Breaking

ASDP Perkuat Layanan Penyeberangan Papua Barat Daya Wilayah 3T

GE
Selasa, 03 Februari 2026
ASDP Perkuat Layanan Penyeberangan Papua Barat Daya Wilayah 3T
ASDP Perkuat Layanan Penyeberangan Papua Barat Daya Wilayah 3T

JAKARTA - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menegaskan komitmennya dalam memperkuat layanan penyeberangan di Sorong untuk mendukung wilayah Papua Barat Daya, khususnya daerah 3T (Tertinggal, Terluar, dan Terdepan). Layanan ini tidak hanya memudahkan mobilitas masyarakat, tetapi juga menjaga distribusi logistik yang sangat vital bagi kepulauan yang bergantung pada transportasi laut.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyatakan bahwa pengoperasian kapal dari Pelabuhan Klademak, Kota Sorong, dan Pelabuhan Arar, Kabupaten Sorong, merupakan wujud nyata perseroan dalam memastikan kesinambungan layanan di wilayah kepulauan. “Layanan penyeberangan menjadi jembatan harapan masyarakat agar tetap terhubung dan memiliki akses yang setara terhadap berbagai layanan dasar,” ujar Heru.

Konektivitas untuk Pertumbuhan Sosial dan Ekonomi

Menurut Heru, keberlanjutan layanan penyeberangan memiliki dampak langsung terhadap integrasi wilayah serta mendorong pertumbuhan sosial dan ekonomi Papua Barat Daya. Dengan konektivitas yang terjaga, masyarakat dapat lebih mudah mengakses pusat pendidikan, kesehatan, dan kegiatan ekonomi.

ASDP Cabang Sorong saat ini mengoperasikan 18 lintasan penyeberangan yang dilayani empat armada kapal, yakni KMP Kurisi, KMP Terubuk I, KMP Arar, dan KMP Kalabia. Seluruh armada beroperasi sepanjang tahun untuk memastikan mobilitas masyarakat kepulauan tetap lancar. Sepanjang Januari–Desember 2025, ASDP Cabang Sorong telah melayani lebih dari 64 ribu penumpang dan sekitar 12 ribu unit kendaraan, menegaskan tingginya ketergantungan masyarakat terhadap transportasi laut.

Layanan Penyeberangan dan Distribusi Logistik

Selain memfasilitasi perjalanan penumpang, ASDP juga memegang peran penting dalam menjaga kelancaran distribusi logistik antarpulau. General Manager ASDP Cabang Sorong, Eko Yulianto, menyebutkan sepanjang 2025 pihaknya menyeberangkan sekitar tiga ribu muatan barang, termasuk kebutuhan pokok seperti gula, kecap, mie instan, dan sembako lainnya.

“Transportasi penyeberangan menjadi tulang punggung distribusi logistik di wilayah 3T,” ujar Eko. Distribusi yang lancar ini dinilai krusial untuk menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga di kepulauan, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

Gerbang Wisata Nasional ke Raja Ampat

Jalur penyeberangan Sorong juga menjadi pintu gerbang utama menuju Raja Ampat, destinasi wisata dunia yang terkenal dengan keindahan alamnya seperti Wayag, Manta Sandy, dan Kali Biru. Kawasan ini menawarkan beragam aktivitas wisata, mulai dari snorkeling, diving, island hopping, hingga birdwatching.

Untuk mendukung sektor pariwisata, ASDP mengoperasikan lintasan strategis seperti Sorong–Waisai, Sorong–Waigeo, Sorong–Kalobo, Wejim–Kofiau, Arefi–Pam, dan Gag–Gebe. Sejak Oktober 2025, lintasan baru Foley–Waigama ditambahkan untuk memperluas akses masyarakat sekaligus meningkatkan konektivitas kawasan wisata. Keberadaan rute-rute ini memperkuat peran ASDP sebagai penghubung utama antarpulau sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal.

Komitmen ASDP untuk Layanan Berkelanjutan dan Aman

ASDP menegaskan komitmen menghadirkan layanan penyeberangan yang aman, andal, dan berkelanjutan. Perseroan terus memperkuat fasilitas dan armada, memastikan jadwal tetap berjalan sesuai rencana, serta menjaga keamanan dan kenyamanan penumpang.

Dengan strategi ini, ASDP berupaya memastikan masyarakat di wilayah 3T Papua Barat Daya tetap terhubung dengan pusat layanan publik, perdagangan, dan wisata, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Layanan penyeberangan yang teratur dan andal menjadi fondasi bagi pertumbuhan sosial-ekonomi dan keberlanjutan konektivitas antarpulau di kawasan terpencil ini.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua