JAKARTA - Diplomasi ekonomi yang dilakukan pemerintah Indonesia kembali menunjukkan hasil konkret melalui kunjungan kerja presiden ke sejumlah negara mitra strategis di Asia Timur.
Agenda tersebut tidak hanya memperkuat hubungan bilateral, tetapi juga membuka peluang investasi besar bagi pembangunan ekonomi nasional. Jepang dan Korea Selatan menjadi dua negara yang menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung pengembangan berbagai sektor strategis di Indonesia.
Kunjungan kenegaraan tersebut menjadi momentum penting dalam memperluas kerja sama ekonomi, terutama dalam bidang industri, energi, hingga teknologi. Pemerintah memanfaatkan pertemuan dengan para pemimpin negara serta pelaku usaha untuk mendorong masuknya investasi yang dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.
Baca JugaPrabowo Hadiahkan Kris Emas kepada Presiden Lee Saat Kunjungan Korea Selatan
Melalui serangkaian forum bisnis dan penandatanganan kesepakatan kerja sama, sejumlah komitmen investasi berhasil dicapai. Nilai investasi yang dihasilkan pun dinilai cukup signifikan dan mencerminkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian.
Pemerintah berharap kerja sama ini tidak hanya memperkuat hubungan diplomatik, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan kapasitas industri nasional, serta mempercepat transformasi ekonomi menuju sektor bernilai tambah tinggi.
Komitmen Investasi Besar Dari Jepang Dan Korea Selatan
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyebut kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan menghasilkan komitmen investasi hingga Rp 574 triliun.
Nilai komitmen tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan investor terhadap potensi ekonomi Indonesia. Selain itu, investasi tersebut membuka peluang besar bagi pengembangan sektor-sektor strategis dan pertumbuhan ekonomi nasional ke depan.
Kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Korea Selatan menandai babak baru dalam penguatan hubungan ekonomi kedua negara, dengan fokus utama pada peningkatan investasi.
Dalam rangkaian agenda tersebut, tercapai kesepakatan konkret berupa penandatanganan berbagai nota kesepahaman atau MoU antar pelaku usaha dengan total nilai sebesar USD 10,2 miliar atau setara Rp 173 triliun.
Forum Ekonomi Indonesia Korea Perkuat Kerja Sama Bisnis
Mewakili Presiden Prabowo Subianto dalam acara forum Indonesia-Korea Partnership for Resilient Growth di Seoul, Rabu (1/4), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut capaian investasi dengan Korea Selatan tersebut melengkapi hasil kunjungan Presiden Prabowo Subianto sebelumnya ke Jepang.
Dalam kunjungan ke Jepang, Indonesia berhasil memperoleh komitmen investasi sebesar USD 23,6 miliar atau sekitar Rp 401 triliun.
"Ini sebuah angka yang sangat signifikan karena Indonesia dalam situasi geopolitik yang tidak menentu ini masih menjadi daya tarik bagi para investor baik dari Jepang maupun Korea. Jepang sendiri merupakan peringkat ketiga dari investasi dan perdagangan, Korea di peringkat ketujuh, dan ke depan keduanya sangat berharap bahwa dengan Indonesia mempunyai sovereign wealth fund, maka Indonesia juga bisa menjadi co-invest," ujar Airlangga.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kerja sama ekonomi antara Indonesia dengan kedua negara tersebut terus berkembang dan memiliki prospek yang menjanjikan.
Investasi Menyasar Energi Industri Hingga Teknologi Digital
Kerja sama investasi yang terjalin dengan Korea Selatan mencakup berbagai sektor strategis. Beberapa di antaranya adalah sektor energi dan transisi hijau, termasuk pengembangan tenaga surya atau solar power.
Selain itu, kerja sama juga mencakup teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon atau carbon capture and storage serta pengembangan energi terbarukan.
Kolaborasi tersebut juga diperluas pada sektor industri dan manufaktur. Pengembangan industri baja, baterai, serta transportasi ramah lingkungan menjadi bagian penting dari kerja sama tersebut.
Tidak hanya itu, kemitraan juga mencakup sektor ekonomi digital serta pengembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence sebagai bagian dari upaya memperkuat daya saing industri nasional di era transformasi digital.
Di sisi lain, investasi dengan Korea Selatan juga mencakup sektor properti dan infrastruktur, termasuk pengembangan kawasan Bumi Serpong Damai.
Kerja sama tersebut turut diperkuat melalui kemitraan antara Kadin Indonesia dan Korea Chamber of Commerce and Industry yang diarahkan untuk mendorong realisasi komitmen bisnis.
Kolaborasi tersebut difokuskan pada penguatan rantai pasok baterai serta investasi manufaktur berbasis teknologi.
Dalam konteks tersebut, keberlanjutan investasi dari POSCO serta minat investasi dari Lotte Group juga menjadi bagian penting dalam memperdalam hubungan ekonomi kedua negara.
Kolaborasi Dengan Jepang Perkuat Energi Dan Industri Nasional
Selain kerja sama dengan Korea Selatan, investasi yang diperoleh dari Jepang juga mencakup sejumlah sektor strategis yang mendukung pembangunan ekonomi Indonesia.
Kerja sama tersebut meliputi sektor energi dan transisi energi, termasuk pengembangan minyak dan gas bumi dengan fokus pada Proyek Masela. Selain itu, penguatan sektor industri dan hilirisasi juga menjadi fokus utama guna meningkatkan nilai tambah domestik.
Kolaborasi juga diarahkan pada sektor keuangan dan inklusi finansial melalui sinergi antara Sumitomo Mitsui Banking Corporation dan Pegadaian.
Kerja sama tersebut diperkuat melalui investasi kelembagaan yang melibatkan Japan External Trade Organization bersama Kadin Indonesia dalam mendorong kemitraan bisnis antara kedua negara.
Selain itu, sektor industri kreatif dan manufaktur juga menjadi fokus pengembangan sebagai bagian dari upaya memperluas sumber pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan daya saing nasional.
"Hal ini artinya kunjungan Bapak Presiden ke kedua negara Jepang dan Korea Selatan ini menghasilkan komitmen investasi sebesar Rp 574 triliun," ungkap Airlangga.
Lebih lanjut, Airlangga menekankan keseriusan pemerintah dalam menciptakan iklim investasi yang semakin kondusif melalui berbagai langkah percepatan penyelesaian kendala yang dihadapi pelaku usaha.
Upaya tersebut dilakukan secara sistematis guna memastikan setiap hambatan investasi dapat diselesaikan secara efektif sehingga proses realisasi proyek dapat berjalan optimal dan memberikan kepastian bagi para investor.
Melalui kerja sama investasi yang terus diperkuat, pemerintah berharap pertumbuhan ekonomi nasional dapat semakin meningkat sekaligus mempercepat pembangunan di berbagai sektor strategis di Indonesia.
Celo
Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
BKKBN Apresiasi Keseriusan Pemkot Tangerang Maksimalkan Program Bansos
- Kamis, 02 April 2026
Atasan Warna Mocca Cocok Dipadukan Dengan Celana Warna Apa?Cek Disini
- Kamis, 02 April 2026
Berita Lainnya
BKKBN Apresiasi Keseriusan Pemkot Tangerang Maksimalkan Program Bansos
- Kamis, 02 April 2026
Atasan Warna Mocca Cocok Dipadukan Dengan Celana Warna Apa?Cek Disini
- Kamis, 02 April 2026



.jpg)




