Kamis, 19 Februari 2026

Daftar Sepuluh Negara Dunia Yang Memangkas Jam Kerja Selama Ramadan 2026

Daftar Sepuluh Negara Dunia Yang Memangkas Jam Kerja Selama Ramadan 2026
Daftar Sepuluh Negara Dunia Yang Memangkas Jam Kerja Selama Ramadan 2026

JAKARTA - Kebijakan pengurangan durasi waktu kerja resmi diberlakukan oleh sejumlah negara di belahan dunia guna menghormati umat muslim yang menjalankan ibadah puasa.

Langkah ini diambil sebagai bentuk toleransi sekaligus upaya menjaga produktivitas para pekerja di tengah perubahan pola aktivitas harian selama bulan suci. Berdasarkan tinjauan kebijakan ketenagakerjaan global pada hari Kamis 19 Februari 2026, pemangkasan jam kerja ini bervariasi antara dua hingga tiga jam setiap harinya. Negara-negara dengan mayoritas penduduk muslim menjadi pelopor utama dalam menerapkan aturan ini agar para karyawan dapat beribadah dengan lebih khusyuk dan tenang.

Uni Emirat Arab Dan Arab Saudi Sebagai Pelopor Kebijakan

Baca Juga

Jadwal Imsakiyah Ramadan 2026 Untuk Wilayah Kota Medan Dan Sekitarnya Resmi Rilis

Uni Emirat Arab secara resmi mengumumkan pengurangan jam kerja selama dua jam bagi seluruh karyawan di sektor publik maupun sektor swasta tanpa kecuali. Otoritas Federal untuk Sumber Daya Manusia Manusia (FAHR) menegaskan bahwa langkah ini bertujuan untuk memberikan waktu lebih bagi keluarga untuk berkumpul saat berbuka. Selain itu, Arab Saudi juga menerapkan kebijakan serupa dengan mengatur jam operasional kantor pemerintahan agar lebih fleksibel guna mengakomodasi waktu sahur dan istirahat para pegawai.

Kebijakan di kedua negara ini seringkali menjadi acuan bagi negara-negara tetangga di kawasan Teluk dalam mengatur regulasi ketenagakerjaan selama bulan Ramadan setiap tahunnya. Pada hari Kamis 19 Februari 2026, suasana perkantoran di Dubai dan Riyadh terpantau lebih lengang di sore hari karena para pekerja sudah diperbolehkan pulang lebih awal. Perusahaan swasta pun diwajibkan mengikuti aturan ini guna memastikan kesejahteraan fisik dan mental para pekerja tetap terjaga optimal meskipun sedang dalam kondisi berpuasa.

Penerapan Durasi Kerja Singkat Di Kawasan Timur Tengah Lainnya

Negara-negara seperti Qatar, Kuwait, dan Oman juga masuk dalam jajaran negara yang memberikan keringanan jam kerja bagi para buruh dan staf administrasi mereka. Di Qatar, jam kerja resmi di sektor publik biasanya dipangkas menjadi hanya lima jam sehari, dimulai dari pagi hari hingga menjelang waktu salat dzuhur. Sementara itu di Kuwait, otoritas setempat mengatur jadwal kerja dengan sistem sif yang lebih pendek untuk memastikan pelayanan publik tetap berjalan tanpa membebani petugas.

Mesir dan Yordania juga tidak ketinggalan dalam menerapkan tradisi tahunan ini dengan mengeluarkan surat edaran resmi mengenai batas waktu operasional kantor dan pusat perbelanjaan. Masyarakat di negara-negara tersebut sangat menyambut baik kebijakan ini karena memungkinkan mereka untuk melakukan persiapan hidangan berbuka dengan lebih matang di rumah masing-masing. Pengurangan jam kerja ini terbukti tidak mengganggu stabilitas ekonomi nasional karena telah direncanakan dengan sangat matang oleh kementerian terkait jauh sebelum bulan puasa tiba.

Regulasi Khusus Di Negara Afrika Utara Dan Asia Selatan

Maroko dan Aljazair di kawasan Afrika Utara juga tercatat sebagai negara yang konsisten memangkas waktu kerja demi memberikan ruang bagi aktivitas keagamaan warganya. Perubahan jadwal ini juga berdampak pada operasional transportasi publik yang menyesuaikan jadwal keberangkatan dengan waktu pulang kerja yang lebih awal dari hari biasanya. Di Asia Selatan, Pakistan menjadi salah satu negara yang mengatur jam kerja perkantoran pemerintah dengan durasi yang jauh lebih singkat guna menghindari kelelahan pekerja.

Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia juga secara resmi memangkas jam kerja Aparatur Sipil Negara melalui peraturan presiden yang berlaku nasional. Penyesuaian ini mencakup pemangkasan durasi kerja mingguan menjadi 32,5 jam saja yang memberikan fleksibilitas bagi para pegawai untuk menjalankan ibadah dengan lebih maksimal. Langkah-langkah yang diambil oleh sepuluh negara ini menunjukkan adanya kesadaran global akan pentingnya keseimbangan antara kewajiban profesional dengan hak menjalankan keyakinan agama secara bebas.

Dampak Positif Keseimbangan Waktu Kerja Dan Ibadah

Para ahli sumber daya manusia menilai bahwa pemangkasan jam kerja ini memberikan dampak psikologis yang positif terhadap loyalitas dan semangat kerja para karyawan. Meskipun waktu bekerja berkurang, efektivitas dalam menyelesaikan tugas seringkali meningkat karena adanya motivasi ekstra untuk segera menyelesaikan pekerjaan sebelum waktu pulang tiba. Lingkungan kerja yang suportif terhadap nilai-nilai keagamaan menciptakan keharmonisan hubungan antara atasan dan bawahan yang sangat baik bagi keberlangsungan jangka panjang sebuah instansi.

Pemanfaatan teknologi bekerja dari rumah atau remote working juga semakin banyak diterapkan oleh perusahaan global di negara-negara tersebut selama bulan Ramadan 2026 ini. Fleksibilitas lokasi kerja memungkinkan para karyawan untuk tetap produktif sambil memantau aktivitas ibadah dan kebutuhan rumah tangga mereka dengan lebih mudah dan efisien. Hal ini membuktikan bahwa modernisasi sistem kerja dapat berjalan beriringan dengan nilai-nilai tradisional yang luhur dalam masyarakat dunia yang semakin terbuka dan juga toleran.

Harapan Terhadap Produktivitas Global Selama Bulan Ramadan

Masyarakat internasional berharap agar kebijakan ramah Ramadan ini dapat terus dipertahankan dan bahkan diadopsi oleh lebih banyak negara di masa yang akan datang. Keberhasilan sepuluh negara ini dalam mengelola waktu kerja menunjukkan bahwa kemajuan ekonomi tidak harus mengorbankan waktu beribadah dan waktu berkualitas bersama keluarga tercinta. Ramadan 2026 diharapkan menjadi momentum bagi semua pihak untuk saling menghargai perbedaan dan mendukung kenyamanan dalam menjalankan kewajiban agama masing-masing secara damai.

Setiap negara terus melakukan evaluasi terhadap kebijakan ini guna memastikan bahwa pelayanan vital kepada masyarakat tetap terjaga kualitasnya dengan sangat baik dan prima. Dukungan dari sektor swasta juga sangat krusial dalam menyukseskan implementasi pemangkasan jam kerja ini tanpa harus mengurangi hak-hak dasar finansial dari para pekerjanya. Dengan adanya koordinasi yang baik, bulan suci Ramadan dapat dilalui dengan penuh keceriaan, kesehatan, dan juga kesuksesan dalam pekerjaan serta ibadah yang dijalankan.

Yoga

Yoga

Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Daftar Ide Menu Sahur Praktis Yang Cocok Bagi Kantong Anak Kost

Daftar Ide Menu Sahur Praktis Yang Cocok Bagi Kantong Anak Kost

Daftar Menu Sahur Kilat Di Bawah Sepuluh Menit Yang Murah Dan Praktis

Daftar Menu Sahur Kilat Di Bawah Sepuluh Menit Yang Murah Dan Praktis

Dua Puluh Satu Ide Jualan Takjil Ramadan 2026 Paling Laris Menguntungkan

Dua Puluh Satu Ide Jualan Takjil Ramadan 2026 Paling Laris Menguntungkan

Jadwal Imsakiyah Ramadan 2026 Untuk Wilayah Kota Medan Dan Sekitarnya Resmi Rilis

Jadwal Imsakiyah Ramadan 2026 Untuk Wilayah Kota Medan Dan Sekitarnya Resmi Rilis

Mengenal Lebih Dekat Stablecoin Mulai Dari Pengertian Hingga Potensi Pemakaian

Mengenal Lebih Dekat Stablecoin Mulai Dari Pengertian Hingga Potensi Pemakaian