Optimisme Bupati Halikinnor Sambut Kembalinya Operasional Lion Air Group Di Sampit
JAKARTA – Harapan baru bagi mobilitas udara di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai menunjukkan titik terang. Setelah sempat mengalami masa-masa sulit akibat keterbatasan pilihan maskapai, konektivitas udara di Bumi Senentang ini berpeluang kembali bergeliat dengan kabar kembalinya Lion Air Group di Bandara H Asan Sampit. Langkah strategis ini diawali dengan kesiapan pihak maskapai untuk mengoperasikan pesawat jenis ATR-72 melalui sayap Wings Air, yang diproyeksikan melayani rute jarak pendek antarkabupaten di Kalimantan sekaligus menjadi pintu gerbang menuju kota-kota besar lainnya di Indonesia.
Kepastian mengenai jadwal terbang ini terungkap dalam audiensi penting antara Pemerintah Kabupaten Kotim, manajemen Bandara H Asan Sampit, serta jajaran petinggi Lion Air Group. Pertemuan yang digelar di Rumah Jabatan Bupati pada Kamis (29/1) kemarin tersebut menjadi tonggak awal kembalinya raksasa penerbangan nasional ke Kotawaringin Timur guna menjawab dahaga masyarakat akan layanan transportasi udara yang lebih memadai.
Jadwal Operasional Pesawat ATR Dan Langkah Awal Pemulihan Jalur Udara
Bupati Kotawaringin Timur, H. Halikinnor, menyambut baik komitmen yang ditunjukkan oleh manajemen Lion Air Group. Menurutnya, penetapan jadwal awal ini merupakan hasil dari koordinasi intensif guna memulihkan frekuensi penerbangan di bandara kebanggaan warga Sampit tersebut. Pemilihan jenis pesawat ATR sebagai langkah pembuka dianggap sebagai strategi yang tepat untuk menyesuaikan dengan kondisi teknis saat ini.
“Dari hasil audiensi hari ini, kami sudah menerima jadwal bahwa Lion Air Group akan kembali terbang di Sampit. Tahap awal menggunakan pesawat ATR,” ujar Bupati Kotim H. Halikinnor. Langkah ini diharapkan menjadi pemicu bagi normalisasi aktivitas penerbangan yang sempat lesu, sekaligus menjadi jaminan bagi warga bahwa layanan udara kini kembali menjadi prioritas pembangunan daerah.
Potensi Ekonomi Besar Melalui Sektor Perkebunan Sawit Dan Kargo Kotim
Bukan tanpa alasan Lion Air Group melirik kembali pasar di Sampit. Wilayah Kotim memiliki modal ekonomi yang sangat kuat, baik dari sisi demografi maupun sektor industri. Selain memegang status sebagai kabupaten dengan jumlah penduduk terbanyak di Provinsi Kalimantan Tengah, Kotim juga memegang rekor sebagai daerah dengan luasan perkebunan kelapa sawit terluas di tingkat kabupaten se-Indonesia. Karakteristik ini menciptakan permintaan yang sangat tinggi terhadap aksesibilitas distribusi barang dan pergerakan orang.
“Potensi penumpang dan kargo di Kotim sangat besar. Bahkan pihak Lion Air Group juga akan bertemu dengan para pengusaha untuk memetakan potensi tersebut secara lebih detail,” tambah Halikinnor. Pertemuan lanjutan dengan para pelaku usaha direncanakan guna memastikan bahwa layanan yang diberikan nanti benar-benar sinkron dengan kebutuhan logistik industri perkebunan dan perdagangan di wilayah tersebut.
Solusi Atas Kendala Pembatalan Penerbangan Dan Kebutuhan Kepastian Jadwal
Selama ini, ketergantungan pada satu maskapai dengan kondisi armada yang mulai menua telah menjadi duri dalam daging bagi pertumbuhan ekonomi di Kotim. Masalah ketidakpastian jadwal hingga pembatalan terbang mendadak seringkali membuat masyarakat dan pengusaha frustrasi. Bupati Halikinnor secara jujur mengakui bahwa dirinya pun pernah menjadi korban dari buruknya layanan udara yang ada selama ini.
“Ketidakpastian jadwal ini sangat dirasakan. Bahkan saya sendiri pernah dua kali mengalami pembatalan penerbangan. Akibatnya, para pengusaha lebih memilih terbang dari Pangkalan Bun atau Palangka Raya karena membutuhkan kepastian,” ungkap Halikinnor. Kehadiran Wings Air di bawah naungan Lion Air Group diharapkan mampu memutus tren negatif tersebut dan mengembalikan kepercayaan para pebisnis untuk kembali menggunakan fasilitas Bandara H Asan Sampit ketimbang harus menempuh perjalanan darat jauh ke kota tetangga.
Rencana Ekspansi Pesawat Berbadan Besar Dan Target Peluncuran Februari 2026
Ambisi pemerintah daerah tidak berhenti pada pengoperasian pesawat baling-baling saja. Halikinnor optimistis, seiring pembenahan fasilitas bandara yang dilakukan secara bertahap, pesawat bermesin jet dengan kapasitas lebih besar akan segera menyusul. Senada dengan hal tersebut, Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro, memaparkan bahwa penggunaan ATR-72 berkapasitas 72 kursi ekonomi hanyalah tahap pembuka.
“Kami ingin mengembalikan peran strategis Bandara H Asan Sampit untuk memudahkan mobilitas masyarakat, mendukung perjalanan bisnis dan pemerintahan, serta mendorong pertumbuhan pariwisata dan distribusi komoditas di Kotim dan sekitarnya,” kata Danang. Ia bahkan membocorkan rencana jangka panjang untuk menghadirkan maskapai Super Air Jet dengan armada Airbus A320 untuk melayani rute gemuk seperti Sampit–Surabaya. “Kami berharap Februari ini sudah bisa dirilis. Kami mengajak pemerintah daerah, masyarakat, dan media untuk bersama-sama mempopulerkan Sampit agar manfaat konektivitas dan dampak ekonominya semakin luas,”.