsung di tingkat pusat. Semangat kepedulian tersebut meluas hingga seluruh jajaran Kementerian Agama di daerah. Dari Kantor Wilayah (Kanwil), Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), hingga kantor Kemenag kabupaten dan kota, semuanya ikut bergerak.
“Seluruh kanwil hingga PTKIN dan Kemenag kabupaten/kota di bawah Kementerian Agama juga melaksanakan donor darah,” kata Helmi.
Penyelenggaraan serentak ini menunjukkan bahwa HAB bukan hanya momentum internal, tetapi menjadi ajakan bersama untuk memperkuat peran sosial lembaga. Dengan melibatkan banyak pihak, jumlah darah yang terkumpul diharapkan mampu memenuhi kebutuhan di berbagai daerah.
Momentum Penting Menjelang Ramadhan
Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyoroti pentingnya donor darah dilakukan menjelang Ramadhan. Berdasarkan pengalaman rumah sakit, kebutuhan darah sering meningkat, sementara jumlah pendonor justru menurun karena masyarakat berpuasa.
"Keluhan rumah sakit itu adalah sulitnya mencari darah pada saat Ramadhan. Maka, donor darah menjelang Ramadhan seperti sekarang ini itu sangat-sangat bermanfaat,” kata Menag Nasaruddin Umar.
Pesan tersebut mengingatkan bahwa donor darah bukan hanya aktivitas musiman. Ia merupakan bagian dari tanggung jawab kemanusiaan yang berdampak langsung pada keselamatan pasien. Dengan kesiapan stok darah, pelayanan kesehatan diharapkan tidak terganggu selama bulan suci.
Selain itu, program donor darah juga menanamkan nilai kepedulian di kalangan ASN Kementerian Agama. Mereka diharapkan menjadi teladan dalam menolong sesama, sesuai semangat HAB yang selalu mengedepankan harmoni, kemanusiaan, dan keikhlasan.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Kementerian Agama ingin menunjukkan bahwa amal bakti tidak hanya sebatas kata, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata. Donor darah menjadi salah satu wujud sederhana yang dapat menyelamatkan nyawa, sekaligus memperkuat rasa persaudaraan.
Celo
Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Baznas Hadir dengan Layanan Kesehatan Cepat Tanggap Bagi Korban Banjir Sumatera
- Rabu, 07 Januari 2026
Pemerintah Didesak Perkuat Pencegahan Superflu dengan Masker dan Imunisasi
- Rabu, 07 Januari 2026
Pemerintah Dorong Sekolah Terdampak Bencana Terapkan Pembelajaran Adaptif
- Rabu, 07 Januari 2026
Berita Lainnya
Baznas Hadir dengan Layanan Kesehatan Cepat Tanggap Bagi Korban Banjir Sumatera
- Rabu, 07 Januari 2026
Pemerintah Didesak Perkuat Pencegahan Superflu dengan Masker dan Imunisasi
- Rabu, 07 Januari 2026









