Breaking

Kemenekraf Catat Pendapatan Industri Animasi Tembus Rp800 Miliar pada 2025

RE
Rabu, 16 September 2026
Kemenekraf Catat Pendapatan Industri Animasi Tembus Rp800 Miliar pada 2025

INSIDERINDONESIA.COM — Pendapatan industri animasi Indonesia melonjak 3,3 kali lipat dalam sepuluh tahun terakhir menjadi sekitar Rp800 miliar pada 2025. Kenaikan itu ditopang pergeseran model bisnis pelaku animasi yang kini lebih banyak menggarap karya dan intellectual property (IP) sendiri. Pemerintah menyiapkan skema pembiayaan berbasis kekayaan intelektual untuk memperkuat tren tersebut.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyatakan pertumbuhan itu menandakan aktivitas bisnis di industri animasi nasional semakin kuat. Menurut dia, pengembangan karya dan IP lokal menjadi pendorong utama kenaikan pendapatan tersebut.

"Pendapatan industri animasi Indonesia meningkat 3,3 kali lipat dalam 10 tahun terakhir, dengan nilai sekitar Rp800 miliar pada tahun 2025," kata Riefky dalam wawancara bersama ANTARA di Jakarta, Rabu.

Kontribusi IP Sendiri Capai 41 Persen

Perubahan paling mencolok terlihat dari kontribusi IP karya sendiri yang kini mencapai sekitar 41 persen terhadap pendapatan industri animasi nasional pada 2025. Angka itu menandai peralihan peran pelaku animasi yang sebelumnya banyak menjadi penyedia jasa produksi untuk IP milik pihak lain.

"Terpotret ada pergeseran industri animasi Indonesia. Dari sebelumnya mayoritas sebagai penyedia jasa untuk IP pihak lain, dan ini menjadi kreator dan owner IP-nya sendiri," ujar Riefky.

Riefky menilai pengembangan IP menjadi aspek penting untuk meningkatkan nilai ekonomi industri animasi. Sebuah karya, kata dia, dapat dikembangkan dan dikomersialkan melalui berbagai kanal sekaligus.

Karya Lokal Mulai Menjangkau Jutaan Penonton

Dalam lima tahun terakhir, semakin banyak IP animasi lokal yang mampu menjangkau jutaan penonton lewat bioskop maupun platform digital. Sejumlah karya seperti Musa dan Jumbo telah hadir di layar lebar.

Serial animasi di YouTube seperti Baba Lili Tata dan Risky Replay juga disebut telah ditonton jutaan orang. Capaian itu memperkuat posisi IP lokal sebagai aset ekonomi, bukan sekadar konten hiburan.

Film, Animasi, dan Video Tumbuh 17,5 Persen

Pada tingkat ekonomi kreatif secara keseluruhan, subsektor film, animasi, dan video mencatat pertumbuhan sekitar 17,5 persen pada 2025 dengan nilai sekitar Rp14,5 triliun. Subsektor ini menjadi yang tumbuh terbesar kedua setelah aplikasi.

Pemerintah sudah menyiapkan landasan hukum melalui PP Nomor 24 Tahun 2022 tentang pembiayaan berbasis kekayaan intelektual. Regulasi itu membuka ruang bagi IP untuk menjadi objek jaminan pembiayaan atau kolateral.

Pelatihan 64 IP Valuator untuk Akses Pendanaan

Kemenekraf bekerja sama dengan Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI) memberikan pelatihan kepada 64 appraisal atau IP valuator. Tujuannya agar IP memiliki nilai yang diakui ketika diajukan sebagai jaminan bantuan atau pinjaman perbankan.

"Karena ketika IP kreator ataupun dari para animator membawa IP-nya untuk mendapatkan pendanaan, biasanya dari pihak perbankan itu akan menanyakan apa jaminannya begitu. Nah untuk menilai sebuah jaminan itu dibutuhkan valuator," kata Riefky.

Ia menambahkan dukungan semua pihak dibutuhkan agar IP lokal semakin bernilai dan mampu meningkatkan kesejahteraan para animator. Tanpa ekosistem valuasi dan pembiayaan yang matang, potensi ekonomi dari karya animasi berisiko berhenti di tahap produksi.

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua