Sabtu, 14 Maret 2026

MR DIY Indonesia Siap Bagikan Dividen Minimal 40 Persen Laba

MR DIY Indonesia Siap Bagikan Dividen Minimal 40 Persen Laba
MR DIY Indonesia Siap Bagikan Dividen Minimal 40 Persen Laba

JAKARTA - Kinerja bisnis yang stabil sering menjadi dasar bagi perusahaan terbuka untuk memberikan imbal hasil kepada para pemegang saham. 

Hal ini juga tercermin pada langkah yang tengah disiapkan oleh emiten ritel perkakas rumah tangga, PT Daya Intiguna Yasa Tbk. yang dikenal luas melalui jaringan toko MR DIY Indonesia.

Perusahaan dengan kode saham MDIY tersebut berencana membagikan dividen tunai kepada para investor dari hasil kinerja tahun buku 2025. Kebijakan dividen ini mencerminkan keyakinan manajemen terhadap kondisi keuangan perusahaan yang dinilai tetap solid di tengah dinamika industri ritel nasional.

Baca Juga

DAMAC Digital Percepat Data Center Jakarta Investasi US$150 Juta

Rencana pembagian dividen tersebut nantinya akan diajukan untuk memperoleh persetujuan para pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Jika disetujui, dividen yang dibagikan minimal sebesar 40 persen dari laba bersih setelah pajak yang diperoleh perusahaan sepanjang 2025.

Langkah ini tidak hanya menjadi bentuk penghargaan bagi investor, tetapi juga menunjukkan komitmen perseroan untuk terus menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.

Rencana Pembagian Dividen Dari Laba Bersih Perseroan

PT Daya Intiguna Yasa Tbk. atau MR DIY Indonesia menyampaikan rencana pembagian dividen tunai minimal 40% dari laba bersih setelah pajak untuk tahun buku 2025. Kebijakan tersebut mencerminkan kepercayaan manajemen terhadap kondisi fundamental keuangan perusahaan.

Chief Financial Officer MR DIY Indonesia Rika Juniaty Tanzil menjelaskan bahwa rencana pembagian dividen tersebut didukung oleh kinerja keuangan perseroan yang kuat serta kemampuan perusahaan dalam menghasilkan arus kas yang stabil.

Menurutnya, kondisi tersebut memungkinkan perusahaan tetap memberikan imbal hasil kepada pemegang saham tanpa mengganggu rencana ekspansi maupun operasional bisnis yang sedang berjalan.

“Kami mengumumkan rencana pembagian dividen minimal 40% dari laba bersih setelah pajak untuk tahun buku 2025 akan diajukan untuk disetujui dalam RUPST mendatang. Hal ini mencerminkan keyakinan kami terhadap kinerja laba perseroan sekaligus komitmen untuk terus memberikan nilai jangka panjang bagi pemegang saham,” ujarnya.

Manajemen optimistis kebijakan dividen tersebut dapat menjadi salah satu bentuk apresiasi kepada investor yang telah memberikan dukungan terhadap pertumbuhan perusahaan.

Prospek Industri Ritel Nasional Dinilai Tetap Menjanjikan

Perseroan juga menilai prospek industri ritel nasional masih memiliki potensi pertumbuhan yang positif dalam beberapa tahun ke depan. Salah satu faktor pendorong utama adalah ketahanan konsumsi rumah tangga di Indonesia.

Selain itu, preferensi masyarakat terhadap produk yang memiliki nilai guna tinggi juga menjadi peluang bagi pelaku usaha ritel, termasuk MR DIY Indonesia.

Produk-produk rumah tangga yang praktis dan terjangkau dinilai tetap memiliki permintaan yang stabil karena berkaitan langsung dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Tidak hanya pada momen tertentu seperti hari raya atau periode musiman, kebutuhan konsumsi rumah tangga juga terus berlangsung sepanjang tahun. Kondisi tersebut membuat permintaan terhadap produk ritel yang terjangkau tetap terjaga.

Manajemen perseroan melihat kondisi ini sebagai peluang untuk terus memperluas jangkauan pasar sekaligus memperkuat posisi perusahaan di industri ritel nasional.

Menurut perusahaan, tingkat penetrasi ritel modern di berbagai wilayah Indonesia masih relatif rendah sehingga memberikan ruang ekspansi yang cukup besar.

“Dengan penetrasi ritel yang masih relatif rendah di berbagai wilayah Indonesia, kami memiliki peluang besar untuk menangkap momentum pertumbuhan melalui ekspansi yang disiplin, eksekusi operasional yang konsisten, serta fokus berkelanjutan pada keterjangkauan harga dan aksesibilitas,” ujarnya.

Kinerja Keuangan Perseroan Tumbuh Sepanjang Tahun

Sepanjang tahun buku 2025, PT Daya Intiguna Yasa Tbk. berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang positif. Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp1,1 triliun.

Capaian tersebut menunjukkan peningkatan sebesar sekitar 3 persen secara tahunan dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp1,073 triliun.

Direktur Utama MDIY Edwin Cheah menjelaskan bahwa pertumbuhan laba bersih tersebut turut didorong oleh kinerja positif pada kuartal terakhir tahun sebelumnya.

Pada kuartal IV/2024, perseroan mencatatkan laba sebesar Rp338,6 miliar yang tumbuh hingga 16,2 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Pertumbuhan laba tersebut juga sejalan dengan peningkatan pendapatan perusahaan sepanjang periode Januari hingga Desember 2025.

Perseroan membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 16,7 persen secara tahunan atau year on year menjadi Rp7,9 triliun.

Capaian tersebut didorong oleh relevansi produk yang ditawarkan kepada masyarakat serta eksekusi operasional yang disiplin di seluruh jaringan toko MR DIY Indonesia yang terus berkembang.

“Secara keseluruhan pertumbuhan kinerja yang solid pada 2025 mencerminkan skalabilitas model operasional Perseroan dan manajemen finansial yang disiplin, sehingga mampu menghasilkan profitabilitas yang konsisten,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa capaian tersebut juga menunjukkan ketangguhan model bisnis berbasis nilai yang dimiliki oleh perseroan.

Menurutnya, meskipun kondisi makroekonomi mengalami berbagai dinamika, perusahaan tetap mampu mempertahankan momentum kinerja berkat peningkatan produktivitas operasional serta disiplin dalam pengelolaan biaya.

Ekspansi Toko Dan Kekuatan Arus Kas Perseroan

Selain mencatat pertumbuhan laba dan pendapatan, PT Daya Intiguna Yasa Tbk. juga terus melakukan ekspansi jaringan toko sepanjang tahun 2025.

Perseroan berhasil membuka sebanyak 272 toko baru selama tahun tersebut, jumlah yang bahkan melampaui target ekspansi yang sebelumnya telah ditetapkan.

Ekspansi ini tetap dilakukan dengan menjaga disiplin alokasi modal agar kondisi keuangan perusahaan tetap sehat.

Kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas internal yang kuat juga menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung ekspansi tersebut.

Hal ini terlihat dari arus kas operasional yang meningkat signifikan sepanjang tahun 2025. Perseroan mencatat arus kas operasional yang tumbuh sebesar 70,2 persen secara tahunan hingga mencapai Rp1,3 triliun. Selain itu, perusahaan juga mempertahankan tingkat gearing ratio yang sehat yakni sebesar 0,4 kali.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa struktur permodalan perusahaan masih berada pada tingkat yang prudent sekaligus mencerminkan ketahanan finansial perseroan dalam menjalankan strategi ekspansi bisnis di masa mendatang.

Celo

Celo

Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Jasa Raharja Pastikan Layanan Cepat Selama Mudik Lebaran 2026

Jasa Raharja Pastikan Layanan Cepat Selama Mudik Lebaran 2026

Bapanas Pastikan Harga Daging Sapi Masih Sesuai Acuan Pemerintah

Bapanas Pastikan Harga Daging Sapi Masih Sesuai Acuan Pemerintah

Harga Emas Hartadinata Turun Hari Ini Jadi Rp2,8 Juta Per Gram

Harga Emas Hartadinata Turun Hari Ini Jadi Rp2,8 Juta Per Gram

Rencana Kemenkeu Ambil Alih PNM Sudah Dilaporkan Ke Presiden

Rencana Kemenkeu Ambil Alih PNM Sudah Dilaporkan Ke Presiden

Harga Emas Antam, UBS, Galeri 24 Pegadaian Hari Ini Terbaru

Harga Emas Antam, UBS, Galeri 24 Pegadaian Hari Ini Terbaru