DPRD Kapuas Tekankan Infrastruktur Dasar Jadi Fokus Musrenbang Kapuas Tengah

DPRD Kapuas Tekankan Infrastruktur Dasar Jadi Fokus Musrenbang Kapuas Tengah
Senin, 02 Februari 2026 | 11:49:26 WIB

JAKARTA - Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Kapuas Tengah dinilai harus menjadi momentum penting untuk mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Di tengah kebutuhan masyarakat yang masih besar, percepatan pembangunan infrastruktur dasar disebut sebagai langkah paling strategis agar akses antarwilayah semakin terbuka dan pelayanan publik bisa berjalan lebih optimal.

Anggota DPRD Kabupaten Kapuas, Didi Hartoyo, menegaskan bahwa Musrenbang seharusnya tidak hanya menjadi agenda rutin tahunan, tetapi benar-benar dimanfaatkan sebagai ruang merumuskan prioritas pembangunan yang paling mendesak. Menurutnya, pembangunan infrastruktur dasar bukan sekadar proyek fisik, melainkan fondasi utama untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah kecamatan.

“Infrastruktur dasar seperti jalan dan jembatan memiliki peran yang sangat vital dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah serta memperlancar mobilitas masyarakat,” kata Didi Hartoyo di Kuala Kapuas, Minggu.

Pernyataan tersebut mencerminkan komitmen legislator dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu dalam mendorong pemerataan pembangunan, terutama bagi daerah yang masih membutuhkan perhatian serius pemerintah daerah.

Jalan dan Jembatan Jadi Kunci Konektivitas Warga Kapuas Tengah

Didi menilai, jalan dan jembatan merupakan dua kebutuhan utama yang harus diprioritaskan dalam Musrenbang Kapuas Tengah. Infrastruktur transportasi yang layak akan berdampak langsung pada kelancaran aktivitas masyarakat, mulai dari mobilitas harian hingga pergerakan ekonomi.

Kondisi jalan yang memadai, kata dia, akan mempermudah warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Warga tidak hanya lebih mudah bepergian, tetapi juga lebih cepat mengakses berbagai layanan penting seperti sekolah, fasilitas kesehatan, hingga pusat-pusat ekonomi.

Selain itu, jembatan yang layak juga dianggap sebagai faktor penentu dalam membuka keterisolasian desa-desa yang selama ini sulit dijangkau. Dengan infrastruktur penghubung yang memadai, arus distribusi barang dan mobilitas penduduk akan semakin lancar.

Bagi daerah yang memiliki karakter wilayah luas dengan sejumlah titik yang sulit diakses, pembangunan jalan dan jembatan tidak bisa ditunda karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.

Air Bersih dan Sanitasi Layak Menentukan Kesehatan Masyarakat

Tidak hanya soal transportasi, Didi juga menekankan bahwa pembangunan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat harus mencakup penyediaan air bersih serta sanitasi yang layak. Menurutnya, dua sektor ini merupakan bagian penting dari kualitas hidup masyarakat, terutama dalam kaitannya dengan kesehatan.

Ia menilai akses terhadap air bersih dan fasilitas sanitasi yang memadai adalah kebutuhan dasar yang dampaknya sangat langsung terhadap kesejahteraan warga. Ketika akses air bersih terbatas atau sanitasi tidak layak, risiko penyakit meningkat dan beban sosial-ekonomi masyarakat pun bertambah.

Didi berharap program air bersih dan sanitasi tidak hanya menjadi pelengkap, melainkan masuk dalam prioritas utama, karena menyangkut aspek kesehatan masyarakat yang berkelanjutan.

Listrik dan Telekomunikasi Stabil, Penggerak Ekonomi di Era Digital

Dalam mendorong pemerataan pembangunan, Didi juga menggarisbawahi pentingnya pengembangan infrastruktur listrik dan telekomunikasi. Ia menyebut, ketersediaan listrik yang stabil serta jaringan telekomunikasi yang baik akan menjadi penguat aktivitas ekonomi dan pendidikan masyarakat, terutama di era digital.

Wakil rakyat yang kembali terpilih dari Daerah pemilihan (Dapil) Kapuas III ini menilai bahwa infrastruktur tersebut bukan hanya soal penerangan atau sinyal komunikasi. Lebih dari itu, listrik dan telekomunikasi menjadi kebutuhan utama untuk mendukung pelayanan publik, akses informasi, hingga peningkatan kualitas pendidikan.

Ia menegaskan, jika jaringan telekomunikasi membaik dan listrik stabil, masyarakat akan lebih mudah mengembangkan aktivitas produktif, termasuk peluang usaha yang bergantung pada teknologi.

Artinya, pembangunan infrastruktur digital dan kelistrikan akan mempercepat integrasi Kapuas Tengah dengan perkembangan ekonomi modern.

Sarana Ekonomi: Pasar, UMKM, dan Distribusi Pertanian Perlu Diperkuat

Selain kebutuhan dasar, Didi juga menyoroti pentingnya pembangunan sarana penunjang ekonomi agar kesejahteraan masyarakat dapat meningkat secara nyata. Ia mendorong agar fasilitas seperti pasar, dukungan untuk UMKM, hingga akses distribusi hasil pertanian masuk dalam skala prioritas pembangunan.

Menurutnya, jika masyarakat memiliki akses distribusi yang baik, hasil pertanian akan lebih mudah dipasarkan dan nilai ekonomi yang diterima petani dapat meningkat. Begitu pula dengan keberadaan pasar dan fasilitas UMKM yang memadai, akan memperkuat roda ekonomi lokal.

Penguatan infrastruktur ekonomi ini juga penting agar pembangunan tidak berhenti pada aspek fisik semata, tetapi benar-benar menciptakan dampak jangka panjang bagi pendapatan dan peluang kerja masyarakat.

Musrenbang Jadi Wadah Strategis Serap Aspirasi Warga

Lebih lanjut, Didi berharap Musrenbang Kecamatan Kapuas Tengah mampu menjadi forum strategis yang benar-benar menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Ia menilai, program pembangunan yang dirancang harus tepat sasaran, sesuai kebutuhan riil masyarakat, dan mampu meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan.

"Musrenbang Kecamatan Kapuas Tengah, harus menjadi wadah strategis untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung, sehingga program pembangunan yang direncanakan benar-benar tepat sasaran dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan," demikian Didi.

Dengan penekanan pada infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, air bersih, sanitasi, listrik, telekomunikasi, serta sarana ekonomi, Didi berharap Kapuas Tengah dapat bergerak lebih cepat menuju pembangunan yang merata dan berpihak pada kebutuhan masyarakat.

Reporter: Gemilang Ramadhan