Normalisasi Ciliwung Dilanjutkan, Pembebasan Lahan Dikelola Pemprov Bertahap
JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan proses normalisasi Kali Ciliwung tetap berjalan, dengan strategi pembebasan lahan dan pembayaran yang dilakukan secara bertahap. Langkah ini diambil untuk menjamin kelancaran proyek pengendalian banjir di ibu kota tanpa menimbulkan gesekan dengan warga terdampak.
Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum, menjelaskan bahwa pendekatan humanis menjadi kunci dalam pelaksanaan normalisasi. Selain itu, proses pembebasan lahan dikerjakan langsung oleh pemerintah daerah tanpa perantara, sehingga transparansi dan koordinasi dapat terjaga.
Pembayaran Bertahap untuk Mengamankan Lahan Strategis
Ika Agustin menyampaikan bahwa pembebasan lahan telah dimulai sejak 2025.
Proses bertahap ini diharapkan dapat mengurangi potensi konflik sosial dan memastikan semua pihak menerima kompensasi secara adil. Pendekatan ini juga memungkinkan Pemprov menyesuaikan anggaran secara fleksibel, dengan total alokasi sekitar Rp300 miliar untuk tahun 2026.
Progres Signifikan di Jakarta Timur
Di wilayah Cawang dan Cililitan, progres normalisasi sudah mencapai sekitar 830 meter dan terus bertambah. Gubernur DKI Pramono Anung menegaskan bahwa proyek ini menjadi bagian dari upaya jangka menengah pengendalian banjir di ibu kota.
Kolaborasi lintas instansi hingga tingkat kelurahan dinilai efektif menjaga proses berjalan kondusif. Pendekatan humanis, komunikasi langsung dengan warga, serta koordinasi bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) menjadi faktor penting keberhasilan tahap awal.
Pendekatan Humanis dan Koordinasi Langsung
Pemprov DKI menekankan bahwa pembebasan lahan dilakukan langsung oleh Dinas SDA, tanpa perantara. Langkah ini menghindari potensi sengketa dan memastikan informasi mengenai kompensasi tersampaikan langsung kepada warga.
Ika menjelaskan, komunikasi intens dengan masyarakat menjadi prioritas. Tujuannya agar warga terdampak memahami prosedur pembayaran dan merasa dilibatkan dalam proses normalisasi. Pendekatan ini berbeda dengan proyek serupa sebelumnya, yang sering menimbulkan polemik di lapangan.
Strategi Pengendalian Banjir Jangka Menengah
Normalisasi Kali Ciliwung bukan sekadar proyek fisik, tetapi bagian dari strategi pengendalian banjir jangka menengah di Jakarta. Dengan alur sungai yang lebih lancar dan lahan kritis yang sudah dibebaskan, Pemprov menargetkan pengurangan risiko banjir di kawasan padat penduduk.
Langkah ke Depan dan Target Pemprov
Pemprov DKI menargetkan seluruh tahap normalisasi berjalan lancar, dengan progres signifikan di wilayah prioritas. Koordinasi bersama BPN dan pemerintah wilayah setempat akan terus dipertahankan agar tahapan pembayaran dan pembebasan lahan tidak menimbulkan hambatan.
Dengan pendekatan bertahap, humanis, dan terkoordinasi, Pemprov optimistis normalisasi Kali Ciliwung akan selesai sesuai target, sekaligus memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat dan meminimalkan risiko banjir di Jakarta Timur.