Sabtu, 07 Maret 2026

Kemdiktisaintek Dorong Kolaborasi Riset Kesehatan Indonesia dengan Inggris

Kemdiktisaintek Dorong Kolaborasi Riset Kesehatan Indonesia dengan Inggris
Kemdiktisaintek Dorong Kolaborasi Riset Kesehatan Indonesia dengan Inggris

JAKARTA - Upaya memperkuat kualitas riset kesehatan nasional terus dilakukan pemerintah melalui berbagai kerja sama internasional.

Salah satu langkah strategis yang kini didorong adalah kolaborasi antara Indonesia dan Inggris dalam pengembangan riset kesehatan yang tidak hanya berhenti pada penelitian, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui proses hilirisasi.

Kerja sama ini dinilai penting karena tantangan di sektor kesehatan semakin kompleks. Permasalahan kesehatan masyarakat, kebutuhan inovasi teknologi medis, hingga pengembangan obat dan alat kesehatan membutuhkan kolaborasi lintas negara serta pendekatan multidisipliner.

Baca Juga

Syarat Daftar PPG: Ketentuan, Tips, dan Strategi Agar Lolos Seleksi

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melihat kemitraan dengan Inggris sebagai peluang untuk meningkatkan kualitas penelitian di Indonesia sekaligus memperkuat daya saing nasional dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan.

Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang) Kemdiktisaintek Fauzan Adziman mengatakan kolaborasi ini bertujuan untuk mendorong riset yang mampu menjawab berbagai tantangan nyata di sektor kesehatan.

"Sekarang kita berfokus pada riset berbasis tantangan. Kita ingin riset bersifat multidisipliner dengan menerapkan kerangka kerja kolaborasi antara berbagai kemitraan dan juga institusi. Inilah alasan mengapa kami ingin mendorong Indonesia dalam kolaborasi ini, sehingga kita dapat meningkatkan daya saing nasional melalui upaya peningkatan kualitas riset," kata Fauzan Adziman.

Kolaborasi internasional dorong kualitas riset kesehatan

Fauzan menambahkan kemitraan strategis dengan berbagai institusi di Inggris membuka peluang besar dalam penguatan kapasitas peneliti, transfer teknologi, serta pengembangan model pendanaan riset berbasis kolaborasi internasional.

Kerja sama ini juga dirancang untuk menghasilkan penelitian yang memiliki dampak langsung terhadap kebutuhan masyarakat. Dengan pendekatan riset berbasis tantangan, para peneliti diharapkan dapat menghasilkan solusi yang aplikatif dan dapat segera dimanfaatkan.

"Melalui program ini, kami merancang strategi ini untuk menyelesaikan permasalahan utama yang paling penting dan dibutuhkan oleh negara. Sebagai contoh, strategi tersebut dapat berupa peningkatan kondisi layanan kesehatan di Indonesia, dan dengan bekerja sama secara mandiri maupun bersama mitra internasional. Dengan menjalankan program strategis ini, riset kita menjadi semakin berdampak," ujarnya.

Kolaborasi tersebut juga memungkinkan terjadinya pertukaran pengetahuan antara peneliti Indonesia dan Inggris, sehingga memperkaya perspektif ilmiah serta mempercepat proses inovasi di bidang kesehatan.

Peran Indonesia dalam kemitraan riset global

Senada Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan (Dirjen Farmalkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Lucia Rizka Andalucia menegaskan posisi penting Indonesia dalam kemitraan global ini.

Ia menilai Indonesia memiliki urgensi yang didorong oleh tekanan kesehatan dan ekonomi, sekaligus kapasitas yang berakar pada kekuatan ilmiah, skala klinis, dan reformasi regulasi yang sedang berjalan.

Dengan berbagai potensi tersebut, Indonesia dinilai mampu menjadi mitra strategis dalam pengembangan inovasi kesehatan di tingkat internasional.

"Dalam konteks ini Indonesia dan Inggris bukan sekadar kolaborator, melainkan mitra yang saling melengkapi di sepanjang spektrum transnasional. Dengan menyelaraskan kekuatan kita pada tahap TRL (Technology Readiness Level atau Tingkat Kesiapterapan Teknologi (TKT)) spesifik, kita dapat melakukan pengembangan bersama, validasi bersama, dan penyampaian bersama inovasi kesehatan yang kokoh secara ilmiah, layak secara komersial, dan berdampak secara sosial," kata Lucia.

Kemitraan ini juga diharapkan mampu mempercepat proses pengembangan inovasi kesehatan yang tidak hanya kuat secara ilmiah, tetapi juga siap untuk diproduksi dan digunakan secara luas oleh masyarakat.

Keunggulan masing-masing negara dalam kerja sama riset

Sementara, Peneliti Pusat Riset Kedokteran Preklinis dan Klinis, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Reza Yuridian Purwoko memaparkan pentingnya kolaborasi strategis yang memanfaatkan kekuatan masing-masing negara.

Menurutnya, kerja sama ini menjadi peluang untuk menggabungkan keunggulan yang dimiliki oleh kedua negara dalam pengembangan riset kesehatan.

Reza menuturkan Inggris memiliki keunggulan dalam penyampaian riset klinis yang matang dan jalur adopsi yang kuat.

Di sisi lain Indonesia menawarkan keuntungan komparatif berupa populasi yang besar dan beragam, kebutuhan kesehatan yang mendesak, serta kekayaan biodiversitas yang melimpah.

Dengan berbagai potensi tersebut, Indonesia menjadi lokasi yang sangat strategis untuk melakukan penelitian kesehatan, mulai dari tahap pengujian hingga pengembangan inovasi berbasis sumber daya alam.

"Fokus utama kolaborasi kita berada pada fase TRL/TKT 4 hingga 6, yang mencakup validasi, uji coba, hingga peningkatan skala," ucap Reza.

Tahapan tersebut menjadi fase penting dalam proses pengembangan inovasi karena pada tahap ini hasil penelitian mulai diuji untuk memastikan kelayakan teknologi sebelum diterapkan secara luas.

Harapan terhadap dampak riset bagi masyarakat

Kolaborasi riset antara Indonesia dan Inggris diharapkan tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga mampu melahirkan inovasi kesehatan yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Melalui pendekatan multidisipliner dan kerja sama lintas negara, para peneliti diharapkan dapat mengembangkan berbagai solusi inovatif untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan, mempercepat pengembangan teknologi medis, serta memperkuat ketahanan sistem kesehatan nasional.

Selain itu, kolaborasi ini juga diharapkan dapat memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang riset dan inovasi. Para peneliti Indonesia berkesempatan untuk meningkatkan kompetensi melalui kerja sama internasional, pertukaran pengetahuan, serta pengembangan proyek penelitian bersama.

Dengan sinergi antara pemerintah, institusi riset, serta mitra internasional, pengembangan riset kesehatan di Indonesia diharapkan semakin maju dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Celo

Celo

Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Cara Mengaktifkan NFC di iPhone dengan Mudah dan Menggunakannya

Cara Mengaktifkan NFC di iPhone dengan Mudah dan Menggunakannya

Wamendag: Harga Cabai Naik Jelang Idul Fitri Dipicu Faktor Cuaca

Wamendag: Harga Cabai Naik Jelang Idul Fitri Dipicu Faktor Cuaca

Program Magang Nasional Buka Peluang Lulusan Direkrut Jadi Karyawan

Program Magang Nasional Buka Peluang Lulusan Direkrut Jadi Karyawan

Menteri Lingkungan Hidup Ingatkan Sampah Bali Jaga Citra Pariwisata Indonesia

Menteri Lingkungan Hidup Ingatkan Sampah Bali Jaga Citra Pariwisata Indonesia

Kemenhut Tegaskan Komitmen Pengelolaan Hutan Berkelanjutan Untuk Masa Depan

Kemenhut Tegaskan Komitmen Pengelolaan Hutan Berkelanjutan Untuk Masa Depan