PT TTA Group Serahkan Bantuan Kloter 3 untuk Korban Bencana Sumatera
JAKARATA - Kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana kembali ditunjukkan PT Tuah Turangga Agung (TTA) Group. Bersinergi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), perusahaan ini melaksanakan serah terima bantuan kemanusiaan di Jakarta untuk penyaluran bantuan kloter ketiga bagi korban bencana di wilayah Sumatera. Bantuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian dukungan berkelanjutan yang sebelumnya sudah dilakukan dalam dua kloter penyaluran di lokasi bencana lainnya.
Langkah ini menegaskan bahwa peran dunia usaha dalam situasi darurat bukan hanya sebatas dukungan moral, tetapi juga kontribusi nyata dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat pascabencana.
Sinergi TTA Group dan Kementerian ESDM dalam Aksi Kemanusiaan
PT Tuah Turangga Agung Group melalui sejumlah entitas usahanya, yakni PT Asmin Bara Bronang, PT Suprabari Mapanindo Mineral, PT Telen Orbit Prima, PT Agung Bara Prima, dan PT Kadya Caraka Mulia, menggelar kegiatan serah terima bantuan kemanusiaan bersama Kementerian ESDM di Jakarta.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari penyaluran bantuan bencana kloter ketiga. Sebelumnya, TTA Group juga telah menyalurkan bantuan kloter pertama di lokasi bencana Sumatera Tapanuli Tengah, serta kloter kedua di Tamiang Aceh. Dengan demikian, bantuan ini bukan aksi satu kali, melainkan rangkaian kepedulian yang dilakukan secara bertahap dan terarah.
Melalui pola sinergi bersama pemerintah, bantuan yang disalurkan diharapkan tepat sasaran dan dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat terdampak.
Total Bantuan Rp1 Miliar, Fokus pada Kebutuhan Dasar Pascabencana
Dalam rangkaian bantuan untuk korban bencana di Sumatera ini, PT Tuah Turangga Agung (TTA Group) mencatatkan total bantuan sebesar Rp1 miliar.
Kali ini, bantuan yang diserahkan berupa 1.566 set kompor gas satu tungku dengan nilai mencapai Rp313 juta lebih. Bantuan tersebut dinilai penting karena menyasar kebutuhan mendasar masyarakat, khususnya dalam pemenuhan sarana memasak di masa pemulihan pascabencana.
Bantuan kompor gas ini juga menunjukkan perhatian perusahaan terhadap kebutuhan rumah tangga yang sering kali menjadi prioritas setelah bencana, ketika masyarakat mulai kembali menjalani aktivitas sehari-hari di tengah keterbatasan.
Serah Terima di Jakarta, Bantuan Diterima Perwakilan Kementerian ESDM
Bantuan kemanusiaan tersebut diterima langsung oleh Kasubag Rumah Tangga Kementrian ESDM, Desak Made Andariyani, dari Biro Umum Kementerian ESDM.
Setelah serah terima dilakukan, seluruh bantuan akan didistribusikan ke wilayah terdampak bencana di Sumatera. Proses distribusi ini menjadi tahapan penting agar bantuan benar-benar sampai ke masyarakat yang membutuhkan, sekaligus memastikan penyaluran berjalan sesuai prosedur dan koordinasi lintas pihak.
Keterlibatan Kementerian ESDM dalam penyaluran ini menjadi bentuk penguatan kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam operasi kemanusiaan.
Apresiasi Kementerian ESDM untuk Kontribusi TTA Group
Dalam kesempatan tersebut, Desak Made Andariyani menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada PT Tuah Turangga Agung Group atas kontribusi yang diberikan dalam operasi penanggulangan bencana.
Ucapan tersebut menegaskan bahwa kontribusi perusahaan dinilai membantu kerja-kerja pemulihan yang dilakukan pemerintah, khususnya dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat pascabencana.
Komitmen Berkelanjutan untuk Kegiatan Sosial dan Kemanusiaan
Bantuan kloter ketiga ini juga menjadi bukti bahwa PT Tuah Turangga Agung Group berupaya terus hadir dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan. Perusahaan menyatakan harapannya untuk tetap berperan aktif dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta lingkungan.
Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian PT Tuah Turangga Agung Group dalam mendukung upaya pemerintah dan pemangku kepentingan terkait untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar pasca bencana.
Melalui sinergi yang terus dibangun, penyaluran bantuan diharapkan tidak hanya membantu masyarakat melewati masa sulit, tetapi juga mempercepat pemulihan kehidupan mereka menuju kondisi yang lebih stabil.