JAKARTA - Libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026 menunjukkan bahwa masyarakat tetap mengandalkan transportasi kereta sebagai pilihan utama mobilitas.
Tren ini tercermin dari lonjakan jumlah pengguna Commuter Line yang mencatatkan rekor baru dibandingkan periode Nataru sebelumnya.
Selain menjadi sarana transportasi sehari-hari, Commuter Line juga berperan penting menghubungkan kawasan perkotaan, pusat perbelanjaan, dan destinasi wisata selama musim libur.
Baca JugaPlaza Indonesia Realty Targetkan Okupansi Mall di Atas 90 perse pada 2026, Ini Strateginya
Data dari PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter) menunjukkan tingginya pemanfaatan layanan ini, termasuk Commuter Line Jabodetabek, Basoetta, dan Merak.
Kenaikan jumlah penumpang tidak hanya menandai kepercayaan masyarakat terhadap layanan publik, tetapi juga menunjukkan keberhasilan integrasi transportasi dalam menghadapi lonjakan permintaan pada masa libur panjang.
Lonjakan Penumpang Commuter Line Jabodetabek
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menyebutkan bahwa Commuter Line Jabodetabek melayani sebanyak 17.375.216 orang sepanjang periode Nataru, naik 5,85 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebanyak 16.414.378 pengguna.
Puncak volume terjadi pada malam tahun baru, 31 Desember 2025, dengan total pengguna mencapai 1.133.689 orang dalam satu hari.
Kenaikan ini sejalan dengan aktivitas masyarakat yang berpusat di kawasan kota besar, termasuk lokasi acara malam tahun baru.
Stasiun Bogor menjadi stasiun dengan jumlah pengguna tertinggi selama Nataru, mencapai 1.030.470 orang, diikuti Stasiun Tanahabang dengan 845.680 pengguna dan Stasiun Sudirman sebanyak 616.435 orang.
Tingginya volume penumpang menegaskan posisi Commuter Line sebagai pilihan transportasi handal dan efisien, terutama pada titik-titik strategis yang menjadi simpul mobilitas masyarakat.
Penggunaan Layanan Commuter Line Basoetta dan Merak
Sementara itu, Commuter Line Basoetta mencatat kenaikan penumpang sebesar 20,82 persen dengan total pengguna 126.845 orang.
Lonjakan tertinggi terjadi pada 24 Desember 2025, yakni 10.517 penumpang dalam satu hari, menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap layanan transportasi terintegrasi menuju Bandara Soekarno-Hatta.
Commuter Line Merak juga menunjukkan tren kenaikan penumpang, dengan total 275.003 orang, meningkat 3,72 persen dibandingkan periode Nataru sebelumnya.
Volume tertinggi tercatat pada 1 Januari 2026 dengan 17.035 penumpang, dan Stasiun Rangkasbitung sebagai stasiun perpindahan Commuter Line Jabodetabek dan Merak mencatat 105.035 pengguna.
Selain itu, layanan Kereta Petani dan Pedagang yang menyatu dengan perjalanan Commuter Line Merak tetap beroperasi, melayani 2.469 pengguna selama Nataru.
Data ini menunjukkan fleksibilitas layanan KAI Commuter untuk menjangkau kebutuhan khusus masyarakat sekaligus mendukung distribusi logistik.
Integrasi dan Promosi Layanan
KAI Commuter turut memberikan promosi tiket untuk meningkatkan aksesibilitas transportasi, termasuk tarif Rp 50.000 untuk perjalanan dari dan menuju Stasiun Bandara Soekarno-Hatta yang berlaku mulai 22 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026, dengan total pengguna mencapai 97.326 orang.
Program ini mendorong masyarakat memanfaatkan moda transportasi publik terintegrasi menuju bandara, mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, dan memperlancar arus mobilitas selama musim liburan.
Volume pengguna transit tertinggi tercatat di Stasiun Manggarai pada 1 Januari 2026 dengan 214.948 orang, serta di Stasiun Tanahabang pada 31 Desember 2025 sebanyak 154.311 orang.
Tingginya jumlah ini tidak terlepas dari peran stasiun sebagai simpul utama mobilitas masyarakat sekaligus akses ke pusat kota, pusat perbelanjaan, dan destinasi wisata.
Operasional Dan Keberhasilan Layanan
Selama periode Nataru, KAI Commuter mengoperasikan 1.065 perjalanan Commuter Line Jabodetabek, sedangkan pada malam tahun baru jumlah perjalanan meningkat menjadi 1.091 perjalanan.
Commuter Line Basoetta mengoperasikan 70 perjalanan harian selama periode 22 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026, dan Commuter Line Merak melayani 14 perjalanan per hari.
Peningkatan frekuensi perjalanan ini memastikan ketersediaan transportasi yang memadai bagi masyarakat sekaligus meminimalkan kepadatan pada titik-titik kritis.
Data ini sekaligus menunjukkan kemampuan KAI Commuter dalam mengatur layanan publik yang responsif terhadap dinamika musim libur dan kebutuhan masyarakat.
Secara keseluruhan, tingginya jumlah pengguna Commuter Line selama Nataru menegaskan bahwa kereta komuter tetap menjadi pilihan utama mobilitas publik, mengintegrasikan transportasi antarmoda, dan mendukung pergerakan masyarakat secara aman dan efisien di masa liburan panjang.
Alif Bais Khoiriyah
Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Baznas Hadir dengan Layanan Kesehatan Cepat Tanggap Bagi Korban Banjir Sumatera
- Rabu, 07 Januari 2026
Pemerintah Didesak Perkuat Pencegahan Superflu dengan Masker dan Imunisasi
- Rabu, 07 Januari 2026
Pemerintah Dorong Sekolah Terdampak Bencana Terapkan Pembelajaran Adaptif
- Rabu, 07 Januari 2026
Berita Lainnya
Baznas Hadir dengan Layanan Kesehatan Cepat Tanggap Bagi Korban Banjir Sumatera
- Rabu, 07 Januari 2026
Pemerintah Didesak Perkuat Pencegahan Superflu dengan Masker dan Imunisasi
- Rabu, 07 Januari 2026









