Harga Minyak Mentah Dunia Alami Penurunan Tipis pada Perdagangan Pasar Eropa
- Sabtu, 21 Februari 2026
JAKARTA - Harga kontrak berjangka minyak mentah dunia tercatat bergerak lebih rendah pada sesi perdagangan di pasar Eropa setelah sempat mengalami fluktuasi yang cukup tajam.
Penurunan ini dipicu oleh adanya aksi ambil untung dari para investor yang sebelumnya sempat mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga minyak pada awal pekan ini.
Meskipun demikian, sentimen pasar tetap dibayangi oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan hubungan diplomatik serta militer antara Amerika Serikat dan Iran.
Baca JugaPHE Cari Cadangan Minyak Baru dengan Telusuri Berbagai Daerah Terluar Indonesia
Dinamika Harga Minyak Mentah di Bursa Komoditas Internasional
Pada perdagangan di bursa New York, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate atau WTI diperdagangkan pada kisaran angka 63,41 dolar AS per barel saat penulisan.
Nilai tersebut menunjukkan adanya pelemahan sebesar 0,86 persen dibandingkan dengan posisi penutupan pada sesi perdagangan sebelumnya yang sempat berada di level yang lebih tinggi.
Pelaku pasar saat ini tengah mencermati data persediaan minyak cadangan dari Amerika Serikat guna memprediksi arah pergerakan harga komoditas energi tersebut dalam jangka pendek ke depan.
Pengaruh Eskalasi Ketegangan Geopolitik Global Terhadap Pasokan Energi
Faktor utama yang menahan penurunan harga lebih dalam adalah ancaman gangguan distribusi minyak melalui Selat Hormuz akibat memanasnya situasi militer di kawasan Timur Tengah.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah menetapkan tenggat waktu yang sangat ketat bagi Iran untuk segera mencapai kesepakatan baru terkait program nuklir yang mereka jalankan.
Kondisi ini membuat para analis pasar khawatir akan terjadinya hambatan pasokan minyak mentah global mengingat kawasan tersebut merupakan jalur vital bagi ekspor energi dunia ke berbagai benua.
Kesepakatan Impor Energi Antara Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat
Di tengah ketidakpastian harga global, Indonesia melalui Presiden Prabowo Subianto baru saja menandatangani kesepakatan besar untuk mengimpor energi dari Amerika Serikat senilai 15 miliar dolar AS.
Langkah ini diambil guna menjamin ketersediaan pasokan minyak mentah dan gas nasional melalui mekanisme perdagangan yang transparan serta kompetitif sesuai dengan regulasi yang berlaku secara internasional.
Kerja sama strategis ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus menjaga stabilitas harga bahan bakar di pasar domestik Indonesia agar tidak terlalu terpengaruh volatilitas global.
Prediksi Analis Mengenai Tren Pergerakan Harga Minyak di Masa Depan
Beberapa lembaga keuangan internasional memproyeksikan bahwa harga minyak mentah dunia akan tetap berada dalam rentang yang stabil namun sangat rentan terhadap isu keamanan global.
Jika eskalasi konflik di wilayah Teluk terus meningkat, bukan tidak mungkin harga minyak akan kembali melonjak menembus level psikologis baru yang jauh lebih tinggi dari saat ini.
Namun di sisi lain, peningkatan produksi minyak dari negara-negara non-OPEC seperti Amerika Serikat dan Brazil dapat menjadi penyeimbang pasokan yang mampu meredam lonjakan harga yang berlebihan.
Peran Strategis Perusahaan Minyak Nasional dalam Menjaga Stabilitas Harga
PT Pertamina Persero terus berupaya melakukan diversifikasi sumber pasokan minyak mentah dari berbagai negara guna mendapatkan harga terbaik bagi kebutuhan kilang di dalam negeri kita.
Perusahaan plat merah ini memastikan bahwa seluruh proses pengadaan komoditas energi dilakukan melalui sistem lelang yang terbuka guna menghindari adanya praktik penyimpangan dalam tata kelola migas.
Transparansi dalam pengelolaan impor energi menjadi kunci utama bagi pemerintah untuk tetap memberikan layanan energi yang terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat di pelosok wilayah nusantara.
Hingga laporan pasar ini diperbarui pada hari Sabtu 21 Februari 2026, para trader masih bersikap waspada sambil menunggu rilis data ekonomi terbaru dari negara-negara konsumen minyak terbesar.
Pasar energi diperkirakan akan tetap bergerak secara dinamis dengan tingkat volatilitas yang cukup tinggi sepanjang sisa jam perdagangan di kawasan Eropa dan Amerika Serikat pekan ini.
Pemerintah Indonesia terus memantau pergerakan harga komoditas dunia ini secara saksama sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun kebijakan subsidi serta anggaran pendapatan dan belanja negara mendatang.
Yoga
Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Pertumbuhan Ekonomi Syariah Indonesia Diprediksi Tembus 5,7 Persen Tahun Ini
- Jumat, 20 Februari 2026
Penjualan ULTJ Meningkat Signifikan dengan Optimalisasi Momentum Ramadhan
- Jumat, 20 Februari 2026
Epicor Hadirkan Teknologi Canggih dan Talenta Unggul untuk Industri Manufaktur
- Jumat, 20 Februari 2026
Berita Lainnya
Pertamina Resmi Teken Kesepakatan Impor BBM dan LPG dari Amerika Serikat Tahun 2026
- Sabtu, 21 Februari 2026
Dokumen Amdal Proyek Abadi Masela Resmi Diserahkan Sinyal Kuat Segera Groundbreaking
- Sabtu, 21 Februari 2026
PLN EPI Sukses Sabet 2 Penghargaan PRIA 2026 Perkuat Komunikasi Sektor Energi
- Sabtu, 21 Februari 2026
PLN Kalselteng Berhasil Tekan Durasi Serta Frekuensi Gangguan Listrik Tahun 2025
- Sabtu, 21 Februari 2026
Terpopuler
1.
Daftar 6 Jenis Makanan Ampuh Cegah Kanker Usus Besar Bagi Generasi Z
- 21 Februari 2026












