Arab Saudi Kutuk Serangan Drone Houthi ke Makkah, Pertahanan Udara Berhasil Cegat
INSIDERINDONESIA.COM — Arab Saudi mengecam keras upaya serangan drone militan Houthi yang menargetkan Makkah pada Selasa. Angkatan Pertahanan Udara Kerajaan Saudi berhasil mencegat dan menghancurkan drone tersebut sebelum memasuki wilayah udara terlarang kota suci itu. Serangan ini tercatat sebagai upaya kedua yang mengarah ke Makkah, setelah insiden serupa pada 27 Juli 2017.
Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyatakan pengecaman keras atas serangan drone yang diarahkan ke Makkah. Riyadh menilai aksi tersebut sebagai bentuk teror pengecut yang menyasar kota suci sekaligus kiblat umat Muslim dunia.
Dalam pernyataan resminya, Kerajaan Saudi menyebut serangan itu sebagai pengulangan praktik milisi Houthi yang selama ini menargetkan dan melanggar kesucian tempat-tempat suci umat Muslim. Pemerintah Saudi juga menegaskan bahwa aksi tersebut memprovokasi sentimen umat Muslim di seluruh dunia.
Pertahanan Udara Saudi Gagalkan Drone Sebelum Masuk Wilayah Suci
Angkatan Pertahanan Udara Kerajaan Saudi bergerak cepat menanggapi serangan tersebut. Sistem pertahanan berhasil mencegat dan menghancurkan drone sebelum sempat memasuki wilayah udara terlarang Makkah.
Kerajaan memuji kewaspadaan pasukan pertahanan udara yang dinilai berhasil menggagalkan upaya serangan. Keberhasilan intersepsi ini disebut sebagai bukti kesiapan Saudi dalam melindungi wilayah suci dan para peziarah.
Serangan pada Selasa menjadi upaya kedua yang mengarah ke Makkah. Sebelumnya, insiden serupa pernah terjadi pada 27 Juli 2017.
Seruan ke Komunitas Internasional dan Kecaman Negara Sahabat
Arab Saudi memperbarui seruannya kepada komunitas internasional untuk mengutuk serangan-serangan serius tersebut. Riyadh mendesak dunia mengambil sikap tegas terhadap aksi milisi Houthi yang menyasar tempat-tempat suci serta fasilitas sipil dan ekonomi di Kerajaan.
Kerajaan juga menyoroti ancaman yang ditimbulkan milisi Houthi terhadap kebebasan navigasi maritim, pelayaran komersial, dan perdagangan internasional. Isu ini dinilai memperluas dampak konflik ke jalur pelayaran global.
Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menegaskan kembali hak sah Kerajaan untuk mengambil semua tindakan yang diperlukan. Langkah itu ditujukan untuk mempertahankan keamanan Dua Masjid Suci, para peziarah dan pengunjung, serta seluruh wilayah Kerajaan, warga negara, dan penduduknya.
Qatar hingga Pakistan Ikut Menyatakan Kecaman
Sejumlah negara menyusul menyatakan kecaman atas serangan yang mengarah ke Makkah. Qatar menilai upaya melanggar kesucian Makkah dan Masjidil Haram sebagai tindakan agresi yang memalukan.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyampaikan kecaman keras atas upaya serangan drone tersebut. Ia menyebutnya sebagai tindakan pengecut dan menegaskan dukungan Pakistan terhadap kedaulatan serta integritas wilayah Arab Saudi.
Pemerintah Yordania juga menyampaikan sikap serupa. Amman menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan Kerajaan dan hukum internasional.
Dampak pada Keamanan Tempat Suci dan Jalur Pelayaran
Serangan ini menambah daftar panjang insiden yang menyasar wilayah Arab Saudi. Fokus utama Riyadh kini tertuju pada penguatan pertahanan udara di sekitar Makkah dan kawasan strategis lainnya.
Ancaman terhadap kebebasan navigasi maritim menjadi perhatian tersendiri. Jalur pelayaran di kawasan Laut Merah memegang peran penting bagi perdagangan internasional dan pelayaran komersial.
Dukungan diplomatik dari Qatar, Pakistan, dan Yordania memperkuat posisi Saudi di forum internasional. Riyadh berharap tekanan global dapat mendorong langkah tegas terhadap milisi Houthi ke depan.