Breaking

VinFast Feliz II Siap Hadir di Indonesia, Klaim Biaya Operasional Hemat 65%

RE
Jumat, 04 September 2026
VinFast Feliz II Siap Hadir di Indonesia, Klaim Biaya Operasional Hemat 65%

INSIDERINDONESIA.COM — PT VinFast Indonesia resmi memperkenalkan motor listrik Feliz II sebagai jawaban atas kebutuhan kendaraan harian yang efisien di tengah tingginya biaya hidup perkotaan. Berdasarkan Survei Biaya Hidup 2022 dari Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata rumah tangga di Jakarta mengalokasikan Rp 2 juta per bulan untuk transportasi, menjadikannya pos pengeluaran terbesar ketiga setelah perumahan dan makanan.

Angka tersebut membebani kantong pekerja muda, wirausahawan, hingga keluarga kecil yang tetap membutuhkan kendaraan andal untuk mobilitas sehari-hari. Feliz II hadir dengan klaim mampu menekan pos biaya ini secara signifikan melalui efisiensi energi dan sistem baterai yang fleksibel.

Hitung-hitungan Biaya Operasional: Listrik vs Bensin

Untuk memberikan gambaran nyata, simulasi pemakaian pekerja kantoran dengan jarak tempuh 1.000 km per bulan atau sekitar 33 km per hari bisa menjadi acuan. Sebuah motor bensin 110 cc dengan konsumsi rata-rata 55 km per liter membutuhkan biaya bahan bakar sekitar Rp 182 ribu per bulan.

Jika baterai Feliz II dibeli langsung dan diisi daya di rumah, biaya energinya hanya sekitar Rp 26.400 per bulan. Dengan skema langganan, pengguna yang mengisi di rumah mengeluarkan Rp 110 ribu per bulan. Sementara itu, skema tukar baterai (battery swap) dihargai Rp 6.000 per kali, dan gratis selama tahun pertama dengan kuota 20 kali per bulan.

"Untuk tahun pertama, biaya operasional bisa ditekan hingga Rp 84 ribu per bulan saja berkat kuota gratis tersebut," ungkap pernyataan resmi VinFast. Artinya, pengguna skema ini bisa menempuh perjalanan hingga 1.640 km per bulan tanpa biaya energi, jumlah yang jauh melebihi kebutuhan komuter harian.

Mengapa Total Biaya Kepemilikan Lebih Penting dari Harga Jual?

Keputusan membeli kendaraan tidak bisa hanya berpatokan pada banderol harga awal. Pemerhati industri otomotif, Pasya Usman, menekankan pentingnya menghitung Total Cost of Ownership (TCO) yang menggabungkan harga beli dan biaya energi selama masa pakai.

"Hal TCO adalah hal substansi yang mesti dipahami konsumen, alih-alih mempertimbangkan membeli kendaraan dari satu aspek, harga jual," ujarnya. Hasil simulasi menunjukkan, dengan pembelian satu baterai, TCO Feliz II berada di angka Rp 23,73 juta. Nilai ini sekitar 22 persen lebih hemat dibandingkan motor bensin dan 24 persen di bawah motor listrik sekelas. Bahkan dengan skema langganan yang harga masuknya paling rendah, penghematan tetap terjaga di kisaran 11-19 persen.

Implikasinya nyata bagi dompet konsumen. "Belanja energi yang dipangkas bisa dialihkan untuk hal yang lebih produktif," kata Nisa Sari, pengguna kendaraan listrik di Sleman, Yogyakarta. "Uangnya bisa untuk tambahan traveling di Jawa Tengah atau dibelikan perlengkapan outdoor untuk hiking. Kalau tidak ada kebutuhan mendesak, sisa uangnya aku tabung," tambahnya dalam keterangan tertulis, Selasa (18/8/2026).

Desain Urban yang Lebih Lapang dari Motor Listrik Lain

Tak hanya soal biaya, VinFast Feliz II juga dirancang untuk tampil percaya diri di jalanan perkotaan. Motor ini membawa bahasa desain modern dengan lekukan dinamis dan lampu utama dual LED yang menyempit di bodi bawah, memberikan kesan sporty sekaligus aerodinamis. Pelek 14 inci membuat proporsinya terlihat padat dan berisi.

Dengan dimensi 1.913 x 693 x 1.130 mm dan jarak sumbu roda 1.320 mm, Feliz II diklaim lebih panjang dan tinggi dari rata-rata motor listrik di kelasnya. Postur ini memberikan ruang duduk yang lebih lega untuk pengendara dan penumpang saat berboncengan, namun tetap ramping untuk bermanuver di lalu lintas padat.

Kombinasi biaya operasional yang rendah, skema baterai yang beragam, serta desain yang matang menjadikan Feliz II sebagai alternatif bagi konsumen Indonesia yang mencari kendaraan listrik dengan pertimbangan finansial jangka panjang.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua