Breaking

Indeks Saham Syariah Turun, Pembiayaan Bank Syariah Tetap Tumbuh

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Rabu, 08 Juli 2026
Indeks Saham Syariah Turun, Pembiayaan Bank Syariah Tetap Tumbuh
ILUSTRASI, Warga mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memaparkan perkembangan terkini mengenai sektor jasa keuangan syariah di tanah air selama paruh pertama tahun 2026. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dilaporkan mengalami penurunan hingga di atas 30 persen.

Berdasarkan data dari OJK, ISSI mengalami penurunan sebesar 36,30 persen menuju level 196,59 pada akhir Juni 2026 dari posisi sebelumnya sebesar 215,57 pada akhir Mei 2026. 

Di sisi lain, nilai kapitalisasi pasar berada di angka Rp 4.922,12 triliun, atau merosot jika dikomparasikan dengan bulan lalu yang menyentuh Rp 6.135,77 triliun.

Sementara itu, Asset Under Management (AUM) reksa dana syariah pada penghujung Juni 2026 berada di angka Rp 81,64 triliun. Capaian ini menunjukkan penurunan dari bulan sebelumnya yang sempat bertengger di angka Rp 83,71 triliun.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Meski terdapat penurunan pada kinerja Indeks Saham Syariah Indonesia dan Asset Under Management reksa dana syariah, sukuk korporasi berhasil tumbuh 15,23 persen secara year to date (ytd) menjadi Rp 101,64 triliun," kata Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Hernawan Bekti Sasongko dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK Juni 2026 yang digelar secara daring, Selasa (7/7/2026).

Secara rinci, nilai sukuk korporasi pada Juni 2026 mencapai Rp 101,64 triliun, atau naik dari bulan sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 95,89 triliun. Untuk sukuk negara, posisinya terpantau stagnan di angka Rp 1.793,39 triliun pada Juni 2026, serupa dengan pencapaian pada Mei 2026.

Perbankan Syariah

Di sektor lain, performa perbankan syariah mencatatkan total aset senilai Rp 1.047,03 triliun per Mei 2026. Perolehan ini menyusut dari bulan sebelumnya yang sempat berada di angka Rp 1.055,26 triliun.

Untuk pangsa pasar (market share) dari perbankan syariah berada di posisi 7,26 persen per Mei 2026, atau menurun dari April 2026 yang sempat menyentuh 7,46 persen. Kendati demikian, OJK mengonfirmasi adanya tren positif pada aspek pembiayaan syariah.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, "Per Mei 2026, pembiayaan perbankan syariah tumbuh 10,32 persen year on year (yoy), sedangkan piutang pembiayaan syariah tumbuh 10,87 persen (yoy)," ujar Hernawan.

Total pembiayaan perbankan syariah pada Mei 2026 menyentuh angka Rp 729,45 triliun atau naik sebesar 10,32 persen. Angka ini mencatatkan hasil yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang berada di level Rp 723,60 triliun.

Hernawan memaparkan bahwa OJK akan tetap memegang teguh komitmen untuk memajukan serta memperkuat sektor jasa keuangan syariah di Indonesia karena melihat potensinya yang begitu masif.

OJK pun bakal terus menggalakkan program literasi dan edukasi keuangan syariah kepada publik sebagai langkah nyata dalam mendongkrak inklusi keuangan syariah.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua