Breaking

130 Mahasiswa FK Untad Resmi Ucap Janji Dokter Muda Bersama

GE
Kamis, 29 Januari 2026
130 Mahasiswa FK Untad Resmi Ucap Janji Dokter Muda Bersama
130 Mahasiswa FK Untad Resmi Ucap Janji Dokter Muda Bersama

JAKARTA - Sebanyak 130 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako (Untad) resmi melangkah ke fase baru dalam perjalanan akademiknya. Mereka mengikuti prosesi Ikrar Janji Dokter Muda ke-36 yang menjadi penanda kesiapan memasuki tahap pendidikan profesi atau koas serta praktik klinis. Prosesi yang berlangsung khidmat itu digelar di Aula Baru Fakultas Kedokteran Untad, Selasa (27/1/2026), sekaligus menjadi momen penting yang menegaskan bahwa tantangan sesungguhnya di dunia kedokteran baru saja dimulai.

Ikrar yang diucapkan bukan sekadar formalitas, melainkan pernyataan komitmen moral dan profesional untuk mengabdi kepada kemanusiaan. Di hadapan civitas akademika, para mahasiswa menyatakan kesiapan menjalani pendidikan profesi dengan penuh tanggung jawab. Momen ini juga menegaskan bahwa mereka bukan lagi sekadar mahasiswa tahap sarjana, melainkan calon dokter yang mulai bersentuhan langsung dengan pelayanan kesehatan dan dinamika dunia klinis.

Prosesi Sakral Penanda Masuk Tahap Koas dan Praktik Klinis

Ikrar Janji Dokter Muda ke-36 menjadi titik transisi penting bagi 130 mahasiswa FK Untad. Setelah menuntaskan pendidikan akademik, mereka kini bersiap memasuki lingkungan rumah sakit dan fasilitas layanan kesehatan sebagai bagian dari pendidikan profesi. Tahap ini akan menjadi ujian nyata yang menuntut ketekunan, ketahanan mental, dan kesiapan menghadapi berbagai situasi medis secara langsung.

Dalam prosesi tersebut, suasana sakral terasa kuat karena ikrar dokter muda selalu memiliki makna yang lebih dalam dibanding kegiatan seremonial kampus pada umumnya. Janji yang dilafalkan para mahasiswa menegaskan tekad untuk menjalankan proses pendidikan profesi dengan penuh integritas, disiplin, dan etika. Selain itu, kegiatan ini juga menandai perubahan peran: dari pembelajar teori menjadi pelaksana praktik klinis yang harus mampu menerapkan ilmu di lapangan dengan pengawasan tenaga medis senior.

Dekan FK Untad: Pendidikan Profesi Adalah Ujian Sesungguhnya

Dekan Fakultas Kedokteran Untad, Dr. dr. M. Sabir, M.Si menegaskan bahwa pendidikan profesi merupakan fase yang paling menentukan bagi calon dokter. Menurutnya, pada tahap ini kemampuan akademik saja tidak cukup. Para mahasiswa harus membangun karakter kuat yang mencerminkan profesionalisme.

Penekanan tersebut memperlihatkan bahwa keberhasilan koas tidak hanya ditentukan oleh nilai atau kecerdasan, tetapi juga ketangguhan dalam menjalani rutinitas klinis yang padat. Koas kerap menuntut kedisiplinan tinggi, kemampuan komunikasi, serta kesiapan menghadapi tekanan di lapangan. Karena itu, Dr. Sabir mendorong mahasiswa untuk aktif memperkaya diri, terutama dengan meningkatkan kebiasaan membaca dan mengasah kemampuan bahasa yang relevan dalam dunia medis.

Pemanfaatan Teknologi SIGA untuk Pantau Progres Akademik Mahasiswa

Dalam arahannya, Dr. dr. Sabir juga menyoroti pentingnya teknologi sebagai bagian dari penguatan sistem pendidikan profesi. Ia menyebut Aplikasi SIGA sebagai instrumen pemantauan progres akademik mahasiswa, termasuk mendeteksi kendala sejak dini.

Penggunaan SIGA dinilai membantu kampus dalam memastikan mahasiswa tidak tertinggal atau mengalami hambatan administrasi dan akademik yang dapat memperlambat proses pendidikan profesi. Salah satu poin yang disoroti adalah terkait Kartu Rencana Studi (KRS), yang sering menjadi bagian krusial dalam perencanaan studi mahasiswa. Melalui sistem ini, pemantauan dapat dilakukan lebih terukur sehingga kendala yang muncul bisa segera direspons.

Langkah ini sekaligus menunjukkan bahwa FK Untad berupaya mengembangkan sistem pendidikan profesi yang lebih adaptif terhadap kebutuhan zaman. Di era digital, pemantauan akademik berbasis aplikasi dinilai dapat meminimalkan keterlambatan informasi dan membantu mahasiswa menyelesaikan pendidikan profesinya secara lebih terarah.

Harapan Kolaborasi Orang Tua dan Kampus dalam Masa Koas

Tak hanya menyoroti peran mahasiswa dan kampus, Dr. Sabir juga menyampaikan harapan besar agar orang tua turut terlibat mendukung proses pendidikan profesi. Ia menekankan bahwa kolaborasi antara orang tua dan pihak kampus penting untuk memastikan mahasiswa menjalani masa koas dengan baik.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa koas bukan hanya proses akademik, tetapi juga fase pembentukan profesionalitas yang memerlukan dukungan lingkungan. Dengan adanya komunikasi dan dukungan dari orang tua, mahasiswa diharapkan dapat lebih fokus menjalani tahap profesi dengan konsisten, terutama ketika menghadapi tekanan atau tantangan selama praktik klinis.

Pesan Wakil Rektor: Janji Dokter Muda adalah Komitmen Kemanusiaan

Mewakili Rektor Untad, Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Eng. Ir. Andi Rusdin, S.T., M.T., M.Sc., mengingatkan bahwa janji yang diucapkan para dokter muda adalah komitmen besar terhadap kemanusiaan. Ia menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai etika dan integritas selama menjalani pendidikan profesi.

Pesan tersebut menegaskan bahwa proses pendidikan profesi harus dijalani dengan sungguh-sungguh. Bukan hanya soal menyelesaikan tahap koas secepat mungkin, tetapi juga memastikan kualitas dan kesiapan untuk terjun melayani masyarakat. Prof. Andi Rusdin menekankan bahwa kontribusi dokter kepada masyarakat akan semakin besar jika proses pendidikannya diselesaikan dengan baik dan penuh tanggung jawab.

Pada kesempatan yang sama, diumumkan pula mahasiswa dengan predikat lulusan IPK tertinggi. Predikat tersebut diraih Melianita Nurkhalifah Rasidin, S.Ked., dengan IPK 3,63 (Dengan Pujian) dan masa studi 3 tahun 3 bulan 7 hari.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua