Harga Emas Solid, Level Support Tentukan Tren Pekan Ini
JAKARTA – Harga emas dunia diperkirakan akan menghadapi fase krusial dalam menentukan arah geraknya pada pekan ini, setelah berhasil bangkit dari zona support yang penting.
Kondisi dinamika harga saat ini sedang menjadi perhatian utama para investor karena berpotensi memicu lonjakan harga baru yang akan menjadi penentu tren emas di masa mendatang.
Senior Technical Strategist Forex.com, Michael Boutros, menyebutkan bahwa nilai emas tetap mampu bertahan di area support penting walaupun sebelumnya sempat terjadi penurunan tajam yang mencapai lebih dari 7,7 persen dari level tertingginya.
Berdasarkan penjelasannya, harga emas sempat menyentuh angka terendah harian di level US$ 4.501 per ons troi sebelum akhirnya mengalami pembalikan arah yang signifikan. Pemulihan ini bahkan membawa harga naik lebih dari 5,8 persen jika diukur dari posisi terendah pada pekan tersebut.
“Harga emas berhasil mempertahankan support utama dan kini pasar menunggu breakout dari range perdagangan Mei untuk menentukan arah berikutnya,” tulis Boutros dalam riset terbarunya sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Dilihat dari sisi teknis, zona support utama terletak pada kisaran US$ 4.493–4.540 per ons troi. Wilayah ini dinilai sangat krusial lantaran berfungsi sebagai fondasi bagi tren penguatan dalam jangka menengah. Jika harga konsisten berada di atas level tersebut, potensi emas untuk melanjutkan kenaikan masih sangat besar.
Namun, ia menekankan, apabila harga emas justru merosot dan ditutup di bawah zona itu, maka pasar terancam mengalami penurunan yang lebih signifikan. Batas support selanjutnya diperkirakan ada di US$ 4.319 per ons troi, dengan level pembatalan tren penguatan di kisaran US$ 4.098–4.112 per ons troi.
Level Penting
Untuk pergerakan ke atas, Boutros memaparkan bahwa titik hambatan atau resisten utama berada di US$ 4.894 per ons troi. Jika angka tersebut berhasil dilewati, maka jalan menuju target berikutnya di US$ 5.025 per ons troi akan terbuka, yang sekaligus memperkuat tren kenaikan emas di pasar global.
“Selain faktor teknikal, pelaku pasar juga menantikan sejumlah data ekonomi penting Amerika Serikat (AS) pekan depan yang berpotensi memengaruhi arah harga emas,” tambahnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Rangkaian data ekonomi tersebut meliputi inflasi inti atau Core CPI periode April yang dirilis 12 Mei, Producer Price Index (PPI) April pada 13 Mei, serta laporan penjualan ritel AS pada 14 Mei mendatang.
“Pasar juga masih mencermati perkembangan geopolitik global yang dapat memicu lonjakan permintaan aset safe haven seperti emas,” pungkasnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.