Realisasi Penjualan PIK2 PANI Cetak Marketing Sales Rp987 Miliar
- Selasa, 05 Mei 2026
JAKARTA – Emiten properti PIK2 PANI cetak marketing sales Rp987 miliar pada kuartal I/2026, melonjak 112% didorong oleh tingginya permintaan segmen residensial premium.
Pencapaian luar biasa ini menandai awal tahun yang sangat positif bagi perkembangan bisnis perseroan di kawasan pesisir utara. Angka tersebut mencerminkan kepercayaan konsumen yang tetap tinggi terhadap prospek investasi properti di wilayah pengembangan baru.
Kenaikan nilai pra-penjualan ini mengalami pertumbuhan sebesar 112 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Keberhasilan tersebut membuktikan bahwa strategi pemasaran yang diterapkan perusahaan mampu menjawab kebutuhan pasar secara efektif.
Baca JugaLonjakan Transaksi QRIS BTN Per Maret Capai Target FBI Rp 10 Miliar
Sejumlah proyek perumahan elit menjadi motor utama penggerak pendapatan perusahaan selama tiga bulan pertama tahun ini. Nama-nama seperti Pasir Putih Residence serta Rumah Milenial memberikan kontribusi yang sangat signifikan terhadap total perolehan dana.
Selain itu, klaster hunian lain seperti Permata Hijau Residence dan Padma juga diminati oleh banyak calon pembeli potensial. Proyek Pantai Bukit Villa serta Bukit Nirmala pun turut memperkuat posisi kas perusahaan lewat angka penjualan yang stabil.
Presiden Direktur PANI, Sugianto Kusuma, memberikan tanggapan resmi mengenai hasil laporan keuangan dan operasional yang sangat membanggakan ini. Beliau menekankan bahwa arah pembangunan kawasan saat ini sudah berada pada jalur yang benar sesuai visi perusahaan.
“Capaian pada kuartal pertama 2026 menunjukkan pengembangan kawasan PIK2 berjalan sesuai rencana,” ujar Sugianto Kusuma sebagaimana dilansir dari berita sumber. Hal ini menegaskan komitmen pengembang dalam menghadirkan ekosistem perkotaan yang terintegrasi dan modern bagi masyarakat luas.
Beliau juga menambahkan bahwa minat masyarakat terhadap produk kaveling tanah komersial di area pusat bisnis tetap menunjukkan tren penguatan. Permintaan pasar tetap stabil baik pada segmen hunian maupun kaveling komersial di area pusat bisnis (CBD) sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Lokasi strategis yang membentang dari Jakarta Utara hingga Banten menjadi daya tarik utama bagi para pelaku usaha nasional. Integrasi antara kawasan hunian dengan pusat ekonomi menciptakan nilai tambah yang sulit ditemukan pada proyek properti lainnya.
Perseroan kini mengandalkan berbagai infrastruktur pendukung untuk memastikan momentum pertumbuhan bisnis tetap terjaga hingga akhir tahun nanti. Salah satu fasilitas yang menjadi sorotan adalah operasional Nusantara International Convention Exhibition (NICE) yang berskala internasional.
Kehadiran pusat pameran tersebut diharapkan mampu menarik ribuan pengunjung dan memicu aktivitas ekonomi yang lebih masif di ekosistem PIK2. Semakin banyak acara yang digelar maka daya tarik kawasan sebagai destinasi bisnis global akan semakin meningkat drastis.
Dari sisi aksesibilitas, pengerjaan proyek strategis Tol KATARAJA terus dikebut agar bisa segera digunakan oleh penghuni dan pelaku bisnis. Jalan tol ini nantinya akan menghubungkan kawasan PIK2 secara langsung menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan pusat kota.
Konektivitas yang mumpuni merupakan faktor krusial yang diproyeksikan bakal memperkuat arus permintaan unit properti secara berkelanjutan di masa depan. Kemudahan mobilitas tentu saja menjadi pertimbangan utama bagi konsumen dalam memilih lokasi tempat tinggal maupun tempat usaha.
Saat ini, perusahaan tercatat mengelola cadangan lahan yang sangat luas mencapai total 1.825 hektare di area strategis. Dengan posisi pasar yang kuat di segmen premium, manajemen berupaya keras untuk menjaga stabilitas harga dan kualitas bangunan.
Fokus pada pengembangan kota mandiri modern berskala besar menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan nilai saham perusahaan di bursa. Pihak manajemen sangat optimistis bahwa target tahunan sebesar Rp4,3 triliun dapat tercapai melalui kerja keras seluruh tim.
Pengembangan yang berkelanjutan tidak hanya berfokus pada sisi komersial semata, namun juga memperhatikan aspek tata kelola lingkungan. Sinergi antara Agung Sedayu Group dan Grup Salim menjadi jaminan atas kualitas standar dunia yang ditawarkan.
Melalui hasil positif di kuartal pertama, perseroan membuktikan mampu bertahan dan tumbuh di tengah kondisi makroekonomi yang dinamis. Prestasi ini menjadi sinyal positif bagi industri properti nasional bahwa minat beli masyarakat kelas menengah atas tetap solid.
Rencana jangka panjang yang disusun oleh jajaran direksi terus dieksekusi dengan presisi tinggi demi kepentingan seluruh pemangku kepentingan. Harapannya, PIK2 akan menjadi ikon baru pusat pertumbuhan ekonomi yang memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah sekitarnya.
Gemilang Ramadhan
Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Kolaborasi Nasional, Gerakan Indonesia ASRI Libatkan Semua Elemen Bangsa
- Kamis, 16 April 2026
Peran Krusial Tendik Dorong Kualitas Kampus Adaptif Berkelanjutan Nasional
- Jumat, 10 April 2026
Berita Lainnya
Capaian CIMB Niaga Bukukan Laba Konsolidasi Rp 2,3 Triliun di Awal 2026
- Selasa, 05 Mei 2026












