Selasa, 06 Januari 2026

91.000 Kendaraan Lewati Tol IKN Selama 16 Hari Operasional Fungsional

91.000 Kendaraan Lewati Tol IKN Selama 16 Hari Operasional Fungsional
91.000 Kendaraan Lewati Tol IKN Selama 16 Hari Operasional Fungsional

JAKARTA -   Gelombang antusiasme masyarakat Indonesia untuk mencicipi jalan tol menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) mencapai puncaknya selama periode libur Natal dan Tahun Baru. 

Setelah beroperasi secara fungsional selama 16 hari sejak 20 Desember 2025, Tol IKN resmi ditutup untuk publik mulai sore Minggu, 4 Januari 2026.

Jalur sepanjang 50,2 kilometer ini telah melayani puluhan ribu kendaraan yang ingin menyaksikan perkembangan IKN di tanah Borneo. Penutupan sementara dilakukan bukan karena adanya masalah teknis besar, tetapi sebagai langkah evaluasi dan penyempurnaan sebelum fase akhir pengerjaan.

Baca Juga

Donor Darah Kemenag Warnai Peringatan Hari Amal Bakti

Menurut Kepala BBPJN Kalimantan Timur, Yudi Hardiana, “Total yang melintas mencapai lebih dari 91.000 kendaraan sejak pembukaan 20 Desember hingga penutupan hari ini.” Data ini menunjukkan bahwa tol ini telah menjadi jalur yang sangat diminati masyarakat.

Lonjakan Lalu Lintas dan Tiga Faktor Utama

Rata-rata lalu lintas harian (LHR) Tol IKN mencapai 4.000–5.000 kendaraan, dengan puncak pada 25 Desember 2025 dan 1 Januari 2026, di mana volume kendaraan melampaui 6.000 unit per hari.

BBPJN Kalimantan Timur mengidentifikasi tiga faktor utama yang menyebabkan lonjakan pengguna jalan:

Rasa penasaran masyarakat untuk mencoba jalan tol fungsional terpanjang di Indonesia saat ini.

Efek libur Natal dan Tahun Baru, yang bersamaan dengan libur sekolah dan cuti nasional.

Fungsi tol sebagai jalur alternatif menuju Martapura, Kalimantan Selatan, terutama untuk agenda Haul Guru Sekumpul.

Selain Tol IKN, Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) juga mengalami kenaikan signifikan, tercatat sebanyak 300.817 kendaraan pada 3 Januari, melonjak 22,51 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Lonjakan ini memperlihatkan bahwa masyarakat semakin memanfaatkan tol sebagai jalur cepat dan nyaman.

Evaluasi Operasional dan Catatan Keamanan

Kepala Satuan Kerja Pembangunan IKN II, Alfin Jerry, menekankan bahwa selama 16 hari operasional fungsional, ada beberapa catatan penting.

Salah satunya adalah penyempurnaan keamanan jalan. Meski arus lalu lintas terpantau lancar, tercatat beberapa insiden kecil, seperti kendaraan pecah ban, bensin habis, hingga mogok. "Evaluasi menunjukkan perlunya perapian rambu-rambu lalu lintas yang lebih komprehensif," jelas Alfin.

Selain itu, fase akhir pengerjaan tol akan meliputi pengaspalan terakhir (wearing course) untuk memastikan permukaan jalan halus dan aman. Beberapa titik strategis juga akan disinkronkan lebarnya agar jalan lebih nyaman dan aman bagi pengendara. Penyempurnaan ini ditargetkan rampung pada awal Maret 2026.

Persiapan Dibukanya Kembali dan Fungsional Lebaran

Bagi masyarakat yang belum sempat menjajal Tol IKN, tidak perlu berkecil hati. Ada sinyal kuat bahwa tol ini akan dibuka kembali secara fungsional pada periode Mudik Lebaran 2026.

"Kami akan meminta persetujuan dari pusat, baik dari Menteri Pekerjaan Umum (PU) maupun Dirjen Bina Marga, terkait fungsional lanjutan nanti untuk Lebaran. Jadi, kita tunggu saja dulu," ujar Alfin.

Beberapa persiapan utama sebelum dibuka kembali meliputi:

Penyelesaian pengaspalan wearing course.

Perapian dan penambahan rambu-rambu lalu lintas.

Sinkronisasi lebar jalur di titik-titik kritis.

Persiapan ini memastikan tol tidak hanya fungsional, tetapi juga aman dan nyaman untuk pengguna, terutama pada periode puncak Mudik Lebaran.

Tol IKN sebagai Jalur Strategis Masa Depan

Tol IKN bukan hanya sekadar objek wisata bagi masyarakat yang penasaran, tetapi juga berfungsi sebagai jalur strategis dalam mobilitas di Kalimantan. Jalan tol ini mempermudah akses menuju berbagai kota, fasilitas penting, dan lokasi kegiatan sosial atau keagamaan.

Selain meningkatkan efisiensi perjalanan, Tol IKN berperan sebagai jalur alternatif untuk mengurangi kemacetan di jalur konvensional. Operasional fungsional ini juga menjadi uji coba penting bagi pengelola dalam memantau lalu lintas, insiden kecil, dan efektivitas sistem keamanan.

Keberhasilan tol fungsional ini menjadi indikator kesiapan infrastruktur IKN secara keseluruhan. 

Dengan lebih dari 91.000 kendaraan melintas, masyarakat membuktikan antusiasmenya tinggi, sekaligus menegaskan pentingnya tol ini sebagai pendukung pembangunan dan konektivitas ibu kota baru.

Penutupan sementara Tol IKN merupakan langkah strategis untuk memastikan semua pengaspalan, rambu, dan jalur siap digunakan. 

Setelah penyempurnaan, tol ini diharapkan dapat kembali dibuka dalam kondisi optimal, aman, dan nyaman, sekaligus menjadi pilar transportasi masa depan di Ibu Kota Nusantara.

Celo

Celo

Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Digitalisasi Pembelajaran Dorong Kreativitas Guru dan Siswa Indonesia

Digitalisasi Pembelajaran Dorong Kreativitas Guru dan Siswa Indonesia

ASN Wajib Aktifkan Akun Digital Demi Layanan Kepegawaian Aman

ASN Wajib Aktifkan Akun Digital Demi Layanan Kepegawaian Aman

BMKG Prediksi Hujan Ringan di Banyak Wilayah Indonesia Hari

BMKG Prediksi Hujan Ringan di Banyak Wilayah Indonesia Hari

Presiden Prabowo Mohon Maaf Tegaskan Komitmen Sejahterakan Rakyat

Presiden Prabowo Mohon Maaf Tegaskan Komitmen Sejahterakan Rakyat

Prabowo Syukuri Kritik Sebagai Pengingat Pemerintahan Indonesia Yang Maju

Prabowo Syukuri Kritik Sebagai Pengingat Pemerintahan Indonesia Yang Maju