Breaking

Jababeka Siapkan 500 Ha Digital Park untuk Incar Investor China

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Minggu, 26 April 2026
Jababeka Siapkan 500 Ha Digital Park untuk Incar Investor China
Founder & Direktur Utama PT Jababeka Tbk.

JAKARTA - PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) menyiapkan lahan 500 hektare untuk Digital Park guna menarik minat investor China ke Indonesia.

Emiten pengelola kawasan industri ini sedang fokus memperkuat infrastruktur teknologi demi mendukung ekosistem bisnis modern.

Pengembangan area tersebut mencakup fasilitas pusat inovasi yang dirancang khusus untuk memenuhi standar perusahaan global.

Direktur Utama Jababeka menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari visi jangka panjang perusahaan dalam transformasi digital.

"Kami menyiapkan lahan khusus seluas 500 hektare yang kami sebut sebagai Jababeka Digital Park untuk menangkap peluang dari perusahaan-perusahaan teknologi asal China yang ingin melakukan ekspansi ke Asia Tenggara," ujar Budianto Liman, sebagaimana dilansir dari bisnis.com, Minggu (26/4/2026).

Pihak manajemen meyakini bahwa ketersediaan lahan yang luas dan terintegrasi akan menjadi daya tarik utama bagi pemodal asing.

Budianto Liman menjelaskan bahwa kolaborasi dengan pihak internasional akan mempercepat transfer teknologi dan meningkatkan daya saing kawasan.

Perusahaan juga terus menjalin komunikasi intensif dengan berbagai delegasi bisnis dari Tiongkok untuk memastikan kebutuhan spesifik mereka terpenuhi.

"Innovation Center ini akan menjadi hub bagi riset dan pengembangan serta penerapan teknologi industri 4.0 di lingkungan Jababeka," kata Budianto Liman, mengutip keterangan di bisnis.com, Minggu (26/4/2026).

Skema pembangunan kawasan ini diprediksi akan menyerap tenaga kerja ahli dalam jumlah yang signifikan di masa mendatang.

Langkah strategis tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi positif terhadap performa keuangan perseroan pada sisa tahun ini.

Jababeka optimis bahwa sektor properti industri tetap memiliki prospek cerah di tengah dinamika ekonomi global yang dinamis.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua