Pelaku Wisata Pasir Putih Situbondo Bersatu Bersihkan Sampah Pantai Bersama

Pelaku Wisata Pasir Putih Situbondo Bersatu Bersihkan Sampah Pantai Bersama
Kamis, 29 Januari 2026 | 11:52:33 WIB

JAKARTA - Musim hujan yang berlangsung cukup panjang di Kabupaten Situbondo kembali membawa dampak bagi kawasan wisata bahari Pasir Putih. Setelah hujan deras mengguyur hampir seluruh wilayah selama beberapa pekan terakhir, tumpukan sampah dan ranting kayu terlihat memenuhi bibir pantai. Kondisi itu bukan hanya mengganggu pemandangan, tetapi juga berpotensi mengurangi kenyamanan wisatawan dan aktivitas ekonomi para pelaku usaha di sekitar pantai.

Melihat keadaan tersebut, Pengelola Wisata Bahari Pasir Putih Situbondo bersama para pelaku wisata, pelaku UMKM, hingga pengelola hotel memilih bergerak cepat. Mereka menggelar gotong royong untuk membersihkan sampah yang terbawa banjir dan menumpuk di tepi pantai. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian bersama agar kawasan wisata tetap bersih dan layak dikunjungi.

Koordinator Pengelola Wisata Bahari Pasir Putih Situbondo, Yogie Kripsian Sah, menyampaikan bahwa kegiatan kerja bakti ini melibatkan berbagai pihak yang selama ini menggantungkan aktivitasnya di kawasan wisata pantai tersebut.

Tumpukan Sampah Terbawa Banjir Penuhi Bibir Pantai

Yogie menjelaskan, sampah dan ranting kayu yang menumpuk di tepi pantai berasal dari beberapa titik aliran sungai. Material tersebut terbawa arus banjir menuju laut, lalu terseret ombak hingga akhirnya menumpuk di sepanjang bibir pantai Pasir Putih yang berada di Desa Pasir Putih, Kecamatan Bungatan.

Menurutnya, kondisi ini terjadi setelah hujan deras melanda wilayah Situbondo dan sekitarnya. Aliran air dari sungai membawa berbagai jenis sampah rumah tangga serta ranting kayu yang kemudian bermuara ke laut. Dalam waktu singkat, sampah tersebut dapat memenuhi area tepi pantai dan mengganggu aktivitas wisata.

Situasi ini pun menjadi perhatian serius karena Pasir Putih merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Situbondo. Kebersihan pantai menjadi faktor penting untuk menjaga daya tarik wisata sekaligus memastikan wisatawan tetap merasa nyaman saat berkunjung.

Sampah Berasal dari Sejumlah Sungai di Bungatan, Mlandingan, Kendit

Lebih lanjut, Yogie memaparkan bahwa sumber sampah dan ranting kayu tersebut berasal dari beberapa aliran sungai di Situbondo. Saat hujan deras mengguyur, debit air meningkat dan membawa material dari hulu sungai hingga ke hilir.

Ia menyebut beberapa kecamatan yang menjadi titik aliran sungai yang berkontribusi terhadap tumpukan sampah di pantai Pasir Putih.

Menurut Yogie, sampah dan ranting kayu itu berasal dari beberapa titik aliran sungai saat hujan deras melanda di wilayah itu, di antaranya sungai di Kecamatan Bungatan Mlandingan dan Kendit.

Dengan kondisi tersebut, pantai Pasir Putih seakan menjadi titik “akhir” tempat sampah dan ranting kayu berkumpul, karena arus laut mendorongnya kembali ke bibir pantai. Karena itu, pembersihan pantai perlu dilakukan segera, agar tidak semakin menumpuk dan semakin sulit ditangani.

Gotong Royong Pengelola, UMKM, hingga Pelaku Wisata

Kegiatan pembersihan pantai ini dilakukan secara gotong royong, melibatkan berbagai unsur yang berada di kawasan wisata. Tidak hanya pengelola wisata, namun juga pelaku UMKM yang berjualan di sekitar pantai, pelaku wisata lainnya, serta pengelola hotel yang berada di kawasan Pasir Putih.

Keterlibatan banyak pihak ini menunjukkan bahwa kebersihan pantai bukan hanya tanggung jawab satu kelompok saja, melainkan kepentingan bersama. Terutama karena kawasan wisata Pasir Putih menjadi sumber penghidupan bagi banyak warga, mulai dari pedagang, penyedia jasa wisata, hingga pengelola penginapan.

Dengan kerja bakti tersebut, sampah dan ranting kayu yang sempat menumpuk perlahan dibersihkan dari tepi pantai. Pembersihan dilakukan agar pantai kembali tertata dan tidak mengganggu wisatawan maupun aktivitas ekonomi masyarakat.

Kondisi Ini Kerap Terjadi Setiap Musim Hujan

Yogie juga menyampaikan bahwa peristiwa seperti ini bukan hal baru. Ia menyebut, sampah dan ranting kayu yang terbawa banjir dan kemudian menumpuk di sepanjang bibir pantai Pasir Putih merupakan kejadian yang sering terjadi setiap musim hujan.

Dia menyampaikan bahwa sampah dan ranting kayu yang terbawa banjir dan bermuara di laut hingga terseret arus dan menumpuk di sepanjang bibir pantai Pasir Putih itu kerap terjadi setiap musim hujan.

Hal ini memperlihatkan adanya tantangan tahunan yang harus dihadapi kawasan wisata bahari tersebut. Ketika intensitas hujan meningkat, risiko banjir dan luapan sungai otomatis naik, sehingga sampah dari berbagai wilayah berpotensi terbawa hingga ke laut dan akhirnya kembali lagi ke pantai.

Karena itu, kerja bakti seperti ini menjadi salah satu cara cepat untuk mengatasi dampak yang terjadi, sembari menjaga citra pantai sebagai destinasi wisata yang bersih.

Pantai Kembali Bersih Usai Kerja Bakti, Yogie Sampaikan Apresiasi

Setelah kegiatan pembersihan dilakukan, kondisi pantai Pasir Putih kembali bersih. Yogie pun menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas keterlibatan semua pihak yang ikut membantu dalam kerja bakti tersebut.

Ucapan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa kolaborasi berbagai pihak di kawasan wisata sangat penting, terutama ketika menghadapi persoalan yang berulang seperti tumpukan sampah saat musim hujan.

Sebagai informasi, hampir seluruh wilayah di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, sejak tiga pekan terakhir diguyur hujan deras. Bahkan pada Rabu (21/1) lalu, hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan sejumlah aliran sungai meluap dan membanjiri ribuan rumah warga. Kondisi cuaca inilah yang kemudian memicu tumpukan sampah dan ranting kayu terbawa hingga ke kawasan pantai Pasir Putih.

Reporter: Gemilang Ramadhan