Energi Panas Bumi Jadi Solusi Ketahanan Pangan Nasional dengan Pupuk Booster Katrili
- Minggu, 30 Maret 2025
JAKARTA - Energi panas bumi kini bukan hanya dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik, tetapi juga mulai memainkan peran penting dalam sektor pertanian. PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) Area Lahendong menghadirkan inovasi baru berupa Pupuk Booster Katrili, pupuk cair berbahan dasar silika dari fluida panas bumi yang terbukti mampu meningkatkan kesuburan tanah dan daya tahan tanaman terhadap hama.
Inovasi ini menjadi solusi nyata bagi petani di Tomohon, Sulawesi Utara, yang selama ini menghadapi tantangan kelangkaan pupuk. Dengan adanya Pupuk Booster Katrili, hasil panen petani mengalami peningkatan yang signifikan.
Uji Coba Perdana di Tomohon
Baca JugaPengembangan SPKLU Dorong PLN Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik Kaltara
Sebagai langkah awal, pupuk ini telah diuji coba dalam penyemprotan perdana ke tanaman padi di Lao-Lao Geothermal Park, Tomohon. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran direksi PGE serta kelompok petani setempat, yang antusias menyambut terobosan ini. Uji coba ini membuktikan bahwa panas bumi tidak hanya berperan dalam transisi energi bersih, tetapi juga dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Pupuk Booster Katrili merupakan hasil kerja sama antara PGE Area Lahendong dan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM). Dengan teknologi nano yang mengolah endapan silika dari fluida panas bumi dan mengombinasikannya dengan kitosan, pupuk ini menjadi lebih ramah lingkungan dan ekonomis.
“Inovasi ini tidak hanya membantu meningkatkan hasil pertanian, tetapi juga memberikan manfaat lingkungan karena berbasis material alami dari panas bumi,” ujar Direktur Utama PGE, Julfi Hadi.
Pengakuan Internasional dan Dampak Positif
Keunggulan inovasi ini telah mendapat apresiasi di tingkat internasional. PGE Area Lahendong berhasil meraih penghargaan Platinum dalam The 17th Annual Global CSR & ESG Summit and Awards 2025 di Ho Chi Minh City, Vietnam, dalam kategori “Best Country Excellence in Indonesia”.
Julfi Hadi menegaskan bahwa penghargaan ini menjadi bukti nyata kontribusi PGE dalam mendukung keberlanjutan sektor pertanian dan lingkungan. “Keberlanjutan bukan sekadar kepatuhan regulasi bagi kami, tetapi sudah menjadi budaya di seluruh area operasional,” katanya.
Selain sektor pertanian, PGE juga menjajaki pemanfaatan panas bumi untuk berbagai kebutuhan lain, seperti pengolahan gula aren melalui kerja sama dengan PT Gunung Hijau Masarang. Langkah ini semakin memperkuat peran PGE dalam menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.
Sebagai perusahaan energi hijau kelas dunia, PGE terus berkomitmen untuk mengembangkan energi panas bumi secara berkelanjutan. Melalui inovasi seperti Pupuk Booster Katrili, PGE menunjukkan bahwa energi panas bumi dapat membawa manfaat lebih luas bagi kehidupan sehari-hari. Dengan langkah ini, PGE tidak hanya berkontribusi dalam ketahanan energi, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan nasional.
Mazroh Atul Jannah
Insiderindonesia.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Livin Mandiri Dorong Transformasi Digital Transaksi Nasabah Ritel di Era Modern
- Rabu, 21 Januari 2026
Solusi Finansial Fleksibel Jadi Kunci Dukung Kebutuhan dan Gaya Hidup Modern
- Rabu, 21 Januari 2026
OJK Perkuat Perlindungan Konsumen Sektor Keuangan Agar Transaksi Lebih Aman
- Rabu, 21 Januari 2026
Harga Emas Antam Terus Naik, Saatnya Pertimbangkan Investasi Emas Sekarang
- Rabu, 21 Januari 2026
Chelsea Bersiap Sambut Vinicius Junior yang Diprediksi Pecahkan Rekor Transfer
- Rabu, 21 Januari 2026
Berita Lainnya
IHSG Bergerak Dinamis, Simak Rekomendasi Saham Terbaik untuk Investor Hari Ini
- Rabu, 21 Januari 2026












