WIFI Luncurkan Starlite Super, Internet 2 Gbps Pertama Wi-Fi 7
JAKARTA – PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) atau yang dikenal dengan Surge, secara resmi menghadirkan Starlite Super, sebuah layanan internet rumah super cepat dengan kecepatan menembus 2.000 megabit per detik (Mbps) atau setara 2 gigabit per detik (Gbps). Langkah taktis ini diambil perusahaan untuk mendorong percepatan adopsi koneksi internet kelas gigabit serta memperluas jangkauan layanan fixed broadband di tanah air.
Menurut Direktur Solusi Sinergi Digital, Shannedy Ong, Starlite Super merupakan pionir layanan fixed broadband dengan teknologi Wi-Fi 7 pertama di Indonesia yang menyajikan kecepatan hingga 2 Gbps dengan biaya langganan hanya sebesar Rp250.000 per bulan.
"Melalui Starlite Super, kami ingin membawa pengalaman internet kelas dunia dengan kecepatan hingga 2.000 Mbps ke rumah-rumah di Indonesia dengan harga yang tetap terjangkau," ujar Shannedy sebagaimana dilansir dari berita sumber pada Kamis (16/7/2026).
Ia menambahkan bahwa peluncuran Starlite Super ini menjadi tonggak sejarah baru dalam industri fixed broadband nasional. Kehadiran layanan ini sekaligus menempatkan Indonesia di jajaran terdepan kawasan Asia-Pasifik dalam hal adopsi teknologi Wi-Fi 7 untuk kebutuhan masyarakat luas.
Untuk menopang performa layanan premium tersebut, Surge memaksimalkan infrastruktur digitalnya yang memadukan jaringan Fiber-to-the-Home (FTTH) berbasis teknologi XGS-PON dengan jaringan tulang punggung (backbone) serat optik sepanjang lebih dari 8.000 kilometer yang membentang di sepanjang jalur kereta api nasional.
Infrastruktur tersebut digarap melalui kolaborasi dengan NTT East, di mana NTT eASIA memegang kepemilikan saham sebesar 49% pada PT Integrasi Jaringan Ekosistem (Weave), yang merupakan anak usaha Surge dalam membangun dan mengelola jaringan FTTH Starlite.
Di sisi lain, penerapan teknologi mutakhir XGS-PON serta Wi-Fi 7 didukung penuh oleh Huawei selaku mitra teknologi global mereka.
"Kami tidak membangun ini sendirian. NTT East membawa keahlian kelas dunia dalam pembangunan jaringan fiber, sementara para mitra teknologi kami menghadirkan solusi yang memungkinkan implementasi layanan Wi-Fi 7 berkecepatan hingga 2.000 Mbps. Bersama-sama, kami membangun fondasi bagi era Gigacity di Indonesia," kata Shannedy sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Selain berfokus pada pengembangan jaringan serat optik gigabit, emiten berkode saham WIFI ini juga terus mengakselerasi ekspansi melalui IRA–Internet Rakyat.
Layanan 5G Fixed Wireless Access (FWA) komersial yang beroperasi pada pita frekuensi 1,4 GHz tersebut menawarkan akses internet rumah tanpa batasan kuota (unlimited) berkecepatan hingga 100 Mbps dengan tarif mulai dari Rp100.000 per bulan.
Shannedy Ong memaparkan bahwa nilai tarif layanan IRA tersebut hanya setara dengan sekitar 1,4% dari pendapatan nasional bruto (GNI) per kapita bulanan masyarakat Indonesia.
Angka tersebut berada di bawah ambang batas keterjangkauan yang ditetapkan oleh UN Broadband Commission sebesar 2%.
Pengeluaran ini juga jauh lebih efisien dibandingkan dengan rata-rata biaya layanan fixed broadband pemula di tanah air yang umumnya menyentuh angka 4,8% dari GNI per kapita bulanan.
Perusahaan yang terafiliasi dengan Hashim Djojohadikusumo ini optimistis bahwa perpaduan antara Starlite Super dan IRA–Internet Rakyat akan memperkuat portfolio bisnis fixed broadband mereka, mulai dari opsi internet nirkabel yang ramah di kantong hingga koneksi fiber berkecepatan gigabit.
Strategi integratif ini diharapkan mampu memperluas pemerataan akses internet berkecepatan tinggi sekaligus menyokong percepatan transformasi digital nasional.
Atas keberhasilan meluncurkan inovasi Starlite Super, Surge berhasil menyabet penghargaan internasional World Broadband Association (WBBA) Gigacity Champion Award dalam perhelatan Broadband Development Summit APAC 2026 yang digelar di Bangkok, Thailand.
Dokumen hasil format ini juga telah dikompilasi ke dalam berkas PDF agar siap Anda gunakan secara profesional.