Breaking

Kekalahan Tipis Dari Udinese Hentikan Tren Kemenangan Beruntun Skuat AS Roma

GE
Selasa, 03 Februari 2026
Kekalahan Tipis Dari Udinese Hentikan Tren Kemenangan Beruntun Skuat AS Roma
Kekalahan Tipis Dari Udinese Hentikan Tren Kemenangan Beruntun Skuat AS Roma

JAKARTA – Harapan AS Roma untuk terus melanjutkan tren positif di kancah Serie A Liga Italia musim 2025-2026 harus terbentur tembok kokoh saat bertandang ke markas Udinese. Dalam laga pekan ke-23 yang digelar di Bluenergy Stadium pada Senin malam waktu setempat atau Selasa (2/2/2026) dini hari WIB, tim tamu yang dikenal dengan julukan Il Giallorossi (Si Kuning-Merah) dipaksa menyerah dengan skor tipis 0-1. Kekalahan ini menjadi pukulan bagi anak asuh Roma karena rentetan kemenangan mereka di liga domestik resmi terhenti di tangan tim tuan rumah yang tampil sangat disiplin.

Pertandingan ini menjadi panggung bagi Udinese untuk membuktikan ketangguhan mereka saat bermain di depan pendukung sendiri. Sebaliknya, bagi Roma, hasil ini membuat mereka tertahan dalam persaingan papan atas, meskipun secara posisi mereka masih berada di zona kompetisi Eropa. Skor minimalis ini sudah cukup bagi Udinese untuk mengamankan poin penuh sekaligus memperbaiki posisi mereka di tabel klasemen sementara.

Agresivitas Udinese Sejak Menit Awal Dan Kegigihan Mile Svilar

Sejak wasit meniup peluit tanda dimulainya pertandingan, Udinese langsung mengambil inisiatif serangan. Tim tuan rumah tidak menunjukkan keraguan untuk menekan pertahanan Roma secara agresif. Terbukti, dalam sepuluh menit pertama, Udinese sudah memberikan ancaman serius dengan melepaskan dua tembakan berbahaya dari dalam kotak penalti. Namun, Roma beruntung memiliki kiper Mile Svilar yang tampil sigap; seluruh usaha awal dari Udinese tersebut berhasil ia gagalkan melalui penyelamatan yang gemilang.

Roma sendiri tampak kesulitan untuk mengembangkan permainan di awal laga. Rapatnya barisan tengah Udinese membuat aliran bola Il Giallorossi sering terputus sebelum mencapai sepertiga akhir lapangan. Roma baru berhasil mencatatkan tembakan tepat sasaran pertamanya pada menit ke-28 melalui skema serangan balik, namun hal itu belum cukup untuk mengubah keadaan hingga babak pertama berakhir dengan skor kacamata.

Momentum Gol Jurgen Ekkelenkamp Yang Mengejutkan Di Awal Babak Kedua

Memasuki babak kedua, petaka bagi AS Roma datang begitu cepat. Saat pertandingan baru berjalan empat menit usai masa jeda, tepatnya pada menit ke-49, gawang Mile Svilar akhirnya jebol. Kebuntuan pecah melalui skema bola mati yang dieksekusi dengan sempurna oleh penggawa Udinese, Jurgen Ekkelenkamp.

Tendangan bebas yang dieksekusi oleh Ekkelenkamp meluncur akurat dan tidak mampu dihalau oleh Svilar, meski sang kiper sudah berusaha menjangkau bola. Gol tunggal ini menjadi pembeda utama dalam pertandingan tersebut. Bagi Roma, tertinggal di awal babak kedua memaksa mereka untuk keluar dari zona nyaman dan bermain lebih terbuka, sebuah situasi yang justru dimanfaatkan Udinese untuk memperkuat pertahanan mereka secara kolektif.

Pertahanan Solid Udinese Redam Upaya Penyeimbang Kedudukan Il Giallorossi

Pasca gol Ekkelenkamp, AS Roma meningkatkan intensitas serangan secara signifikan. Tim tamu mulai mendominasi penguasaan bola dan mengurung pertahanan Udinese. Donyell Malen sempat mencoba peruntungannya melalui tendangan keras, namun usahanya masih bisa diantisipasi dengan baik oleh kiper Udinese, Maduka Okoye, yang tampil impresif sepanjang malam itu.

Strategi Udinese untuk bermain lebih defensif setelah unggul terbukti sangat efektif. Pertahanan mereka yang sangat solid membuat banyak peluang Roma terblok bahkan sebelum bola sempat mengarah ke gawang. Upaya dari Lorenzo Pellegrini dan kolega untuk membongkar barisan belakang tuan rumah selalu menemui jalan buntu. Hingga peluit panjang dibunyikan, Roma tidak berhasil mencetak gol penyama kedudukan, yang sekaligus menghentikan rentetan kemenangan mereka di Serie A musim ini.

Dampak Hasil Pertandingan Terhadap Posisi Klasemen Sementara Liga Italia

Kekalahan ini memberikan dampak yang kontras bagi kedua tim dalam tabel klasemen sementara Liga Italia. Hasil ini membuat Roma tetap berada di posisi kelima klasemen dengan total 43 poin. Meskipun tidak bergeser posisi, kegagalan membawa pulang poin membuat jarak mereka dengan tim di peringkat empat besar berpotensi melebar, sekaligus memberikan kesempatan bagi tim di bawahnya untuk mendekat.

Di sisi lain, kemenangan ini menjadi berkah besar bagi Udinese. Tambahan tiga poin membuat mereka merangkak naik ke posisi kesembilan dengan koleksi 32 poin. Keberhasilan menumbangkan tim sekaliber AS Roma diharapkan menjadi modal kepercayaan diri bagi Udinese untuk menatap sisa musim 2025-2026 dengan lebih optimis. Bagi para pendukung setia Roma, hasil ini menjadi catatan penting bagi staf pelatih untuk segera melakukan evaluasi, terutama dalam menghadapi strategi pertahanan berlapis yang diperagakan tim lawan.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua