Breaking

Mahasiswa BBK Universitas Airlangga Edukasi Literasi Finansial Bagi Ibu Rumah Tangga

GE
Kamis, 05 Februari 2026
Mahasiswa BBK Universitas Airlangga Edukasi Literasi Finansial Bagi Ibu Rumah Tangga
Mahasiswa BBK Universitas Airlangga Edukasi Literasi Finansial Bagi Ibu Rumah Tangga

JAKARTA - Pemberdayaan ekonomi di tingkat desa sering kali dimulai dari dapur dan catatan keuangan keluarga. Menyadari peran sentral perempuan dalam stabilitas ekonomi domestik, kelompok Belajar Bersama Komunitas (BBK) Universitas Airlangga (UNAIR) yang bertugas di Desa Raciwetan menginisiasi sebuah program strategis untuk meningkatkan literasi finansial bagi ibu rumah tangga. Langkah ini diambil bukan sekadar sebagai pemenuhan tugas akademik, melainkan sebuah aksi nyata dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-4 mengenai pendidikan berkualitas dan poin ke-8 terkait pekerjaan layak serta pertumbuhan ekonomi.

Mahasiswa UNAIR melihat bahwa tantangan ekonomi di pedesaan sering kali bukan hanya disebabkan oleh tingkat pendapatan, melainkan kurangnya pemahaman mengenai manajemen arus kas dan skala prioritas. Dengan menyasar ibu-ibu rumah tangga, edukasi ini diharapkan mampu menciptakan efek domino yang positif bagi ketahanan finansial keluarga di Desa Raciwetan. Melalui pendekatan yang komunikatif dan aplikatif, para mahasiswa berupaya membekali para ibu dengan keterampilan mengelola aset kecil menjadi modal kesejahteraan yang berkelanjutan.

Urgensi Pendidikan Keuangan Dalam Memperkuat Pondasi Ekonomi Keluarga Di Pedesaan

Literasi keuangan adalah fondasi yang sering kali terlupakan dalam pembangunan masyarakat desa. Dalam sosialisasi yang digelar oleh mahasiswa BBK UNAIR, ditekankan bahwa pemahaman mengenai keuangan bukan hanya milik mereka yang bekerja di sektor formal, tetapi sangat krusial bagi ibu rumah tangga yang mengelola anggaran harian. Pendidikan keuangan yang berkualitas (SDG 4) menjadi pintu masuk bagi warga untuk memahami risiko-risiko finansial, termasuk cara menghindari praktik pinjaman yang merugikan.

Edukasi ini mencakup pengenalan konsep dasar seperti membedakan antara kebutuhan mendesak dan keinginan konsumtif. Mahasiswa memberikan simulasi sederhana mengenai bagaimana menyisihkan dana darurat di tengah keterbatasan pendapatan. Dengan meningkatnya pengetahuan finansial para ibu, diharapkan mereka dapat mengambil keputusan ekonomi yang lebih bijak, sehingga stabilitas internal keluarga tetap terjaga meskipun menghadapi dinamika harga kebutuhan pokok yang sering kali fluktuatif di pasar lokal.

Strategi Pengelolaan Arus Kas Guna Mendorong Kemandirian Dan Pertumbuhan Ekonomi

Sejalan dengan semangat SDG 8, peningkatan literasi finansial di Desa Raciwetan bertujuan untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dari unit terkecil masyarakat. Mahasiswa memaparkan teknik pencatatan keuangan yang sederhana namun efektif, sehingga para ibu dapat memantau ke mana perginya setiap rupiah yang dikeluarkan. Pengelolaan arus kas yang disiplin adalah langkah awal bagi keluarga di desa untuk mulai memikirkan investasi jangka panjang atau bahkan merintis usaha mikro secara mandiri.

Dalam sesi tersebut, dibahas pula mengenai pentingnya memisahkan uang pribadi dengan uang yang dialokasikan untuk modal usaha kecil-kecilan. Banyak ibu rumah tangga di Desa Raciwetan yang memiliki potensi usaha sampingan, namun sering kali terkendala oleh manajemen modal yang bercampur dengan kebutuhan dapur. Dengan pendampingan dari mahasiswa BBK UNAIR, para peserta diajak untuk lebih berani merencanakan masa depan ekonomi mereka melalui pengelolaan dana yang lebih rapi dan berorientasi pada produktivitas.

Membangun Kesadaran Investasi Dan Proteksi Diri Dari Bahaya Keuangan Digital

Di era digital saat ini, literasi finansial tidak lengkap tanpa pengenalan terhadap produk keuangan modern dan risikonya. Mahasiswa memberikan peringatan dini mengenai bahaya skema investasi ilegal dan pinjaman daring yang tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal ini menjadi bagian penting dari proteksi ekonomi warga Desa Raciwetan agar aset yang telah dikumpulkan dengan susah payah tidak hilang begitu saja karena kurangnya informasi.

Para peserta diberikan panduan mengenai cara memanfaatkan lembaga keuangan resmi atau koperasi desa yang lebih aman sebagai tempat menabung. Kesadaran untuk memproteksi diri dari penipuan berbasis finansial menjadi materi yang sangat diminati, mengingat semakin masifnya akses ponsel pintar hingga ke tangan ibu-ibu di pedesaan. Mahasiswa UNAIR berperan sebagai fasilitator informasi yang menjembatani antara kompleksitas dunia keuangan modern dengan realitas kebutuhan harian masyarakat desa.

Kontribusi Mahasiswa UNAIR Dalam Mewujudkan Keberlanjutan Program Di Desa Raciwetan

Kehadiran mahasiswa BBK UNAIR di Desa Raciwetan membawa semangat kolaborasi yang segar antara akademisi dan komunitas lokal. Program edukasi literasi finansial ini dirancang agar memberikan dampak yang berkelanjutan, bukan hanya sekadar kegiatan satu kali selesai. Mahasiswa berharap agar para ibu rumah tangga yang telah mendapatkan edukasi ini dapat menjadi mentor bagi sesama warga lainnya di lingkungan sekitar mereka.

Kesuksesan program ini tercermin dari antusiasme para peserta dalam berdialog dan berkonsultasi mengenai masalah keuangan yang mereka hadapi. Melalui pengabdian masyarakat ini, Universitas Airlangga kembali membuktikan komitmennya dalam mencetak mahasiswa yang tidak hanya unggul secara teori, tetapi juga peka terhadap persoalan riil di masyarakat. Sinergi antara pendidikan (SDG 4) dan penguatan ekonomi (SDG 8) di Desa Raciwetan diharapkan dapat menjadi model bagi desa-desa lain dalam membangun ketahanan finansial berbasis kekuatan perempuan.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua