Waspada Potensi Cuaca Ekstrem BMKG Sepekan Wilayah Indonesia Bagian Selatan Berpeluang Hujan

Waspada Potensi Cuaca Ekstrem BMKG Sepekan Wilayah Indonesia Bagian Selatan Berpeluang Hujan
Selasa, 03 Februari 2026 | 09:50:09 WIB

JAKARTA – Masyarakat yang berada di wilayah selatan Indonesia diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kondisi atmosfer yang kurang bersahabat selama tujuh hari ke depan. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) secara resmi telah merilis peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan menyelimuti sejumlah titik strategis, mulai dari Sumatera bagian selatan hingga kawasan Sulawesi. Fenomena alam ini diperkirakan membawa dampak signifikan terhadap intensitas curah hujan di berbagai daerah.

Peringatan ini menjadi pengingat penting bagi publik, mengingat bulan Februari sering kali menjadi puncak dari dinamika cuaca yang fluktuatif. Prakirawan BMKG, Nur Rahmat Jatmiko, menjelaskan bahwa berdasarkan pantauan radar cuaca terkini, terdapat indikasi kuat munculnya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang akan berlangsung dalam durasi sepekan mendatang di sejumlah zona merah yang telah dipetakan.

Daftar Wilayah Indonesia Yang Berpotensi Mengalami Guyuran Hujan Intensitas Lebat

Dalam keterangannya, BMKG merinci wilayah-wilayah mana saja yang perlu memberikan perhatian lebih terhadap potensi curah hujan tinggi ini. Nur Rahmat menjabarkan bahwa konsentrasi awan hujan akan terkumpul di bagian bawah Pulau Sumatera dan hampir merata di sepanjang Pulau Jawa. Hal ini tentu perlu diantisipasi oleh para pemangku kebijakan di daerah serta masyarakat setempat guna meminimalisir risiko bencana hidrometeorologi.

"Untuk peringatan dini, cuaca ekstrem di wilayah Indonesia dengan kategori potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat sepekan ke depan terjadi di sebagian wilayah Sumatera bagian selatan, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung,” kata Nur Rahmat dilaporkan Jurnalis Kompas TV, Masni Rahmawatti, Senin (2/2/2026).

Tidak berhenti di Sumatera, ancaman serupa juga membayangi wilayah padat penduduk lainnya. "Kemudian, wilayah Jawa hampir sebagian besar yaitu Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta hingga Jawa Timur. Kemudian, wilayah Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan juga sebagian wilayah Sulawesi Selatan, juga masih ada potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat,”.

Analisis Ilmiah BMKG Terkait Pengaruh Monsun Asia Dan Fenomena Cold Surge

Terjadinya lonjakan intensitas hujan di bagian selatan khatulistiwa ini bukanlah tanpa alasan ilmiah. Nur Rahmat memaparkan bahwa ada dorongan energi atmosfer yang cukup besar dari wilayah utara. Kombinasi antara aktifnya angin muson dan aliran udara lintas ekuator menjadi mesin penggerak utama terbentuknya awan-awan konvektif yang masif di atas langit Indonesia bagian selatan.

Menurut Nur Rahmat, potensi cuaca ekstrem di bagian selatan Indonesia terjadi karena kuatnya monsun Asia yang masih aktif dan aliran udara dari wilayah utara masuk ke wilayah selatan. "Fenomena yang berpengaruh terhadap cuaca di wilayah Indonesia, khususnya Indonesia bagian selatan karena memang masih kuatnya monsun Asia yang terpantau aktif. Kemudian, diperkuat adanya cold surge dan juga bersamaan dengan adanya chance atau cross equatorial not early surge, di mana aliran udara dari wilayah utara masuk ke wilayah selatan melewati garis ekvatorial,” ucap Nur Rahmat menjelaskan secara teknis.

Mekanisme Pertemuan Awan Konvektif Yang Memicu Terjadinya Hujan Signifikan

Lebih mendalam, Nur Rahmat menjelaskan bahwa interaksi antara berbagai aliran udara tersebut menciptakan pola pertemuan angin atau konfluensi yang sangat kuat. Kondisi ini memicu pertumbuhan awan hujan yang lebih signifikan di wilayah-wilayah yang menjadi titik temu massa udara tersebut. Hal inilah yang menyebabkan peluang hujan lebat menjadi sangat tinggi di koridor Sumatera hingga Nusa Tenggara.

"Sehingga, mengakibatkan pola konferensi atau confluence semakin kuat di sekitar wilayah Sumatera bagian selatan hingga Jawa, Bali, NTB. Pertemuan awan konfektif juga semakin signifikan di wilayah tersebut, sehingga potensi untuk terjadi hujan intensitas sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi,” tuturnya. Kondisi atmosfer yang jenuh dengan uap air ini membuat potensi hujan tidak hanya terjadi dalam durasi singkat, namun bisa berlangsung secara kontinyu.

Himbauan Bagi Masyarakat Untuk Meningkatkan Kewaspadaan Dan Update Informasi Resmi

Menyikapi data meteorologi tersebut, BMKG menekankan pentingnya bagi setiap warga untuk bersikap mawas diri. Kondisi cuaca di bulan Februari dikenal sangat dinamis dan dapat berubah dalam waktu yang sangat cepat dari cerah menjadi hujan ekstrem. Oleh karena itu, perencanaan aktivitas di luar ruangan harus dilakukan dengan pertimbangan matang terhadap faktor cuaca guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Nur Rahmat mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca di bulan Februari yang sewaktu-waktu dapat berubah. Dia menuturkan, masyarakat perlu berhati-hati dalam merencanakan aktivitas keluar ruangan. Masyarakat diharapkan selalu memperbarui (update) informasi peringatan dini cuaca melalui kanal resmi BMKG, media sosial, atau pun dapat menghubungi pihak BMKG melalui nomor call center 196 untuk mendapatkan panduan informasi yang akurat dan terpercaya.

Reporter: Gemilang Ramadhan