Galaxy AI Samsung Tembus 400 Juta Pengguna, Makin Personal
JAKARTA - Artificial Intelligence (AI) kini bukan lagi sekadar istilah keren di dunia teknologi. Dalam beberapa tahun terakhir, AI berubah menjadi alat yang benar-benar dipakai untuk membantu aktivitas harian, mulai dari komunikasi, mencari informasi, hingga mendukung produktivitas. Melihat perubahan besar ini, Samsung Electronics mengambil langkah yang jelas: AI tidak lagi diposisikan sebagai fitur pelengkap, melainkan sebagai pusat pengalaman pengguna di perangkat mobile.
Melalui Galaxy AI, Samsung sukses mendefinisikan ulang hubungan antara manusia dan perangkat pintar menjadi lebih natural, praktis, dan personal. Transformasi tersebut juga terlihat dari angka adopsi yang terus melejit. Hingga 2025, Galaxy AI telah digunakan oleh lebih dari 400 juta pengguna di seluruh dunia, menjadikannya salah satu implementasi AI mobile paling masif saat ini.
Samsung Jadikan AI Inti Ekosistem Mobile, Bukan Sekadar Fitur
Artificial Intelligence (AI) telah bertransformasi dari sekadar tren teknologi menjadi alat pendukung aktivitas sehari-hari.
Menyadari pergeseran ini, Samsung Electronics tidak lagi menempatkan AI sebagai fitur tambahan, melainkan sebagai inti dari ekosistem perangkat mobile mereka. Melalui Galaxy AI, raksasa teknologi asal Korea Selatan ini sukses mendefinisikan ulang interaksi antara manusia dan perangkat pintar secara lebih natural dan personal.
MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, Ilham Indrawan, menegaskan bahwa visi perusahaan adalah melakukan demokratisasi teknologi. Galaxy AI dirancang untuk mempermudah hidup pengguna, bukan sekadar memamerkan kecanggihan teknis.
Ia menambahkan Samsung kini memegang peran sebagai pionir yang menetapkan standar baru bagi industri mobile AI.
Awal Lompatan Besar: Galaxy S24 dan Fondasi Komunikasi-Pencarian
Langkah besar Samsung dimulai pada awal 2024 melalui peluncuran Galaxy S24 Series. Perangkat ini menjadi peletak batu pertama bagi fondasi AI yang berfokus pada dua aspek krusial: komunikasi dan pencarian informasi.
Melalui fitur Live Translate dan Transcript Assist, hambatan bahasa yang selama ini menjadi kendala komunikasi global mulai terkikis. Bagi pengguna, kemampuan menerjemahkan percakapan secara langsung serta membantu transkrip dan ringkasan menjadi perubahan nyata yang langsung terasa dalam aktivitas sehari-hari.
Samsung juga menunjukkan komitmennya pada relevansi lokal dengan menghadirkan dukungan Bahasa Indonesia secara cepat, melengkapi 20 bahasa lainnya hingga akhir 2024.
Di sisi lain, kehadiran Circle to Search with Google mengubah cara pengguna mencari informasi secara instan tanpa perlu berpindah aplikasi. Keberhasilan tahap awal ini terbukti dari adopsi masif yang mencapai lebih dari 200 juta perangkat secara global dalam waktu kurang dari satu tahun.
AI pada Perangkat Foldable: Layar Lipat Jadi Lebih Maksimal
AI pada Perangkat Foldable
Evolusi terus berlanjut seiring dengan lahirnya generasi terbaru perangkat lipat Samsung. Pada Galaxy Z Fold6 dan Galaxy Z Flip6, Samsung membuktikan bahwa AI mampu beradaptasi dengan desain perangkat yang unik.
Pengalaman AI dioptimalkan untuk memaksimalkan potensi layar besar dan fleksibilitas layar lipat. Dalam perangkat foldable, AI tidak hanya ditambahkan begitu saja, tetapi disesuaikan agar selaras dengan cara orang menggunakan layar lipat dalam berbagai skenario.
Fitur seperti Live Interpreter Dual Screen memungkinkan komunikasi dua arah yang lebih intuitif bagi pengguna. Sementara bagi para kreator, fitur Generative Edit, Portrait Studio, hingga Sketch to Image memberikan ruang eksplorasi visual yang belum pernah ada sebelumnya.
Pendekatan ini memastikan bahwa AI bukan sekadar perangkat lunak yang "menempel", melainkan bagian integral yang meningkatkan fungsi desain foldable.
Galaxy AI Makin Kontekstual: S25 Jadi “The True AI Companion”
Galaxy AI Jadi Lebih Personal dan Kontekstual
Memasuki tahun 2025, Samsung melangkah lebih jauh melalui Galaxy S25 Series yang diposisikan sebagai "The True AI Companion".
Pada fase ini, Galaxy AI berevolusi menjadi lebih personal dan kontekstual. Berkat kemampuan memahami teks, suara, dan visual secara simultan, perangkat kini mampu memberikan bantuan yang lebih proaktif.
Kehadiran fitur Now Brief, integrasi mendalam dengan Google Gemini, hingga Audio Eraser menunjukkan bahwa Galaxy AI semakin memahami kebutuhan harian pengguna. Fitur-fitur ini memperlihatkan pergeseran penting: AI tidak hanya merespons perintah, tetapi juga mulai membantu pengguna dengan cara yang terasa lebih natural.
Evolusi ini kemudian disempurnakan lebih lanjut pada Galaxy Z Fold7 dan Galaxy Z Flip7 melalui AI-Optimized FlexWindow dan enhanced multimodal AI, yang membuat asisten digital ini hadir lebih aktif dalam mendukung produktivitas.
Adopsi 400 Juta Pengguna Jadi Bukti AI Mobile Masuk Fase Baru
400 Juta Pengguna pada 2025
Keberhasilan Samsung dalam mengintegrasikan AI tercermin dari data adopsi pengguna yang impresif. Hingga 2025, tercatat lebih dari 400 juta pengguna Samsung di seluruh dunia telah mengadopsi Galaxy AI dalam keseharian mereka.
Angka ini menjadi bukti nyata bahwa pendekatan Samsung yang mengutamakan kemudahan penggunaan (user experience) sangat relevan dengan kebutuhan pasar. Bagi Samsung, respons positif ini menjadi validasi kuat bahwa AI adalah masa depan pengalaman mobile.
Dengan terus mendorong batas inovasi, Samsung berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman digital yang semakin cerdas, personal, dan selaras dengan ritme hidup manusia di masa depan.