AC Milan Pernah Diam Diam Mengincar Kim Min jae Dari Bayern Munchen
- Selasa, 06 Januari 2026
JAKARTA - Jendela transfer musim panas 2025 kerap dikenang sebagai periode sibuk bagi AC Milan.
Namun, di balik derasnya arus kedatangan pemain baru, tersimpan satu cerita menarik yang nyaris tak terendus publik.Alih-alih diumumkan secara terbuka, upaya ini berjalan senyap dan penuh kehati-hatian. Fokusnya bukan sekadar menambah jumlah pemain, melainkan mengejar kualitas di posisi krusial.
Langkah tersebut menunjukkan bagaimana manajemen Rossoneri bekerja dengan pendekatan berlapis. Mereka tidak hanya mengejar target realistis, tetapi juga menimbang peluang besar yang sulit terwujud.
Baca JugaCara Mendapatkan Kode Pemulihan Snapchat lewat Email dan Nomor Telepon
Salah satu nama yang masuk dalam radar tersembunyi itu adalah Kim Min-jae. Bek tangguh Bayern Munchen tersebut diam-diam menjadi bahan pembicaraan internal Milan.
Strategi Transfer Milan yang Menyebar ke Banyak Posisi
Musim panas 2025 menjadi momentum penting bagi AC Milan untuk membentuk ulang skuad. Manajemen bergerak agresif demi memastikan tim mampu bersaing di semua kompetisi.
Tidak hanya satu sektor yang disentuh, hampir seluruh lini mendapat perhatian. Total sekitar sepuluh pemain direkrut sebagai bagian dari perencanaan jangka pendek dan panjang.
Langkah ini memperlihatkan ambisi Milan yang tidak ingin setengah-setengah. Kedalaman skuad menjadi prioritas agar performa tetap stabil sepanjang musim.
Lini belakang termasuk area yang mendapat sorotan khusus. Milan ingin memastikan pertahanan mereka cukup solid menghadapi jadwal padat dan tekanan kompetisi.
Nama Kim Min jae Muncul di Tengah Hiruk Pikuk
Di tengah banyaknya nama baru yang diumumkan, muncul kabar bahwa Milan sempat melirik Kim Min-jae. Ketertarikan ini terjadi saat Rossoneri aktif memperkuat sektor pertahanan.
Kim Min-jae sendiri baru bergabung dengan Bayern Munchen pada awal musim 2023/2024. Ia didatangkan dari Napoli setelah tampil gemilang di Serie A.
Bek asal Korea Selatan itu langsung menjadi bagian penting di Bayern. Ia selalu bermain penuh dalam dua laga awal Liga Champions musim tersebut.
Pada matchday pertama Grup A, Bayern menang 4-3 atas Manchester United. Mereka kemudian mengalahkan FC Copenhagen 2-1 pada matchday kedua.
Kondisi tersebut membuat Kim tetap berada dalam sorotan klub-klub besar Eropa. Milan pun melihatnya sebagai sosok ideal untuk memperkokoh lini belakang.
Rekrutan Bertahan Milan dan Dinamika Peran
Pada periode yang sama, AC Milan memang mendatangkan beberapa pemain bertahan. Nama seperti David Odogu, Zavhary Athekame, Koni De Winter, dan Pervis Estupinan ikut meramaikan daftar.
Kehadiran mereka menambah opsi bagi pelatih dalam meracik pertahanan. Namun, tidak semua rekrutan langsung mendapat menit bermain signifikan.
David Odogu dan Zavhary Athekame tercatat masih minim tampil di paruh awal musim. Adaptasi dan persaingan internal menjadi faktor penentu.
Situasi ini membuat Milan tetap membuka kemungkinan mendatangkan bek berpengalaman. Kim Min-jae pun dianggap sebagai figur pemimpin di lini belakang.
La Gazzetta dello Sport bahkan menyebut Kim sebagai target “impian” Milan. Bek tersebut dikabarkan terbuka untuk kembali ke Italia.
Meski demikian, jalan menuju kesepakatan disebut sangat terjal. Banyak aspek non-teknis yang harus diselesaikan sebelum transfer bisa terwujud.
Pandangan Fabrizio Romano soal Hambatan Utama
Isu ketertarikan Milan terhadap Kim Min-jae kemudian mendapat tanggapan dari Fabrizio Romano. Pakar transfer tersebut membahasnya melalui kanal YouTube miliknya.
Komentar Romano tersebut dikutip oleh MilanNews dan memberi gambaran realistis. Ia menegaskan bahwa rumor kembalinya Kim ke Italia bukan hal baru.
“Dalam beberapa jendela transfer terakhir, ia sering dikaitkan dengan klub-klub Italia, dalam hal ini AC Milan. Selalu ada banyak pembicaraan tentang kembalinya Kim, yang jelas telah mencapai sesuatu yang luar biasa di Italia dengan kemenangan Scudetto bersama Napoli, sosok kunci.”
Romano menambahkan bahwa Milan memang sempat melakukan pendekatan. Namun, kendala utama muncul pada aspek finansial.
“Selain persetujuan kami terhadapnya di musim panas, Milan telah menanyakan tentang dirinya, tetapi bahkan saat itu masalah gaji tidak dapat diatasi, dan bahkan memasukkan beberapa pemain dalam negosiasi pun tidak cukup.”
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa negosiasi tidak berjalan sederhana. Struktur gaji Kim menjadi tembok tinggi yang sulit ditembus Milan.
Sikap Tegas Bayern Munchen Pertahankan Pemain Kunci
Selain persoalan finansial, sikap Bayern Munchen juga menjadi penghalang besar. Klub Jerman itu disebut tidak berniat melepas Kim Min-jae.
Menurut Romano, Bayern justru ingin meningkatkan performa tim. Mereka melihat Kim sebagai bagian penting dari rencana tersebut.
“Klub Jerman itu, tampaknya, tidak berniat melepaskan pemain kunci dari tim yang tidak berkinerja baik, tetapi justru ingin berkinerja lebih baik. Mereka sangat antusias dengan persatuan skuad dan pelatih Kompany.”
Bayern menilai kehilangan Kim akan berdampak signifikan. Terlebih, ia dianggap sebagai salah satu pilar di lini belakang.
“Kehilangan Kim ke Bayern di jendela transfer ini benar-benar berarti kehilangan pemain kunci. Pesan yang datang dari Bayern adalah bahwa mereka tidak berniat melepaskan Kim.”
Dengan kondisi tersebut, upaya senyap AC Milan akhirnya menemui jalan buntu. Meski gagal terwujud, kisah ini menunjukkan betapa seriusnya Milan membangun tim.
Pendekatan diam-diam terhadap Kim Min-jae menjadi bukti bahwa Rossoneri berani bermimpi besar. Meski tidak selalu berakhir sukses, strategi ini menegaskan ambisi mereka di level tertinggi.
Alif Bais Khoiriyah
Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Baznas Hadir dengan Layanan Kesehatan Cepat Tanggap Bagi Korban Banjir Sumatera
- Rabu, 07 Januari 2026
Pemerintah Didesak Perkuat Pencegahan Superflu dengan Masker dan Imunisasi
- Rabu, 07 Januari 2026
Pemerintah Dorong Sekolah Terdampak Bencana Terapkan Pembelajaran Adaptif
- Rabu, 07 Januari 2026
Berita Lainnya
Baznas Hadir dengan Layanan Kesehatan Cepat Tanggap Bagi Korban Banjir Sumatera
- Rabu, 07 Januari 2026
Pemerintah Didesak Perkuat Pencegahan Superflu dengan Masker dan Imunisasi
- Rabu, 07 Januari 2026









