Pemkot Makassar Perkuat Standar Keselamatan Transportasi untuk Mudik Lebaran
- Jumat, 06 Maret 2026
JAKARTA - Perjalanan mudik Lebaran selalu menjadi momentum besar yang melibatkan mobilitas jutaan masyarakat di berbagai daerah.
Aktivitas perpindahan tersebut memerlukan perhatian serius dari pemerintah agar perjalanan berlangsung aman dan tertib. Pemerintah daerah pun mulai mempersiapkan berbagai langkah untuk memastikan layanan transportasi berjalan dengan baik.
Pemerintah Kota Makassar di Sulawesi Selatan mengambil langkah antisipatif dengan memperkuat koordinasi lintas instansi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh moda transportasi yang digunakan masyarakat memenuhi standar keselamatan yang berlaku. Upaya tersebut diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik.
Baca JugaSyarat Daftar PPG: Ketentuan, Tips, dan Strategi Agar Lolos Seleksi
Kolaborasi antarinstansi menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan transportasi selama periode Lebaran. Pemerintah daerah berupaya menyatukan berbagai pihak yang memiliki peran dalam pengawasan transportasi. Dengan kerja sama tersebut, pengawasan terhadap keselamatan transportasi dapat dilakukan secara lebih efektif.
Kolaborasi Lintas Instansi untuk Antisipasi Arus Mudik
Pemerintah Kota Makassar membangun kolaborasi lintas sektoral untuk memastikan standarisasi keselamatan layanan transportasi yang akan digunakan masyarakat saat akan mudik Idul Fitri 1447 Hijriah.
Kerja sama ini melibatkan sejumlah lembaga yang berkaitan dengan pengelolaan transportasi dan layanan publik. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat kesiapan daerah dalam menghadapi lonjakan penumpang.
"Puncak arus mudik dan arus balik akan terjadi pada hari-hari terakhir menjelang Idul Fitri. Olehnya, antisipasi dini harus dilakukan, termasuk penguatan komunikasi teknis antarinstansi agar setiap kendala dapat segera direspons," ujar Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dalam rapat bersama Pengelola Balai Transportasi Darat Kementerian Perhubungan yang turut dihadiri Perumda Terminal Makassar Metro, Dinas Perhubungan Kota Makassar, serta SKPD Pemkot Makassar.
Munafri menyampaikan peningkatan intensitas mobilitas masyarakat tersebut membutuhkan kerja kolektif dan sinergi antarinstansi. Ia menilai kerja sama yang solid sangat penting untuk menjaga keamanan perjalanan masyarakat. Hal ini terutama terkait dengan kesiapan transportasi umum yang akan digunakan selama periode mudik.
Lonjakan Mobilitas Menjelang Hari Raya
Peningkatan mobilitas masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri menjadi fenomena yang terjadi setiap tahun. Banyak masyarakat yang memanfaatkan waktu tersebut untuk pulang ke kampung halaman. Situasi ini menyebabkan peningkatan signifikan pada aktivitas transportasi.
“Selalu saya tekankan bahwa ini puncaknya (peak) akan sangat tinggi menuju hari-hari terakhir menjelang Hari Raya Idul Fitri dan arus balik yang akan kita perhatikan,” katanya. Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya kesiapan pemerintah dalam menghadapi lonjakan penumpang. Persiapan yang matang diharapkan mampu mencegah terjadinya kendala di lapangan.
Munafri menilai setiap instansi perlu memahami peran masing-masing dalam mengantisipasi lonjakan mobilitas tersebut. Koordinasi yang baik akan membantu mempercepat respons jika terjadi masalah di lapangan. Dengan demikian, pelayanan transportasi kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal.
Standar Operasional Keselamatan Harus Dipatuhi
Munafri menekankan pentingnya penerapan standar operasional dalam layanan transportasi. Salah satu langkah yang perlu dilakukan adalah pelaksanaan ramp check kendaraan secara konsisten sesuai ketentuan. Pemeriksaan ini bertujuan memastikan kendaraan yang beroperasi dalam kondisi layak jalan.
Ia menegaskan standarisasi keselamatan tetap harus menjadi prioritas utama. Menurutnya, setiap kendaraan yang melayani penumpang harus memenuhi seluruh persyaratan teknis yang telah ditetapkan. Hal ini penting untuk meminimalkan risiko kecelakaan selama perjalanan.
Untuk itu, Munafri meminta koordinasi diperkuat dalam penerapan seluruh protokol prosedur secara disiplin. Menurut dia, kelalaian terhadap prosedur keselamatan berpotensi menimbulkan konsekuensi bersama. Karena itu, pengawasan harus dilakukan secara konsisten oleh seluruh pihak terkait.
Waspadai Pelanggaran dan Risiko Transportasi
Selain memastikan kendaraan dalam kondisi layak, pemerintah juga menyoroti sejumlah tantangan yang berpotensi muncul selama musim mudik. Beberapa di antaranya berkaitan dengan pelanggaran dalam operasional transportasi. Hal tersebut dapat berdampak pada keselamatan penumpang.
Ia juga mendorong sosialisasi yang lebih masif terhadap tantangan yang berpotensi timbul seperti kelebihan dimensi melebihi pemuatan (over dimension over loading/ODOL) transportasi penumpang berlebih.
Kondisi ini sering kali terjadi ketika permintaan perjalanan meningkat. Jika tidak dikendalikan, praktik tersebut dapat membahayakan keselamatan pengguna transportasi.
Selain itu, pemerintah juga mewaspadai kondisi kendaraan yang tidak memenuhi standar keselamatan. Keberadaan terminal-terminal bayangan yang beroperasi di luar pengawasan resmi juga menjadi perhatian. Pengawasan terhadap aktivitas tersebut perlu diperkuat agar masyarakat menggunakan layanan transportasi yang aman.
Komitmen Pelayanan Transportasi untuk Masyarakat
Munafri meminta tim gabungan yang terbentuk nantinya segera dapat bekerja sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing. Ia menilai pengaturan jadwal yang terkoordinasi menjadi faktor penting dalam pelaksanaan pengawasan transportasi. Dengan pembagian tugas yang jelas, setiap pihak dapat bekerja secara maksimal.
“Fungsi protokol kita harus dimaksimalkan. Mulai hari ini kita harus mulai menjalankan tugas dan fungsi masing-masing,” ujar dia. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa setiap instansi harus bergerak aktif sejak awal. Persiapan yang dilakukan lebih dini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengawasan.
Ia menegaskan pentingnya komitmen layanan publik sebab masyarakat hanya akan melihat output pelayanan transportasi yang diterima. Pemerintah memiliki tanggung jawab memastikan layanan tersebut berjalan dengan baik. Masyarakat tentu mengharapkan perjalanan mudik yang aman dan nyaman.
“Masyarakat tidak peduli dengan proses internal kita. Urusan kita adalah memastikan protokol keselamatan mudik ini berjalan dengan baik, khususnya di terminal yang ada di Kota Makassar,” ujar dia.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kualitas pelayanan menjadi hal yang paling dirasakan masyarakat. Oleh karena itu, seluruh pihak diminta bekerja maksimal untuk menjaga keselamatan transportasi selama musim mudik.
Alif Bais Khoiriyah
Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Menteri Lingkungan Hidup Ingatkan Sampah Bali Jaga Citra Pariwisata Indonesia
- Jumat, 06 Maret 2026
Kemenhut Tegaskan Komitmen Pengelolaan Hutan Berkelanjutan Untuk Masa Depan
- Jumat, 06 Maret 2026
Berita Lainnya
Menteri Lingkungan Hidup Ingatkan Sampah Bali Jaga Citra Pariwisata Indonesia
- Jumat, 06 Maret 2026
Kemenhut Tegaskan Komitmen Pengelolaan Hutan Berkelanjutan Untuk Masa Depan
- Jumat, 06 Maret 2026









