Breaking

BCA Gelar Expoversary Surabaya, Optimistis KPR Tumbuh 5 Persen

GE
Jumat, 30 Januari 2026
BCA Gelar Expoversary Surabaya, Optimistis KPR Tumbuh 5 Persen
BCA Gelar Expoversary Surabaya, Optimistis KPR Tumbuh 5 Persen

JAKARTA - Sinyal pemulihan pasar properti pada 2026 mulai terbaca lebih jelas, terutama dari tingginya kebutuhan masyarakat terhadap hunian. Di tengah tantangan ekonomi yang masih berlangsung, permintaan rumah tetap menjadi salah satu motor penggerak sektor properti. Kondisi ini membuat PT Bank Central Asia Tbk (BCA) kembali agresif memperluas akses pembiayaan, salah satunya lewat pameran properti yang rutin digelar dan selalu mendapat perhatian besar dari calon pembeli.

BCA kembali akan menggelar pameran bertema BCA Expoversary 2026 di Ciputra World Surabaya. Pameran ini menjadi ajang yang tidak hanya menghadirkan proyek properti dari berbagai pengembang, tetapi juga menawarkan program KPR dengan bunga spesial yang ditujukan untuk mendorong minat beli masyarakat.

Event ini akan diikuti sekitar 43 pengembang dengan 70 proyek yang tersebar di Surabaya, Gresik, Sidoarjo, dan sekitarnya.

BCA Expoversary 2026 Digelar 6–8 Februari di Ciputra World Surabaya

Pameran BCA Expoversary 2026 dijadwalkan berlangsung pada 6–8 Februari di Mall Ciputra World Surabaya. Ajang ini menjadi salah satu pameran properti yang cukup ditunggu masyarakat karena menghadirkan banyak pilihan hunian sekaligus program pembiayaan menarik.

BCA menilai pameran semacam ini efektif mempertemukan kebutuhan calon pembeli rumah dengan penawaran dari para developer. Dengan banyaknya proyek yang dipamerkan, masyarakat dapat membandingkan opsi rumah sesuai kebutuhan, mulai dari lokasi, tipe, hingga skema cicilan yang paling cocok.

Selain itu, expo ini juga diperkaya dengan promo dari para pengembang yang jumlahnya cukup banyak dan bervariasi, sehingga membuat daya tarik pameran semakin kuat.

Permintaan Rumah Tinggi dan PPN-DTP Jadi Pendorong Optimisme

Senior Vice President Credit Consumer Loan BCA, Handy Weriko, menyatakan keyakinannya bahwa kondisi pasar properti tahun ini akan lebih baik dibandingkan tahun lalu. Optimisme itu didorong oleh dua hal utama: demand rumah yang tetap tinggi serta adanya dukungan kebijakan pemerintah berupa PPN-DTP.

Menurut Handy, program PPN DTP yang diumumkan sejak awal tahun membuat masa kebijakan menjadi lebih panjang. Ia mengakui, dalam beberapa kondisi, kebijakan tersebut bisa membuat sebagian konsumen menunda pembelian. Namun di sisi lain, insentif ini tetap menjadi faktor yang menarik untuk masyarakat yang berencana membeli properti.

Dengan berbagai faktor tersebut, Handy optimistis pameran yang digelar pada Februari mendatang akan mendapatkan respons positif dari masyarakat.

Bunga KPR Spesial 2,49 Persen Jadi Daya Tarik Utama

BCA menyiapkan program pembiayaan yang dirancang untuk mendorong transaksi selama pameran berlangsung. Selama expo, BCA menawarkan bunga KPR special 2,49 persen fixed 1 tahun serta 3,95 persen fixed 33 tahun.

Penawaran tersebut diyakini dapat memantik minat beli konsumen terhadap berbagai produk properti, terutama rumah yang sesuai dengan kebutuhan. Dengan bunga kompetitif, masyarakat diharapkan lebih percaya diri mengambil keputusan pembelian, karena cicilan bisa diatur lebih terukur.

Tidak hanya bunga KPR, berbagai promo dari developer juga menjadi faktor yang memperkuat daya tarik pameran. Kombinasi antara promo bank dan promo pengembang inilah yang biasanya membuat expo menjadi momentum “berburu” rumah bagi banyak calon pembeli.

BCA juga menyampaikan bahwa penawaran bunga menarik 2,49 persen akan berlaku hingga 31 Mei 2026, sehingga memberi waktu lebih panjang bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan program tersebut.

Tren KPR Surabaya: Refinancing Dominan dan Preferensi Bunga Berbeda

BCA juga memaparkan karakteristik pasar KPR di wilayah Surabaya yang cukup unik. Handy menyebut, sekitar 40 persen pengajuan KPR di wilayah Surabaya berasal dari refinancing.

Selain itu, terdapat perbedaan preferensi konsumen berdasarkan segmen harga rumah. Untuk KPR bernilai besar, konsumen cenderung memilih bunga berjenjang.

Namun, untuk segmen menengah dengan kisaran harga rumah tertentu, preferensinya berbeda. Konsumen menengah lebih menyukai bunga tetap karena dianggap memudahkan perencanaan pengeluaran.

Hal ini menunjukkan bahwa strategi produk KPR harus disesuaikan dengan profil pembeli, karena kebutuhan dan pola keuangan masing-masing segmen berbeda.

Serapan KPR Nasional Rp40 Triliun, BCA Surabaya Sumbang 15 Persen

Sementara itu, Vice President Consumer Loan BCA Surabaya, Meliani Tjondro, mengungkapkan bahwa tahun lalu secara nasional penyerapan KPR mencapai Rp40 triliun. Dari angka tersebut, kontribusi BCA Surabaya yang membawahi beberapa kota di Jawa Timur mencapai sekitar 15 persen.

Menariknya, portofolio terbesar berasal dari segmen rumah dengan nilai lebih terjangkau.

Data tersebut mengindikasikan tingginya kebutuhan hunian dari masyarakat kelas menengah, terutama kalangan muda yang sedang mencari rumah pertama. Karena itu, Meliani menyampaikan optimisme pertumbuhan KPR tetap bisa dijaga pada 2026.

Meliani juga menambahkan bahwa pameran seperti BCA Expoversary biasanya mampu menghasilkan kontribusi besar terhadap aplikasi KPR baru.

Selain KPR reguler, BCA juga memiliki program khusus untuk masyarakat berpenghasilan rendah.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua