Breaking

Saham Amazon Turun, Morgan Stanley Naikkan Target Harga ke 335 Dolar

IB
Ibtihal

Editor: Septian Akbar Gumilang

Rabu, 19 Agustus 2026
Saham Amazon Turun, Morgan Stanley Naikkan Target Harga ke 335 Dolar
Ilustrasi Saham Amazon turun 0,71% pada penutupan sesi reguler Wall Street, Selasa (18/8/2026). (sumber foto: NET)

JAKARTA – Harga saham Amazon (AMZN) pada penutupan sesi reguler Wall Street Selasa (18/8/2026) tercatat di 259,45 dolar. Harga tersebut melemah 0,71% atau 1,86 dolar dibandingkan dengan penutupan sebelumnya.

Data tersebut diambil pada pukul 10.00 WIB, Rabu (19/8/2026), saat sesi reguler Nasdaq untuk hari itu belum dibuka. Kapitalisasi pasar Amazon tercatat sekitar 2,816 triliun dolar.

Pada sesi setelah jam bursa atau after-hours, saham AMZN naik tipis ke sekitar 259,50 dolar. Pergerakan tersebut mengindikasikan pelemahan pada sesi reguler lebih bersifat teknikal daripada perubahan sentimen fundamental.

Pelemahan saham Amazon terjadi di tengah sentimen pasar yang bercampur menjelang sejumlah katalis besar di sektor cloud computing dan kecerdasan buatan (AI). Meski demikian, fundamental bisnis inti Amazon masih dinilai solid oleh para analis.

Morgan Stanley menaikkan target harga saham Amazon dari 330 dolar menjadi 335 dolar dan mempertahankan rating Overweight. Target tersebut mengindikasikan potensi kenaikan sekitar 27% dari harga acuan saat laporan diterbitkan.

Menurut Morgan Stanley, salah satu alasan utama optimisme tersebut adalah potensi Amazon Web Services (AWS) mencapai pendapatan 1 triliun dolar. Dengan margin operasi historis bisnis komputasi awan, pencapaian tersebut berpotensi menghasilkan laba operasi hingga ratusan miliar dolar.

Dalam skenario bullish, Morgan Stanley menyebut harga saham Amazon dapat mencapai 500 dolar pada akhir 2027. Proyeksi tersebut bergantung pada pembangunan kapasitas AWS sebesar 6-8 gigawatt per tahun dan keberhasilan monetisasi AI.

Optimisme itu didukung pertumbuhan AWS pada kuartal terbaru yang mencapai 37% secara tahunan. Kinerja tersebut mempertegas posisi Amazon sebagai salah satu pemain utama infrastruktur cloud di tengah lonjakan permintaan komputasi AI global.

Menurut laporan 24/7 Wall St. yang dilansir Yahoo Finance, tidak satu pun dari 62 analis yang memantau saham Amazon memberikan rating Sell.

Target harga model tersebut berada di 353,44 dolar. Angka itu mengindikasikan potensi kenaikan sekitar 32,24% dengan tingkat keyakinan 90%.

Saham Amazon tercatat naik 15,8% secara year-to-date dan 20,68% dalam 52 minggu terakhir. Namun, harga saham tersebut masih sekitar 13% di bawah level tertinggi 52 minggu, yaitu 287,20 dolar.

Alasan optimisme analis mencakup pertumbuhan AWS sebesar 36,7%, yang menjadi laju pertumbuhan tercepat dalam 18 kuartal terakhir. Margin operasi AWS juga naik 650 basis poin secara tahunan.

Selain itu, backlog kontrak Amazon mencapai 496 miliar dolar dengan pertumbuhan tiga digit. Pendapatan iklan juga meningkat 26% menjadi 19,81 miliar dolar.

Di sisi lain, Amazon menghadapi risiko berupa arus kas bebas trailing yang negatif 7,6 miliar dolar. Risiko tersebut muncul di tengah kenaikan panduan belanja modal 2026 menjadi 220 miliar dolar.

Panduan kuartal ketiga juga mengindikasikan perlambatan pertumbuhan pendapatan ke kisaran 9%-12%.

Kinerja AWS menjadi faktor utama yang menopang optimisme terhadap saham Amazon. Namun, besarnya belanja modal, arus kas bebas negatif, dan potensi perlambatan pendapatan perlu dicermati investor.

Konsensus analis yang dihimpun MarketScreener menempatkan saham Amazon pada rekomendasi Buy dengan target harga rata-rata 327 dolar.

 

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua