Jumat, 03 April 2026

Pemerintah Percepat Program Makan Bergizi Gratis untuk Santri Pesantren

Pemerintah Percepat Program Makan Bergizi Gratis untuk Santri Pesantren
Pemerintah Percepat Program Makan Bergizi Gratis untuk Santri Pesantren

JAKARTA - Upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat terus dilakukan melalui berbagai program strategis.

Salah satu program yang menjadi perhatian utama adalah penyediaan makanan bergizi bagi pelajar di seluruh Indonesia, termasuk bagi para santri yang menempuh pendidikan di pondok pesantren.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah bertujuan memperluas akses pangan bergizi bagi anak-anak dan remaja di lingkungan pendidikan. Program ini juga diharapkan mampu mendukung peningkatan kesehatan sekaligus kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Baca Juga

SPKLU Terbesar 2,7 MVA Resmi Beroperasi di Summarecon Bekasi

Pemerintah menargetkan sebanyak 82,9 juta penerima manfaat dapat memperoleh program tersebut hingga akhir tahun 2026. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah kini mempercepat penyaluran MBG khususnya bagi santri di pondok pesantren.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa penerimaan program MBG di lingkungan pesantren masih relatif rendah dibandingkan sekolah umum.

"Kalau yang sekolah umum sudah hampir 80 persen, sedangkan pondok ini kira-kira baru 10 persen. Jadi, ini soal pendataan, padahal pondok ini kita sudah 2-3 kali rapat (terkait MBG), karena memang kami concern (perhatikan) betul. Pondok ini perlu kita perhatikan, karena mereka paling memerlukan, santri-santri di situ perlu makanan yang bergizi," kata Zulkifli Hasan.

Pemerintah menilai bahwa percepatan distribusi MBG ke pesantren menjadi langkah penting agar para santri juga dapat merasakan manfaat program gizi tersebut secara merata.

Percepatan distribusi MBG ke pesantren

Pemerintah terus melakukan langkah percepatan distribusi program MBG kepada para santri di berbagai pondok pesantren di Indonesia. Upaya ini dilakukan untuk mengejar ketertinggalan penerimaan program di lingkungan pesantren yang saat ini masih tergolong rendah.

Menurut Zulkifli Hasan, salah satu kendala utama yang menyebabkan rendahnya penerimaan MBG di pesantren adalah persoalan pendataan. Karena itu, pemerintah berupaya melakukan penyempurnaan data agar proses distribusi program dapat berjalan lebih efektif.

Selain memperbaiki sistem pendataan, pemerintah juga memberikan jalur khusus bagi pesantren untuk mendapatkan akses langsung terhadap program MBG.

Dengan jalur tersebut, lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia dapat berkoordinasi langsung dengan Badan Gizi Nasional dalam pelaksanaan program tersebut.

"Pondok sekarang punya jalur khusus, kita akan percepat, karena pondok tadi baru 10 persen, ini juga soal pendataan, jadi kita akan sempurnakan, termasuk untuk sekolah-sekolah madrasah, ada tsanawiyah, aliyah, semua sekolah yang berada di bawah naungan Kemenag," ujar Zulhas.

Melalui mekanisme tersebut, pemerintah berharap distribusi program MBG dapat menjangkau lebih banyak santri di berbagai daerah.

Capaian penyaluran program MBG nasional

Program Makan Bergizi Gratis telah dijalankan secara luas di berbagai wilayah di Indonesia. Hingga akhir Maret 2026, penyaluran program ini telah menjangkau seluruh provinsi di Tanah Air.

Zulkifli Hasan menyebutkan bahwa hingga 30 Maret 2026, penyaluran MBG telah hadir di 38 provinsi dengan jumlah penerima manfaat mencapai 61.680.043 orang.

Jumlah tersebut mencerminkan cakupan program yang terus meningkat sejak pertama kali dijalankan oleh pemerintah.

Penyaluran makanan bergizi tersebut dilakukan melalui ribuan unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG yang beroperasi di berbagai daerah.

Secara keseluruhan, terdapat 26.066 SPPG yang menjalankan distribusi makanan bergizi bagi para penerima manfaat program MBG.

Keberadaan SPPG menjadi komponen penting dalam memastikan proses distribusi makanan dapat berjalan lancar serta menjangkau berbagai wilayah di Indonesia.

Melalui jaringan layanan tersebut, pemerintah berupaya memastikan setiap penerima manfaat mendapatkan akses makanan bergizi secara rutin.

Penutupan sementara dapur MBG

Di tengah upaya memperluas distribusi program, pemerintah juga melakukan evaluasi terhadap operasional sejumlah dapur MBG.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa pelaksanaan program berjalan sesuai standar serta mampu memberikan layanan yang optimal kepada masyarakat.

Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa dari puluhan ribu SPPG yang beroperasi, terdapat sejumlah dapur yang sementara waktu dihentikan operasionalnya.

"Dengan 2.162 diantaranya ditutup sementara, yang di-suspend (ditangguhkan) 1.789 dapur, dikenakan SP1 368 (dapur), SP2 lima (dapur), sehingga totalnya 2.162 (dapur)," kata Zulhas.

Penutupan sementara tersebut merupakan bagian dari proses evaluasi untuk menyempurnakan implementasi program MBG di lapangan.

Melalui evaluasi tersebut, pemerintah dapat memastikan bahwa setiap dapur yang beroperasi mampu memenuhi standar pelayanan yang telah ditetapkan.

Selain itu, langkah ini juga menjadi upaya untuk meningkatkan efektivitas distribusi makanan bergizi kepada para penerima manfaat.

Upaya pemerintah meningkatkan kualitas gizi masyarakat

Program MBG merupakan salah satu inisiatif pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan remaja yang sedang menempuh pendidikan.

Melalui penyediaan makanan bergizi secara rutin, pemerintah berharap program ini dapat mendukung pertumbuhan serta perkembangan generasi muda Indonesia.

Selain meningkatkan kesehatan, program tersebut juga diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap kemampuan belajar para siswa dan santri.

Percepatan distribusi program ke pesantren menjadi langkah penting agar manfaat MBG dapat dirasakan secara merata oleh seluruh pelajar di Indonesia.

Dengan dukungan berbagai pihak, pemerintah optimistis target penerima manfaat hingga puluhan juta orang dapat tercapai sesuai rencana.

Melalui berbagai langkah perbaikan dan evaluasi yang terus dilakukan, pelaksanaan program MBG diharapkan semakin efektif dan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Celo

Celo

Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Indonesia Kirim 230 Ton Makanan Siap Saji untuk Jamaah Haji

Indonesia Kirim 230 Ton Makanan Siap Saji untuk Jamaah Haji

Din Syamsuddin Ajak Umat Islam Bersatu Demi Perdamaian Dunia

Din Syamsuddin Ajak Umat Islam Bersatu Demi Perdamaian Dunia

Gubernur NTT Targetkan 5 Ribu Rumah Dibedah Sepanjang 2026

Gubernur NTT Targetkan 5 Ribu Rumah Dibedah Sepanjang 2026

Pemerintah Siapkan SDM Percepat Pelaksanaan Program Prioritas Prabowo

Pemerintah Siapkan SDM Percepat Pelaksanaan Program Prioritas Prabowo

Menbud Jajaki Kolaborasi Pemanfaatan Aset Bersejarah Jadi Museum Kota Tua

Menbud Jajaki Kolaborasi Pemanfaatan Aset Bersejarah Jadi Museum Kota Tua