Kemendikdasmen Tegaskan Anggaran Pendidikan Tetap Memperkuat Program MBG
- Senin, 02 Maret 2026
JAKARTA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menegaskan bahwa kenaikan anggaran pendidikan tahun 2026 tidak akan memotong Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menjelaskan bahwa penambahan anggaran ini justru bertujuan mendukung program prioritas Presiden.
“Jadi, anggaran pendidikan posisi sekarang sedang dalam proses untuk penambahan anggaran untuk program direktif Presiden, sedang dalam pembahasan. Jadi tentu ini juga akan menambah kran anggaran Kemendikdasmen dan tidak akan terganggu dengan anggaran yang sudah dialokasikan untuk MBG,” kata Suharti.
Baca JugaKBPP Polri Perkuat Soliditas Anggota Pada HUT Ke-23 Nasional
Menurut Suharti, kenaikan anggaran pendidikan akan memperluas jumlah penerima manfaat program-program strategis. Penambahan ini termasuk digitalisasi pembelajaran melalui papan interaktif digital (PID) hingga revitalisasi satuan pendidikan. Langkah ini dirancang agar seluruh program prioritas berjalan efektif dan berkelanjutan tanpa mengurangi alokasi MBG.
Kegiatan pernyataan ini disampaikan saat Suharti membuka acara Dialog Kebijakan Kemendikdasmen di Kota Tangerang Selatan. Ia menekankan pentingnya koordinasi agar setiap program prioritas dapat berjalan paralel. Dengan demikian, MBG tetap menjadi bagian integral dari strategi pendidikan nasional.
Prioritas Anggaran Pendidikan Tahun 2026
Kenaikan anggaran tahun 2026 difokuskan pada program-program yang mendapat arahan langsung dari Presiden. Salah satunya adalah revitalisasi sekolah dengan target tambahan 60 ribu satuan pendidikan. Selain itu, penyediaan tiga IFP atau PID per sekolah juga sedang dalam proses pembahasan, kata Suharti.
Selain infrastruktur pendidikan, anggaran baru juga dialokasikan untuk tunjangan kesejahteraan guru. Tujuannya adalah meningkatkan kualitas pengajaran sekaligus menjaga motivasi tenaga pendidik. Dengan dukungan ini, setiap program Kemendikdasmen dapat berjalan lebih optimal.
Suharti menekankan bahwa penambahan anggaran bersifat komplementer. Artinya, alokasi MBG tetap utuh dan tidak tergerus oleh program-program baru. Hal ini untuk memastikan keseimbangan antara kualitas pendidikan dan pemenuhan kebutuhan nutrisi siswa.
MBG Sebagai Bagian Program Nasional
Mendikdasmen Abdul Mu’ti sebelumnya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangi anggaran pendidikan secara keseluruhan. Program ini merupakan bagian dari Program Tujuh Kebiasaan Indonesia Hebat. “Kalau ada anggapan bahwa MBG mengurangi anggaran pendidikan, kami sampaikan dengan tegas bahwa itu tidak benar. Program Presiden terkait pendidikan tetap terlaksana dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Abdul Mu’ti menekankan bahwa MBG tidak berdiri sendiri. Nutrisi yang disalurkan melalui program ini berperan dalam pembentukan karakter dan kebiasaan sehat siswa. Dengan demikian, MBG menjadi elemen strategis dalam mengembangkan kualitas generasi muda.
Pemerintah memandang MBG sebagai investasi jangka panjang. Anak-anak yang memiliki asupan gizi seimbang lebih mampu fokus dalam belajar. Hal ini sejalan dengan tujuan pendidikan nasional untuk mencetak generasi unggul dan sehat.
Manfaat MBG untuk Siswa dan Sekolah
MBG mendukung pembentukan pola hidup sehat sejak dini. Program ini tidak hanya menyediakan nutrisi yang cukup tetapi juga mendorong kebiasaan positif lainnya. Siswa terbiasa menjaga kesehatan, gemar belajar, dan lebih berpartisipasi dalam kegiatan sekolah.
Selain itu, MBG juga memperkuat efektivitas program pembelajaran. Dengan energi dan fokus yang cukup, anak-anak dapat mengikuti pembelajaran dengan optimal. Sekolah pun memperoleh dampak positif berupa peningkatan kualitas akademik dan kesejahteraan siswa.
Sekjen Suharti menekankan bahwa program ini menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya mencetak generasi yang cerdas dan berkarakter. MBG diintegrasikan dengan kebijakan pendidikan lainnya agar sinergi antarprogram berjalan efektif. Hal ini menjadi landasan penting dalam perencanaan pendidikan nasional.
Langkah Strategis Kemendikdasmen ke Depan
Ke depan, Kemendikdasmen akan terus memastikan anggaran pendidikan tersalurkan secara tepat sasaran. Penambahan alokasi untuk program prioritas dan MBG tetap seimbang. Suharti menegaskan bahwa setiap kebijakan anggaran dibuat untuk mendukung kualitas pendidikan secara menyeluruh.
Selain itu, pengawasan pelaksanaan MBG dan program prioritas lainnya akan diperkuat. Hal ini untuk memastikan manfaat program dirasakan secara nyata oleh seluruh siswa.
“Sedang dalam proses untuk penambahan anggaran untuk program direktif Presiden, seperti yang Pak Presiden sampaikan untuk revitalisasi sekolah akan ada penambahan 60 ribu satuan pendidikan, kemudian penyediaan IFP atau PID jadi 3 IFP per sekolah ini semua sedang dalam proses pembahasan,” jelasnya.
Mendikdasmen dan Sekjen menekankan koordinasi lintas unit kerja sebagai kunci keberhasilan program. Dengan sistem yang terintegrasi, kualitas pendidikan dan program gizi tetap terjaga. Langkah strategis ini memastikan generasi muda mendapatkan manfaat maksimal dari pendidikan yang berkualitas dan program MBG yang berkelanjutan.
Alif Bais Khoiriyah
Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.








