BYD Resmikan Pabrik EV di Subang, 5.000 Pekerja Lokal Terserap
INSIDERINDONESIA.COM — Seremoni peresmian dihadiri langsung oleh Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, dan Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Totodua Pasaribu. Kehadiran para pejabat negara itu menegaskan posisi strategis Subang dalam peta industri otomotif listrik nasional.
Investasi Rp 11,7 Triliun dan Rantai Manufaktur Lokal
Berbeda dari sekadar perakitan Completely Knocked Down (CKD), pabrik BYD di Subang menjalankan proses produksi menyeluruh. Hal ini ditegaskan Vice President of BYD Co., Ltd, Liu Xueliang, dalam sambutannya di lokasi.
"Seluruh proses produksi dilakukan di Indonesia. Untuk proses produksinya mencakup pengecatan, pengelasan, dan proses akhir. Ini sebuah pencapaian yang baru," ungkap Liu Xueliang.
Keputusan untuk melakukan pengelasan dan pengecatan secara lokal ini menjadi sinyal kuat komitmen BYD membangun ekosistem industri di Tanah Air, bukan hanya mengandalkan Indonesia sebagai pasar semata. Menperin Agus Gumiwang menyebut langkah ini sebagai simbol kemajuan industrialisasi nasional.
"Peresmian fasilitas produksi BYD Motor Indonesia hari ini bukan hanya pembukaan pabrik baru, melainkan simbol lahirnya harapan dan peluang bagi kemajuan industrialisasi nasional melalui penciptaan ekosistem industri," ujarnya.
Target Serap 20 Ribu Tenaga Kerja Indonesia
Dampak ekonomi langsung sudah terasa sejak tahap awal operasional. Lebih dari 5.000 pekerja lokal telah direkrut, dan jumlah itu dipastikan akan bertambah seiring peningkatan kapasitas pabrik.
"Hari ini para hadirin sekalian dengan disaksikan semua orang di sini kita sudah membuktikan impian kita bisa terwujudkan, pabrik 126 hektar dengan kapasitas produksi 150 ribu unit per tahun," tambah Liu.
BYD menargetkan total penyerapan tenaga kerja hingga 20 ribu orang ketika kapasitas produksi mencapai titik maksimal. Liu Xueliang juga menyampaikan apresiasi khusus terhadap kualitas sumber daya manusia lokal.
"Tenaga kerja di Indonesia 5 ribu orang lebih, staf Indonesia sangat rajin dan tekun dalam melakukan pekerjaan," puji dia.
Model Andalan yang Diproduksi di Subang
Area pabrik turut memamerkan jajaran produk yang akan mengisi lini produksi. Beberapa model terlihat dipajang, mulai dari hatchback mungil Atto 1, crossover populer Atto 3, sedan performa tinggi Seal, hingga city car bergaya modern Dolphin.
Jajaran kendaraan keluarga juga ikut meramaikan area tersebut, seperti multi-purpose vehicle (MPV) listrik M6 dan SUV bergaya futuristik Sealion 07. Tak ketinggalan, mobil mewah Denza D9 turut dipamerkan sebagai bagian dari strategi BYD menggarap segmen premium di Indonesia.
Kehadiran model Denza D9 di pabrik Subang mengindikasikan bahwa merek premium di bawah naungan BYD tersebut juga akan diproduksi atau setidaknya dirakit secara lokal, membuka peluang harga yang lebih kompetitif untuk pasar Indonesia.