Breaking

Pasar Kendaraan Listrik Indonesia Tetap Menjanjikan, Ini Buktinya Nyata

GE
Jumat, 30 Januari 2026
Pasar Kendaraan Listrik Indonesia Tetap Menjanjikan, Ini Buktinya Nyata
Pasar Kendaraan Listrik Indonesia Tetap Menjanjikan, Ini Buktinya Nyata

JAKARTA - Perkembangan kendaraan listrik di Indonesia kian menunjukkan arah yang jelas: pasar ini bukan sekadar tren sesaat, melainkan kebutuhan yang terus tumbuh. Dorongan global menuju keberlanjutan (sustainability), ditambah pertimbangan efisiensi biaya operasional, menjadi alasan kuat mengapa kendaraan listrik semakin banyak digunakan—baik oleh masyarakat maupun transportasi publik.

Di ibu kota, perubahan ini terlihat nyata. Kendaraan umum berbasis listrik mulai lebih sering ditemui di jalan, menandakan bahwa adopsi teknologi ramah lingkungan tidak lagi terbatas pada wacana. Bahkan, pemerintah daerah sudah memasang target besar yang memerlukan langkah konkret dalam bentuk armada transportasi masal yang lebih bersih.

Salah satu indikator paling jelas datang dari Transjakarta. Saat ini, Transjakarta sudah mengoperasikan lebih kurang 500 unit bus listrik dari berbagai merek, yang seluruhnya bertipe bus besar dengan panjang mencapai 12 meter atau lebih. Namun, di balik capaian itu, ada satu kebutuhan yang belum terpenuhi secara optimal: bus listrik berukuran medium yang bisa masuk ke jalur-jalur sempit, sebagaimana rute yang selama ini dilayani Jaklingko atau Minitrans.

Di titik inilah pasar kendaraan listrik Indonesia kembali menunjukkan potensinya. Masih ada ruang besar yang bisa digarap—dan kini mulai dijawab melalui produk baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan operasional di lapangan.

Bus Listrik Besar Sudah Banyak, Tapi Masih Ada Celah Kebutuhan

Keberhasilan Transjakarta mengoperasikan ratusan bus listrik memang patut diapresiasi. Namun karena seluruhnya bertipe bus besar, muncul keterbatasan tersendiri.

Dengan panjang kendaraan seperti ini tentu saja sulit untuk masuk ke lokasi-lokasi dengan kondisi jalan tidak terlalu besar, yang selama ini diarungi oleh Jaklingko atau Minitrans dengan bus medium dari produsen.

Di sisi lain, komitmen net zero emission Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada 2050 mengedepankan transportasi masal yang ramah lingkungan, di mana salah satunya ialah penggunaan bus listrik.

Artinya, kebutuhan terhadap kendaraan listrik tidak hanya soal menambah jumlah armada, tetapi juga menghadirkan jenis kendaraan yang tepat untuk karakter jalan dan pola layanan yang sudah ada. Kesenjangan ini sekaligus menjadi bukti bahwa pasar kendaraan listrik Indonesia masih sangat luas, karena kebutuhan belum sepenuhnya terpenuhi.

INVI Luncurkan Bus Medium Listrik Higer untuk Menjawab Tantangan

Peluang besar tersebut dimanfaatkan oleh PT Energi Makmur Buana (INVI) dengan meluncurkan bus medium berbasis listrik yang diproduksi oleh pabrikan kenamaan asal Tiongkok, Higer.

Bus ini dirancang dengan ukuran yang lebih ringkas dibanding bus listrik besar. Dengan panjang hanya sekitar 7,5 meter, serta desain dek tinggi (HIgh Deck), membuat bus ini diharapkan mampu melewati berbagai spesifikasi dan kondisi jalan yang selama ini belum mampu dijangkau oleh bus listrik yang telah lebih dahulu beropeasi.

Langkah ini memperlihatkan bahwa pengembangan kendaraan listrik di Indonesia mulai masuk fase lebih matang: bukan hanya menghadirkan produk, tetapi juga menyesuaikan desain dan spesifikasi dengan kebutuhan operasional di lapangan.

Bus Medium Punya Pasar Besar, dari Jakarta sampai Nasional

Kebutuhan bus medium sebenarnya bukan hal baru. Moda ini sudah lama menjadi tulang punggung transportasi massal di banyak kota, termasuk Jakarta.

Penggunaan bus medium di negeri ini sejatinya cukup besar. Di Jakarta saja, sedari puluhan tahun yang lalu, moda transportasi masal didominasi oleh bus-bus bertipe medium yang dioperatori oleh Kopaja, Metro Mini, Kopami Jaya, hingga Koantas Bima, yang mampu menjangkau beragam medan jalan.

Bahkan secara nasional, bus medium memiliki pasar yang luas karena fleksibilitasnya. Selain karena fleksibiltas dalam jangkauan, efisiensi juga menjadi keunggulan bus medium dibandingkan bus dengan panjang di atas 12 meter.

Inilah alasan mengapa peluncuran bus medium listrik menjadi sinyal kuat bahwa pasar kendaraan listrik Indonesia masih menjanjikan. Sebab, ketika kebutuhan yang besar bertemu dengan solusi yang sesuai, maka peluang ekspansi akan terbuka lebar.

Berbagai kelebihan inilah yang membuat INVI sebagai bagian dari Indika Energy Group yakin untuk meluncurkan produk ini ke pasaran, sebagai salah satu upaya mendukung visi net zero emission yang ditargetkan tercapai pada 2050.

Transjakarta Apresiasi, Target Operasional Bisa Maju ke 2026

Direktur Operasional dan Keselamatan PT Transjakarta, Daud Joseph, mengapresiasi kehadiran bus listrik medium Higer keluaran INVI ini. Sebagai operator utama dari lebih kurang 200 unit medium, keluarnya bus listrik medium ini tentu menambah opsi kendaraan yang hingga saat ini masih belum banyak ketersediaan unit yang bisa dipilih.

Kondisi ini juga menjawab persoalan yang selama ini cukup pelik: meski bus listrik besar sudah banyak beroperasi, belum ada satu pun yang mampu menyediakan bus medium yang spesifikasinya benar-benar cocok untuk jalur operasional bus medium.

Ini menjadi masalah pelik yang belum berhasil dipecahkan hingga saat ini. Dari sekian banyak operator yang telah mengoperasikan 500 unit Bus Listrik Transjakarta yang terdiri lima merek kenamaan, belum ada satu pun yang mampu menyediakan bus medium yang spesifikasinya mumpuni serta sesuai dengan karakter jalan wilayah jangkauan operasional bus-bus medium saat ini.

Karena itu, Daud berharap pengadaan bus medium listrik bisa lebih cepat dari rencana awal.

Pernyataan ini sekaligus menegaskan bahwa pasar kendaraan listrik masih terbuka luas: operator transportasi besar saja masih membutuhkan model tertentu yang belum tersedia.

Kesiapan Ekosistem Jadi Kunci: Pengalaman Operasional di Medan

Selain produk, hal penting lain dalam kendaraan listrik adalah kesiapan ekosistem—mulai dari teknisi, suku cadang, hingga layanan aftersales. INVI menekankan hal ini sebagai faktor pendukung utama agar bus medium listrik bisa benar-benar berjalan optimal di lapangan.

Direktur Operasional INVI, Yusa Oktavia, optimis Bus Medium Listrik dari Higer ini sanggup menjadi solusi cepat kebutuhan penyediaan bus medium yang hingga masih menjadi misteri yang belum terpecahkan. Dengan pengalaman operasional enam puluh (60) unit Bus Listrik di Medan, menjadi referensi sekaligus rekomendasi penting terkait operasional Bus Medium Listrik ini ke depannya.

Lebih lanjut, INVI juga menyiapkan layanan purnajual dan perawatan yang terukur.

Tak hanya itu, penguatan industri nasional juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang melalui peningkatan TKDN.

Dengan kebutuhan bus medium yang besar, target net zero emission yang jelas, serta solusi kendaraan yang mulai spesifik dan sesuai medan, pasar kendaraan listrik Indonesia memang masih menjanjikan—dan buktinya sudah terlihat di jalanan, bukan sekadar prediksi.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua