Breaking

Mitratel Bagi Dividen Rp2,07 Triliun, Rasio Capai 98 Persen

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Minggu, 05 Juli 2026
Mitratel Bagi Dividen Rp2,07 Triliun, Rasio Capai 98 Persen
ILUSTRASI, Mitratel tetapkan dividen tunai Rp2,07 triliun dengan rasio pembayaran 98 persen. (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL) atau Mitratel segera memasuki masa cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 6 Juli 2026, menyusul keputusan pemegang saham terkait pembagian dividen tunai sebesar Rp2,07 triliun.

Merujuk pada keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Mitratel menetapkan nilai dividen tunai sebesar Rp25,6457 per saham, dengan total keseluruhan mencapai Rp2.076.967.319.669. Adapun jadwal pembagian dividen tunai MTEL adalah sebagai berikut:

Cum dividen pasar reguler dan negosiasi: 6 Juli 2026

Ex dividen pasar reguler dan negosiasi: 7 Juli 2026

Cum dividen pasar tunai: 8 Juli 2026

Recording date (DPS): 8 Juli 2026 pukul 16.15 WIB

Ex dividen pasar tunai: 9 Juli 2026

Pembayaran dividen: 31 Juli 2026

Sebelumnya, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Mitratel pada 30 Juni 2026 telah memberikan persetujuan atas pembagian dividen senilai Rp2,07 triliun, yang mencakup 98% dari laba bersih tahun buku 2025. 

Pihak manajemen MTEL menyatakan bahwa rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio) tersebut tergolong sebagai salah satu yang tertinggi di industri, sekaligus menandai tahun kedua berturut-turut perseroan membagikan dividen dengan payout ratio 98%.

Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko menyampaikan bahwa pencapaian kinerja sepanjang 2025 menjadi landasan bagi perseroan untuk terus menjalankan ekspansi bisnis serta memelihara komitmen pengembalian nilai bagi pemegang saham.

"Kami terus menjaga keseimbangan antara penciptaan nilai bagi pemegang saham melalui dividen yang konsisten, investasi pada peluang pertumbuhan baru, dan transformasi menuju Next-Generation Tower Company. Dengan fondasi tersebut, kami optimistis dapat terus memperkuat kepemimpinan Mitratel sebagai perusahaan infrastruktur digital terdepan di Indonesia dan Asia Tenggara," ujar Theodorus sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Selama periode 2025, MTEL mencatatkan pendapatan sebesar Rp9,53 triliun, EBITDA senilai Rp7,83 triliun, dan laba bersih sebesar Rp2,12 triliun. 

Perseroan turut meningkatkan tenancy ratio menjadi 1,57 kali serta memperluas jaringan fiber optik melalui penambahan 6.160 kilometer secara organik, sehingga total jaringan kini mencapai 57.199 kilometer. 

Seiring dengan langkah ekspansi tersebut, fiber billable length meningkat menjadi 70.618 kilometer dan memicu pertumbuhan pendapatan segmen fiber optik sebesar 18,1% secara tahunan. 

Berbekal portofolio lebih dari 40.000 menara telekomunikasi serta jaringan fiber optik yang terus bertambah, Mitratel berupaya memperkuat posisinya sebagai perusahaan infrastruktur telekomunikasi digital terbesar di Indonesia.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua