Panduan Lengkap Cara Mengatasi WhatsApp Kena Spam
- Selasa, 06 Januari 2026
Jakarta - Cara mengatasi WhatsApp kena spam bisa menjadi langkah penting ketika kamu menemukan pesan berulang dari nomor asing yang menawarkan hadiah palsu, promosi mencurigakan, atau tautan berbahaya.
Bahkan, dalam kasus yang lebih serius, akun WhatsApp-mu bisa diblokir dengan peringatan “Akun ini tidak diizinkan menggunakan WhatsApp karena spam”.
Spam di WhatsApp merupakan pesan atau panggilan yang tidak diinginkan, biasanya mengandung konten penipuan atau informasi mengganggu, yang bisa memicu gangguan hingga pemblokiran akun.
Baca JugaAxioo Adalah: Sejarah, Produk Unggulan, & Tantangan di Pasar Indonesia
Berdasarkan data We Are Social 2025, sekitar 70% pengguna WhatsApp di Indonesia pernah menerima spam, dengan 40% di antaranya berpotensi mengandung penipuan seperti tautan phishing.
Panduan ini akan membantumu memahami langkah-langkah yang tepat untuk mengatasi spam di WhatsApp serta menjaga keamanan akun agar tetap aman.
Dengan mengetahui prosedur yang benar, kamu dapat mencegah gangguan dan melindungi data pribadi dari penyalahgunaan.
Cara mengatasi WhatsApp kena spam menjadi keterampilan penting agar pengalaman menggunakan WhatsApp tetap aman dan nyaman.
Mengapa penting tahu cara mengatasi WA kena spam?
WhatsApp merupakan aplikasi pesan instan yang paling banyak digunakan di dunia, dengan 2,8 miliar pengguna aktif secara global dan sekitar 150 juta pengguna di Indonesia pada tahun 2025 (Statista).
Kepopuleran ini membuatnya menjadi sasaran bagi para pengirim spam dan penipu yang mengirim pesan masal, tautan berbahaya, atau menambahkan pengguna ke grup tanpa izin.
Aktivitas semacam ini tidak hanya mengganggu kenyamanan pengguna, tetapi juga berisiko terhadap keamanan data pribadi, termasuk pencurian informasi perbankan atau peretasan akun.
Lebih parahnya lagi, jika akun dianggap melakukan aktivitas spam—baik karena diretas maupun penggunaan aplikasi pihak ketiga yang tidak resmi—WhatsApp dapat memblokir akun tersebut, baik sementara maupun permanen.
Umumnya, pemblokiran berlangsung antara 24 jam hingga beberapa hari, tetapi bisa menjadi permanen untuk pelanggaran berat.
Artikel ini bertujuan membantu memahami cara memulihkan akun WhatsApp dari gangguan spam serta mencegah masalah serupa di masa depan.
Pembahasan mencakup cara mengenali tanda-tanda pesan spam, langkah praktis seperti memblokir atau melaporkan nomor, hingga prosedur mengembalikan akun yang diblokir.
Selain itu, diberikan tips pencegahan, termasuk pengaturan privasi, menghindari aplikasi tidak resmi, serta saran khusus bagi pengguna WhatsApp untuk kebutuhan bisnis.
Berdasarkan laporan CNBC Indonesia 2025, sekitar setengah dari kasus spam di Indonesia berasal dari nomor asing yang menawarkan “hadiah” atau “investasi” palsu.
Dengan memahami langkah-langkah ini, pengguna dapat menjaga komunikasi tetap aman, nyaman, dan terlindungi, baik untuk keperluan pribadi maupun profesional.
Apa Itu Spam di WhatsApp dan Mengapa Akun Bisa Diblokir?
Spam di WhatsApp merujuk pada pesan, panggilan, atau aktivitas lain yang tidak diinginkan, biasanya dikirim secara massal oleh nomor asing atau bot dengan tujuan promosi, penipuan, atau penyebaran tautan berbahaya.
Contoh umumnya termasuk pesan hadiah palsu, pinjaman tanpa jaminan, atau link phishing yang bisa mencuri data pribadi.
Spam juga bisa muncul dalam bentuk penambahan paksa ke grup atau panggilan berulang dari nomor asing.
Berdasarkan WhatsApp Transparency Report 2025, rata-rata 1,5 juta akun diblokir setiap bulan secara global karena spam, dengan Indonesia termasuk negara dengan tingkat spam tinggi.
Mengenali jenis spam menjadi langkah pertama dalam menangani masalah ini melalui cara mengatasi WA kena spam.
Tidak hanya mengganggu, spam juga memiliki risiko keamanan. Tautan phishing, misalnya, dapat membawa pengguna ke situs palsu untuk mencuri kata sandi atau informasi bank.
Laporan Kominfo 2025 menunjukkan sekitar 60% pesan spam di Indonesia mengandung tautan phishing.
WhatsApp sendiri memanfaatkan algoritma AI untuk mendeteksi spam, berdasarkan pola pengiriman massal atau aktivitas tidak wajar.
Jika akun diretas atau digunakan untuk spam tanpa sepengetahuan pemiliknya, risiko pemblokiran meningkat. Oleh karena itu, tindakan cepat menjadi penting dalam melindungi akun dan data pribadi.
Beberapa jenis spam yang umum ditemui di WhatsApp antara lain:
- Pesan promosi: Penawaran hadiah, pinjaman, atau investasi palsu.
- Tautan phishing: Link yang mencuri data atau menyebarkan malware.
- Grup tak dikenal: Penambahan otomatis ke grup promosi tanpa izin.
- Panggilan spam: Panggilan berulang dari nomor asing.
Pemblokiran akun biasanya terjadi karena dianggap terlibat dalam aktivitas spam, baik disengaja maupun tidak. Faktor utamanya meliputi:
- Pengiriman pesan massal: Mengirim pesan ke banyak kontak dalam waktu singkat.
- Peretasan akun: Akun yang diretas bisa digunakan untuk spam.
- Aplikasi tidak resmi: Misalnya WhatsApp GB atau FM WhatsApp, yang melanggar aturan resmi.
- Pelaporan pengguna: Banyak laporan dari pengguna lain dapat memicu pemblokiran.
Lama pemblokiran bervariasi, untuk sementara biasanya 24–72 jam, tetapi bisa permanen jika pelanggaran berat, seperti penyebaran malware.
Memahami faktor-faktor ini adalah kunci untuk mengetahui cara mengatasi WA kena spam dan mencegah akun diblokir di masa depan.
Penyebab pemblokiran utama:
- Pengiriman pesan massal tanpa izin.
- Akun diretas dan digunakan untuk spam.
- Penggunaan aplikasi pihak ketiga yang tidak resmi.
- Banyak laporan dari pengguna lain.
Mengenali Tanda-Tanda WhatsApp Terkena Spam
Sebelum menerapkan langkah-langkah untuk menangani WhatsApp yang terkena spam, penting untuk mengetahui ciri-ciri pesan dan panggilan spam. Beberapa indikator yang umum ditemui antara lain:
Ciri Pesan atau Panggilan Spam
- Nomor asing: Biasanya menggunakan kode negara seperti +234 (Nigeria) atau +91 (India).
- Konten mencurigakan: Pesan menawarkan hadiah palsu, pinjaman tanpa syarat, atau meminta informasi pribadi.
- Tautan mencurigakan: URL singkat (misal bit.ly) atau alamat situs yang tidak jelas, seperti “winprize.xyz”.
- Bahasa tidak wajar: Tata bahasa buruk atau terjemahan otomatis, misalnya “Kamu menang iPhone, klik sini!”.
Panggilan spam sering muncul sebagai panggilan singkat yang terputus atau berulang tanpa meninggalkan pesan suara.
Laporan Kominfo 2025 menunjukkan sekitar 30% panggilan spam di Indonesia berasal dari nomor VoIP yang sulit dilacak.
Tanda-Tanda Pesan Spam:
- Berasal dari nomor asing atau tidak dikenal.
- Mengandung tautan atau penawaran yang tidak masuk akal.
- Bahasa tidak alami atau banyak kesalahan.
- Menggunakan taktik “klik segera” untuk menipu.
Tanda Akun Terlibat Spam atau Diretas
Selain menerima pesan spam, akunmu bisa menjadi sumber spam karena diretas atau kesalahan pengguna. Beberapa tanda meliputi:
- Pesan keluar tanpa izin: Kontak melaporkan menerima pesan aneh dari akunmu.
- Aktivitas login mencurigakan: Notifikasi login dari perangkat atau lokasi yang tidak dikenal.
- Penambahan ke grup asing: Akun otomatis masuk ke grup promosi.
- Pemblokiran tiba-tiba: Muncul notifikasi “Akun diblokir karena spam”.
Tanda Akun Bermasalah:
- Pesan keluar tanpa sepengetahuan pengguna.
- Login dari perangkat atau lokasi asing.
- Bergabung ke grup tak dikenal secara otomatis.
- Muncul notifikasi pemblokiran spam.
Cara Mengatasi WhatsApp Kena Spam
Memahami cara mengatasi WhatsApp kena spam sangat penting agar akun tetap aman, pesan tidak terganggu, dan data pribadi terlindungi dari penyalahgunaan.
1. Memblokir dan Melaporkan Nomor Pengirim Spam
Langkah awal untuk menangani pesan atau panggilan yang tidak diinginkan adalah dengan memblokir dan melaporkan nomor yang bersangkutan. Cara melakukannya:
- Buka percakapan dari nomor yang mencurigakan.
- Ketuk nama atau nomor yang tertera di bagian atas layar.
- Gulir ke bawah dan pilih opsi “Laporkan Kontak”, kemudian konfirmasi.
- Pilih “Blokir” agar nomor tersebut tidak dapat menghubungi lagi.
- Jika nomor menambahkan ke grup tanpa izin, gunakan opsi “Laporkan Grup” pada pengaturan grup.
Manfaat dari tindakan ini adalah WhatsApp akan meninjau nomor tersebut. Jika terbukti melakukan spam, nomor dapat diblokir secara global.
Sebaiknya simpan tangkapan layar sebagai bukti, terutama bila pesan mengandung penipuan untuk keperluan laporan resmi.
Ringkasan langkah blokir dan lapor:
- Buka chat, ketuk nomor pengirim.
- Pilih “Laporkan Kontak” dan “Blokir”.
- Laporkan grup bila perlu.
- Simpan bukti tangkapan layar.
2. Menyesuaikan Pengaturan Privasi
Mengatur privasi akun merupakan langkah proaktif untuk mengurangi gangguan dari pesan atau panggilan tidak diinginkan. Dengan membatasi siapa yang bisa melihat informasi dan menghubungi akunmu, risiko spam dapat diminimalkan. Caranya:
- Buka WhatsApp, masuk ke Pengaturan > Privasi.
- Foto Profil: ubah menjadi “Kontak Saya” atau “Tidak Ada” agar orang asing tidak melihatnya.
- Status: atur ke “Kontak Saya” agar spammer tidak bisa memantau aktivitas.
- Terakhir Dilihat: pilih “Tidak Ada” untuk menyembunyikan informasi waktu online.
- Grup: ubah pengaturan “Siapa yang bisa menambahkan ke grup” menjadi “Kontak Saya” saja.
- Panggilan: aktifkan fitur senyapkan panggilan dari nomor yang tidak dikenal melalui pengaturan privasi panggilan.
Fitur terbaru pada 2025 termasuk filter panggilan berbasis AI, yang otomatis memblokir panggilan dari nomor mencurigakan.
Ringkasan pengaturan privasi:
- Foto Profil: Kontak Saya atau Tidak Ada
- Status: Kontak Saya
- Terakhir Dilihat: Tidak Ada
- Grup: Hanya Kontak Saya
- Aktifkan senyapkan panggilan dari nomor asing
3. Hindari Tautan dan Aplikasi Berbahaya
Seringkali, spam di WhatsApp melibatkan tautan phishing atau aplikasi pihak ketiga yang bisa membahayakan akun. Salah satu cara menangani spam adalah dengan menjauhi konten semacam ini:
- Jangan klik tautan dari nomor asing karena bisa menginstal malware atau mencuri data pribadi.
- Gunakan aplikasi resmi WhatsApp yang diunduh dari Google Play Store atau App Store, hindari versi modifikasi seperti WhatsApp GB atau FM WhatsApp.
- Periksa keaslian pesan, terutama yang meminta verifikasi akun, pastikan berasal dari nomor resmi WhatsApp, misalnya +44 atau +1.
Data 2025 menunjukkan 20% kasus peretasan akun berasal dari tautan phishing. Sebaiknya juga pasang antivirus terpercaya untuk mendeteksi malware dari tautan berbahaya.
Tips menghindari risiko:
- Abaikan tautan dari nomor asing.
- Gunakan aplikasi resmi WhatsApp.
- Pastikan pesan verifikasi dari nomor resmi.
- Pasang antivirus yang tepercaya.
4. Memulihkan Akun yang Diblokir karena Aktivitas Spam
Jika akun diblokir akibat dianggap melakukan spam, langkah-langkah berikut membantu mengembalikannya:
- Buka WhatsApp dan perhatikan notifikasi pemblokiran, biasanya bertuliskan “Akun ini diblokir karena spam”.
- Ketuk opsi “Hubungi Kami” atau kirim email ke support@whatsapp.com.
- Jelaskan kondisi akun, misalnya “Akun saya diretas dan digunakan untuk spam tanpa sepengetahuan saya.”
- Sertakan nomor lengkap (misal: +6281234567890) beserta bukti berupa tangkapan layar aktivitas mencurigakan.
- Tunggu respons dari WhatsApp, umumnya dalam 24–72 jam.
Durasi pemblokiran sementara biasanya 24–72 jam, namun bisa lebih lama jika proses peninjauan kompleks.
Jika pemblokiran permanen, satu-satunya cara adalah membuat akun baru dengan nomor berbeda. Setelah pemulihan, aktifkan autentikasi dua faktor (2FA) melalui Pengaturan > Akun > Verifikasi Dua Langkah untuk menjaga keamanan.
Langkah pemulihan akun:
- Ketuk “Hubungi Kami” di aplikasi WhatsApp.
- Kirim email ke support@whatsapp.com dengan rincian masalah.
- Sertakan nomor telepon dan bukti aktivitas mencurigakan.
- Aktifkan autentikasi dua faktor setelah akun dipulihkan.
Tips Mencegah WhatsApp Kena Spam di Masa Depan
Setelah berhasil menangani spam di WhatsApp, langkah pencegahan menjadi hal penting agar masalah serupa tidak muncul kembali. Berdasarkan panduan WhatsApp 2025, beberapa tips yang efektif antara lain:
- Aktifkan autentikasi dua faktor (2FA): Tambahkan lapisan keamanan berupa PIN melalui Pengaturan > Akun > Verifikasi Dua Langkah.
- Perbarui aplikasi secara rutin: Selalu gunakan versi terbaru WhatsApp agar mendapat pembaruan keamanan terkini.
- Jaga kerahasiaan kode OTP: Kode verifikasi enam digit bersifat pribadi dan tidak boleh dibagikan kepada siapa pun.
- Laporkan spam dengan cepat: Blokir dan laporkan nomor yang mencurigakan agar sistem WhatsApp dapat menindak nomor spam lebih efektif.
- Edukasi kontak: Ingatkan teman atau kerabat agar tidak membagikan nomor teleponmu ke grup yang tidak dikenal.
Data 2025 menunjukkan bahwa 90% akun dengan 2FA tetap aman dari upaya peretasan. Dengan disiplin mengikuti langkah-langkah pencegahan ini, akun dapat tetap terlindungi secara maksimal.
Ringkasan tips pencegahan:
- Aktifkan Verifikasi Dua Langkah.
- Perbarui WhatsApp secara rutin.
- Jangan bagikan kode OTP.
- Segera laporkan nomor spam.
Sebagai penutup, dengan memahami langkah-langkah dan pencegahan yang tepat, cara mengatasi WhatsApp kena spam bisa dilakukan agar akun tetap aman dan bebas gangguan.
Enday Prasetyo
Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Baznas Hadir dengan Layanan Kesehatan Cepat Tanggap Bagi Korban Banjir Sumatera
- Rabu, 07 Januari 2026
Pemerintah Didesak Perkuat Pencegahan Superflu dengan Masker dan Imunisasi
- Rabu, 07 Januari 2026
Pemerintah Dorong Sekolah Terdampak Bencana Terapkan Pembelajaran Adaptif
- Rabu, 07 Januari 2026
Berita Lainnya
Baznas Hadir dengan Layanan Kesehatan Cepat Tanggap Bagi Korban Banjir Sumatera
- Rabu, 07 Januari 2026
Pemerintah Didesak Perkuat Pencegahan Superflu dengan Masker dan Imunisasi
- Rabu, 07 Januari 2026









