Breaking

Dinas Kesehatan Aceh Raih Penghargaan Sangat Inovatif Melalui Terobosan E-Profilkes Terintegrasi

GE
Selasa, 03 Februari 2026
Dinas Kesehatan Aceh Raih Penghargaan Sangat Inovatif Melalui Terobosan E-Profilkes Terintegrasi
Dinas Kesehatan Aceh Raih Penghargaan Sangat Inovatif Melalui Terobosan E-Profilkes Terintegrasi

JAKARTA – Langkah nyata dalam memodernisasi tata kelola data kesehatan di Bumi Serambi Mekkah kembali membuahkan hasil yang membanggakan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh secara resmi dianugerahi Penghargaan Anugerah Inovasi Aceh (AIA) Tahun 2025. Apresiasi bergengsi ini diberikan atas keberhasilan instansi tersebut meluncurkan inovasi bertajuk "E-Profilkes Terintegrasi", sebuah sistem digital yang menjadi tonggak penting dalam penguatan data dan perencanaan pembangunan sektor kesehatan di Provinsi Aceh.

Prosesi penyerahan penghargaan berlangsung khidmat di ruang kerja Kepala Dinas Kesehatan Aceh pada Senin (2/2/2026). Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah Bappeda Aceh, Muhajir, ST, MT, menyerahkan langsung trofi dan sertifikat penghargaan tersebut kepada Plt. Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Ferdiyus, SKM, M.Kes. Capaian ini menempatkan Dinas Kesehatan Aceh dalam jajaran elit Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) dengan predikat "Sangat Inovatif".

Transformasi Digital Data Kesehatan Guna Mendukung Perencanaan Pembangunan Aceh Unggul

Inovasi E-Profilkes Terintegrasi hadir sebagai jawaban atas tantangan kebutuhan data kesehatan yang cepat, akurat, dan mudah diakses. Dalam ajang Anugerah Inovasi Aceh 2025 yang diinisiasi oleh Bappeda Aceh, program ini dinilai selaras dengan tema besar yang diusung, yakni “Akselerasi Inovasi Ekonomi untuk Peningkatan Kualitas Infrastruktur, SDM Unggul, dan Pertumbuhan Ekonomi Inklusif di Aceh.”

Keberadaan sistem ini tidak hanya sekadar menyimpan angka, melainkan menjadi basis data strategis bagi para pengambil kebijakan. Dengan adanya E-Profilkes, perencanaan program kesehatan di masa depan dapat dilakukan secara lebih presisi, berbasis data lapangan yang terkini, sehingga intervensi pemerintah terhadap isu-isu kesehatan masyarakat menjadi lebih efektif dan tepat sasaran.

Pemanfaatan Fitur E-Profilkes Dalam Penguatan Aksesibilitas Informasi Kesehatan Publik

Salah satu keunggulan utama dari E-Profilkes yang diusung oleh Dinas Kesehatan Aceh adalah kemampuannya dalam menyediakan informasi yang transparan bagi masyarakat luas. Sistem ini memuat beragam data krusial, mulai dari sebaran sarana kesehatan hingga ketersediaan tenaga medis di seluruh wilayah Aceh.

Plt. Kadinkes Aceh, Ferdiyus, merinci manfaat praktis dari platform ini. “E-Profilkes memuat data kesehatan umum yang dapat diakses publik, seperti jumlah sarana dan tenaga kesehatan, termasuk informasi 10 penyakit terbanyak, dan berbagai informasi kesehatan lainnya,” ujar Ferdiyus. Informasi mengenai sepuluh penyakit terbanyak ini sangat vital bagi masyarakat agar lebih waspada, sekaligus menjadi indikator penting bagi instansi terkait dalam melakukan sosialisasi pencegahan penyakit.

Visi Integrasi Sistem Dan Kolaborasi Lintas Instansi Pascabencana Aceh

Meskipun telah meraih prestasi, Dinas Kesehatan Aceh tidak lantas berpuas diri. Ferdiyus mengungkapkan visi jangka panjang untuk mengembangkan E-Profilkes agar dapat bersinergi dengan ekosistem digital Pemerintah Aceh lainnya. Ia menekankan pentingnya pembinaan berkelanjutan dari Bappeda Aceh agar aplikasi ini bisa terus berevolusi mengikuti kebutuhan daerah, terutama dalam hal mitigasi bencana.

“Kami berharap kolaborasi dan pembinaan berkelanjutan dari Bappeda Aceh dapat terus dilakukan agar inovasi ini dapat dikembangkan lebih lanjut, misalnya bisa diintegrasikan atau bridging dengan berbagai aplikasi lainnya termasuk penguatan data kebencanaan,” tutur Ferdiyus. Harapan ini sangat relevan mengingat kondisi geografis Aceh yang memerlukan kesiapsiagaan data yang kuat guna meminimalisir dampak risiko kesehatan saat terjadi bencana alam.

Mekanisme Seleksi Ketat Dan Apresiasi Bagi SKPA Paling Inovatif

Keberhasilan meraih predikat SKPA Sangat Inovatif bukanlah proses yang singkat. Anugerah Inovasi Aceh merupakan bentuk apresiasi yang melalui tahapan seleksi berjenjang dan ketat. Dimulai dari sosialisasi dan pembinaan teknis, hingga proses verifikasi dokumen inovasi yang dilaporkan melalui sistem resmi Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri.

Pada tahun 2025, persaingan berlangsung cukup ketat dengan masuknya 58 inovasi daerah dari berbagai SKPA sebagai nominasi. Setelah melalui kurasi, ditetapkan 28 inovasi sebagai finalis yang dinilai langsung oleh Tim Penilai Inovasi Aceh pada 10–14 November 2025 di Kantor Bappeda Aceh. Berdasarkan Keputusan Gubernur Aceh Nomor 500.10.30.2/1439/2025, Dinas Kesehatan Aceh pun ditetapkan sebagai salah satu penerima penghargaan terbaik bersama sejumlah instansi lainnya seperti RSUD dr. Zainoel Abidin, Dinas Perhubungan, dan beberapa dinas lainnya.

Penghargaan ini diserahkan secara langsung ke masing-masing instansi guna menyesuaikan dengan kondisi dan situasi pascabencana di Aceh. Dengan adanya apresiasi ini, diharapkan budaya inovasi terus tumbuh subur di lingkungan Pemerintah Aceh demi peningkatan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua