Breaking

Barito Renewables Tawar Perusahaan Filipina EDC Senilai Lima Miliar Dolar AS

GE
Gemilang Ramadhan

Editor: Mazroh Atul Jannah

Kamis, 16 Juli 2026
Barito Renewables Tawar Perusahaan Filipina EDC Senilai Lima Miliar Dolar AS
ILUSTRASI, First Gen Corporation menegaskan penawaran dari Barito Renewables bersifat indikatif dan tidak mengikat. (Sumber Gambar : Net)

JAKARTA – PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) dilaporkan telah menyampaikan penawaran untuk mengambil alih perusahaan panas bumi asal Filipina, Energy Development Corporation (EDC), dengan taksiran nilai ekuitas mencapai kisaran US$5 miliar. Kendati demikian, First Gen Corporation selaku induk usaha EDC, memberikan penegasan bahwa penawaran yang masuk tersebut masih berstatus indikatif serta tidak mengikat.

Corporate Secretary First Gen Rachel R. Hernandez mengungkapkan bahwa pihak perseroan memang telah mendapati penawaran yang tidak diminta (unsolicited), bersifat indikatif, sekaligus tidak mengikat (non-binding) dari BREN guna mengakuisisi EDC, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

"First Gen mengonfirmasi bahwa PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) telah menyampaikan penawaran yang tidak diminta, bersifat indikatif dan tidak mengikat untuk mengakuisisi Energy Development Corporation (EDC) dengan nilai ekuitas sekitar US$5 miliar," ujar Rachel R. Hernandez dalam keterbukaan informasi kepada Philippine Stock Exchange, Rabu (15/7/2026).

Berdasarkan penjelasan Hernandez, kelanjutan penawaran tersebut masih sangat bergantung pada proses pelaksanaan due diligence, finalisasi dokumen transaksi, beserta perolehan beraneka persetujuan yang dibutuhkan. 

Keterangan tertulis ini dirilis sebagai bentuk respons atas permintaan klarifikasi dari pihak bursa sehubungan dengan beredarnya pemberitaan mengenai transaksi tersebut.

Dalam laporan yang beredar, diinfokan bahwa BREN menyodorkan penawaran tunai yang memberikan valuasi terhadap ekuitas EDC di atas US$5 miliar, sedangkan untuk nilai perusahaan secara keseluruhan termasuk utang diperkirakan bisa menyentuh angka sekitar US$7 miliar.

Walaupun membenarkan adanya pengajuan penawaran tersebut, Hernandez kembali menekankan bahwa sampai dengan detik ini masih belum didapati pembicaraan yang bersifat resmi di antara kedua belah pihak terkait rencana transaksi, sebagaimana dilansir dari berita sourcing.

"Sampai saat ini belum ada diskusi antara para pihak, belum ada perjanjian yang ditandatangani, dan First Gen belum menunjuk penasihat apa pun untuk transaksi ini," katanya.

Oleh karena itu, hingga kini belum ada jaminan maupun kepastian apakah penawaran yang diajukan tersebut bakal melangkah ke tahapan negosiasi ataupun menuju penyelesaian akhir. 

Apabila nantinya berhasil diwujudkan, akuisisi terhadap EDC ini bakal menjadi sebuah langkah ekspansi regional yang amat penting buat BREN. 

EDC sendiri telah familier sebagai salah satu produsen energi panas bumi berskala terbesar di Filipina yang memiliki portofolio pembangkit energi mulai dari panas bumi, hidro, angin, hingga surya.

BREN merupakan unit perusahaan energi terbarukan yang berada di bawah naungan Barito Pacific Group kepunyaan Prajogo Pangestu. 

Anak usaha milik BREN, Star Energy Geothermal, saat ini tercatat mengoperasikan pembangkit listrik panas bumi dengan jumlah kapasitas terpasang mencapai 926 MW. 

Di samping itu, melalui Barito Wind, perseroan pun memegang kepemilikan atas Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap yang berlokasi di Sulawesi Selatan dengan kapasitas terpasang sebesar 79 MW.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua