Pemkot Ambon Pastikan Stok Sembako Aman Menjelang Ramadan dan Idul Fitri
JAKARTA - Menjelang bulan suci Ramadan, kekhawatiran masyarakat terhadap ketersediaan bahan pokok biasanya ikut meningkat. Permintaan yang naik dalam waktu singkat kerap memicu gejolak harga, bahkan berpotensi menimbulkan kelangkaan di pasar apabila distribusi tidak berjalan lancar. Situasi inilah yang menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Ambon, yang memastikan sejak awal bahwa pasokan kebutuhan pokok tetap aman dan terjaga.
Untuk memastikan kondisi pasar tetap stabil, Pemerintah Kota Ambon menggelar Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Rapat tersebut secara khusus membahas kesiapan stok dan distribusi bahan pokok menjelang Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri. Pemerintah menegaskan langkah antisipasi ini dilakukan agar masyarakat bisa menjalankan ibadah dengan tenang tanpa dibayangi ketidakpastian pasokan sembako maupun kenaikan harga yang tak terkendali.
Wakil Walikota Ambon, Ely Toisuta, menekankan bahwa pemerintah tidak ingin menunggu masalah muncul terlebih dahulu. Pemkot memilih bergerak lebih cepat melalui koordinasi lintas sektor, sekaligus menguatkan pengawasan terhadap pasokan dan distribusi di lapangan.
Rakor TPID Jadi Langkah Awal Kendalikan Inflasi Daerah
Pemerintah Kota Ambon gelar Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Rakor itu membahas ketersediaan stok bahan kebutuhan pokok jelang bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.
Langkah ini menjadi bagian penting dari strategi pengendalian inflasi daerah. Pemerintah menyadari bahwa Ramadan dan Idul Fitri merupakan momen yang selalu diiringi peningkatan kebutuhan masyarakat. Jika tidak dipersiapkan secara matang, kondisi tersebut dapat mendorong kenaikan harga yang memengaruhi daya beli warga.
Melalui Rakor TPID, Pemkot Ambon ingin memastikan semua pihak terkait bergerak dalam satu arah dan memiliki kesepahaman yang sama: menjaga stabilitas pasokan, menekan potensi lonjakan harga, serta menjamin distribusi tetap berjalan.
Fokus Utama: Distribusi Sembako dan Minyak Tanah Harus Lancar
Fokus utama pembahasan adalah memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi sembako serta minyak tanah agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan harga tetap terkendali selama Ramadhan hingga Idul Fitri, kata Wakil Walikota Ambon Ely Toisuta, Kamis, 29 Januari 2026.
Selain sembako, minyak tanah juga menjadi komoditas yang mendapat perhatian khusus. Di sejumlah wilayah, minyak tanah masih menjadi kebutuhan penting masyarakat untuk aktivitas rumah tangga. Karena itu, kelancaran distribusinya harus dipastikan, terutama ketika kebutuhan meningkat saat Ramadan.
Pemerintah ingin memastikan tidak ada hambatan distribusi, baik dari sisi pasokan maupun jalur penyaluran ke masyarakat. Upaya ini dilakukan agar ketersediaan barang tetap merata, tidak terjadi kelangkaan, dan harga di pasar tidak melonjak.
Stabilitas Harga dan Pasokan Jadi Prioritas Saat Hari Besar Keagamaan
Menurutnya, stabilitas pasokan dan harga bahan pokok merupakan prioritas pemerintah kota Ambon, khususnya pada momentum hari besar keagamaan yang biasanya diiringi peningkatan kebutuhan masyarakat.
Dalam kondisi tertentu, peningkatan kebutuhan masyarakat bisa dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk memainkan harga. Karena itu, Pemkot Ambon menegaskan komitmennya menjaga stabilitas pasar agar masyarakat tidak dirugikan.
Koordinasi lintas sektor sangat penting, agar tidak terjadi kelangkaan maupun lonjakan harga di pasar. Pemerintah ingin memastikan masyarakat Ambon dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan tenang, ujarnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Pemkot tidak hanya fokus pada stok, tetapi juga pada ketenangan masyarakat. Pemerintah ingin Ramadan berlangsung kondusif tanpa gejolak ekonomi yang membebani warga.
Distributor Wajib Bawa Data Stok hingga Maret 2026
Dalam rapat tersebut, para distributor diwajibkan membawa data stok kebutuhan pokok terkini serta rencana pasokan barang hingga bulan Maret 2026.
Kebijakan ini menjadi langkah penting agar pemerintah memiliki gambaran nyata kondisi pasokan di lapangan. Dengan data yang jelas, TPID bisa melakukan pemetaan risiko lebih dini, termasuk mengetahui komoditas mana yang berpotensi mengalami kekurangan.
Data tersebut bukan sekadar formalitas rapat, melainkan bahan utama dalam menentukan kebijakan. Apabila ditemukan potensi masalah pasokan, pemerintah dapat segera mengambil langkah cepat, baik melalui penguatan distribusi, pengawasan harga, maupun koordinasi tambahan dengan pihak terkait.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Ambon juga berharap seluruh pihak yang terlibat dapat berkomitmen menjaga ketersediaan dan distribusi bahan pokok secara berkelanjutan, demi kesejahteraan masyarakat.
Komitmen berkelanjutan ini penting, karena kestabilan pasar tidak hanya dibutuhkan menjelang Ramadan, tetapi juga selama bulan puasa hingga Idul Fitri, saat perputaran ekonomi masyarakat cenderung lebih tinggi.
Rakor Dipimpin Wawali, Libatkan Satgas Pangan dan Pertamina
Diketahui, rapat itu dipimpin langsung Wakil Walikota (Wawali) Ambon, Ely Tosuta, yang berlangsung di Ruang Rapat Vlissingen.
Rakor juga melibatkan Tim Satgas Pangan Kota Ambon serta para pemangku kepentingan strategis, di antaranya distributor bahan pokok, Pertamina, dan Hiswana Migas Kota Ambon.
Keterlibatan banyak pihak ini memperlihatkan bahwa pengendalian inflasi bukan hanya tugas pemerintah, tetapi memerlukan kerja sama seluruh pemangku kepentingan. Dengan duduk bersama dalam satu forum, pemerintah dapat memastikan koordinasi berjalan rapi, alur distribusi lebih terkendali, serta potensi hambatan bisa diselesaikan sejak dini.
Melalui Rakor TPID ini, Pemkot Ambon menunjukkan kesiapan menghadapi peningkatan kebutuhan menjelang Ramadan dan Idul Fitri. Pemerintah menegaskan, langkah pencegahan lebih penting dibanding penanganan saat masalah sudah terjadi. Dengan pasokan yang aman dan distribusi yang lancar, stabilitas harga diharapkan tetap terjaga, sehingga masyarakat Ambon dapat menjalani Ramadan dengan lebih nyaman dan tenang.