Breaking

Kemenkes Kirim 396 Nakes Bantu Pemulihan Banjir Longsor Aceh

GE
Senin, 02 Februari 2026
Kemenkes Kirim 396 Nakes Bantu Pemulihan Banjir Longsor Aceh
Kemenkes Kirim 396 Nakes Bantu Pemulihan Banjir Longsor Aceh

JAKARTA - Memasuki fase pemulihan pascabencana banjir dan longsor di Aceh, kebutuhan layanan kesehatan di lapangan dinilai semakin krusial. Risiko penyakit, kondisi fisik warga yang melemah, hingga tekanan mental akibat bencana menjadi tantangan yang tidak bisa ditangani setengah-setengah. Karena itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama Dinas Kesehatan Aceh kembali memperkuat barisan dengan menerjunkan ratusan tenaga kesehatan untuk membantu masyarakat di wilayah terdampak.

Langkah ini sekaligus menunjukkan bahwa penanganan bencana tidak berhenti pada masa tanggap darurat saja, melainkan berlanjut hingga tahap pemulihan yang membutuhkan kerja berkelanjutan, konsisten, dan tepat sasaran.

396 Tenaga Cadangan Kesehatan Bertugas 14 Hari di Delapan Daerah

Kemenkes bersama Dinas Kesehatan Aceh kembali menerjunkan 396 tenaga cadangan kesehatan (TCK) ke sejumlah wilayah terdampak banjir dan longsor di Tanah Rencong. Para tenaga kesehatan tersebut akan bertugas dalam periode dua pekan ke depan dan disebar ke delapan kabupaten/kota yang terdampak bencana.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Aceh Ferdiyus menegaskan, penguatan tenaga kesehatan ini merupakan bentuk dukungan nyata agar pelayanan kesehatan masyarakat tetap berjalan, terutama di masa pemulihan yang rawan memunculkan berbagai gangguan kesehatan.

“Tenaga cadangan kesehatan Kemenkes bersama Dinas Kesehatan Aceh yang diterjunkan hari ini berjumlah 396 tenaga kesehatan dan akan bekerja hingga 14 hari ke depan di delapan kabupaten/kota terdampak,” ujar Ferdiyus di Banda Aceh.

Pernyataan tersebut disampaikan Ferdiyus saat prosesi pelepasan Tenaga Cadangan Kesehatan Kemenkes dan Dinas Kesehatan Aceh Angkatan IV yang berlangsung di halaman parkir Meuligoe Gubernur Aceh, Banda Aceh. Pelepasan ini menandai dimulainya penugasan angkatan terbaru yang akan membantu pelayanan kesehatan masyarakat terdampak bencana.

Lebih dari 1.200 Nakes Sudah Diterjunkan Sejak Tanggap Darurat

Ferdiyus menjelaskan, pengerahan tenaga kesehatan tidak hanya dilakukan saat ini. Sejak masa tanggap darurat hingga memasuki fase pemulihan sekarang, jumlah tenaga kesehatan yang diterjunkan sudah melampaui angka 1.200 orang.

Artinya, langkah menerjunkan 396 TCK kali ini merupakan lanjutan dari kerja panjang yang telah berjalan selama beberapa waktu. Penugasan dilakukan untuk memastikan akses layanan kesehatan tidak terputus, sekaligus mempercepat pemulihan masyarakat yang terdampak banjir dan longsor.

Ferdiyus juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Aceh serta seluruh pihak yang telah mendukung kerja-kerja tenaga kesehatan di lapangan selama masa tanggap darurat hingga pemulihan pascabencana. Menurutnya, dukungan lintas pihak menjadi kunci agar pelayanan kesehatan tetap maksimal meski menghadapi keterbatasan situasi dan kondisi di lokasi bencana.

Pemerintah Aceh Apresiasi Dedikasi TCK Kemenkes dan Dinkes

Selain dari pihak Dinas Kesehatan Aceh, apresiasi juga disampaikan Pemerintah Aceh terhadap para tenaga kesehatan yang bertugas. Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) melalui sambutan yang dibacakan Asisten Keistimewaan dan Kesejahteraan Aceh Syakir menilai dedikasi TCK Kemenkes dan Dinas Kesehatan Aceh sangat penting dalam membantu masyarakat, baik saat tanggap darurat maupun masa pemulihan.

Penghargaan tersebut menggambarkan bahwa peran tenaga kesehatan bukan sekadar pelengkap, melainkan salah satu pilar utama dalam menjaga ketahanan masyarakat pascabencana. Keberadaan mereka di lapangan menjadi bentuk perlindungan nyata bagi warga yang rentan terhadap penyakit maupun gangguan kesehatan lainnya.

Hari ke-67 Pascabencana: Pemulihan Butuh Konsistensi dan Ketekunan

Syakir menjelaskan, Aceh kini memasuki hari ke-67 pascabencana. Pada titik ini, penanganan sudah berada dalam fase pemulihan yang membutuhkan ketekunan serta konsistensi. Tantangan yang dihadapi pun tidak lagi hanya soal kondisi darurat, tetapi sudah berkembang menjadi persoalan kesehatan yang lebih kompleks.

Ia menyebut, dalam fase pemulihan, masyarakat menghadapi berbagai risiko kesehatan, mulai dari ancaman penyakit, kebutuhan pemulihan kondisi fisik, hingga pemulihan mental warga terdampak.

“Dalam fase pemulihan, kehadiran tenaga kesehatan menjadi penopang yang sangat penting agar proses pemulihan berjalan berkelanjutan, efektif, dan tepat sasaran,” kata Syakir.

Dengan kondisi tersebut, keberadaan tenaga kesehatan di wilayah terdampak bukan hanya untuk merawat warga sakit, melainkan juga untuk menjaga keberlanjutan pemulihan, mencegah masalah kesehatan berkembang lebih besar, serta memastikan warga mendapatkan pendampingan medis sesuai kebutuhan.

Komitmen Koordinasi Lapangan dan Pesan untuk Tim Nakes

Syakir menambahkan, Pemerintah Aceh menyadari tugas para tenaga kesehatan di lapangan tidak ringan. Namun, dengan kompetensi, pengalaman, serta kerja sama yang solid, seluruh tim diharapkan mampu menjalankan tugas secara profesional dan penuh tanggung jawab.

Dalam kesempatan itu, ia menegaskan komitmen Pemerintah Aceh untuk mendukung kelancaran koordinasi di lapangan agar kerja-kerja tenaga kesehatan dapat berjalan optimal. Pemerintah juga memberikan pesan agar para tenaga kesehatan tetap menjaga kondisi diri selama menjalankan tugas.

Dengan penugasan 396 tenaga cadangan kesehatan ini, pemerintah berharap pemulihan pascabencana di Aceh dapat berlangsung lebih cepat dan terarah. Tidak hanya memulihkan kondisi wilayah, tetapi juga memastikan kesehatan masyarakat tetap terjaga di tengah tantangan yang masih berlangsung.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua